Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Qaşd as-Sabīl dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu Alfirdaus, Rasya'; Ichwan, Moh. Nor; Pratama, Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 7 No 2 (2025): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v7i2.458

Abstract

This study aims to examine the interconnection of these meanings as a unified semantic structure using Toshihiko Izutsu’s Qur’anic semantic approach. This qualitative library research gathers data from tafsir works, Arabic dictionaries, and literature related to Izutsu’s semantic theory. The findings reveal that the basic meaning of qaşd as-sabīl is “the intended purpose of a path,” which, in its semantic relations, may refer to the straight path, salvation, guidance, Islamic law, and others. Historically, the meaning evolved from a general context (pre-Qur’anic), to more theological and specific (Qur’anic), and then to interpretive and contextual meanings (post-Qur’anic). The worldview behind this term shifted from general life purposes to the mission of conveying Islamic teachings. The diversity of interpretations is due to a structured relationship between its core meaning and its relational meanings shaped by semantic networks, historical context, and worldview constructions. Therefore, Izutsu’s semantic approach proves effective in revealing the complex and profound dimensions of qaşd as-sabīl in the Qur’an.
Konservasi Pantai Tirang Semarang melalui Penanaman Bakau dan Cemara Laut Internalisasi Qur'ani Ayat-Ayat Ekologi Alfirdaus, Rasya'; Qothrunnada AS, Aliyya; Nurul Latifah, Rahma; Khasanah, Maulida; Firmananda, M. Fikri; Suryo Wicaksono, M. Abdullah; Mutma'inah, Mutma'inah
Al-ihsan: Jurnal Pengabdian Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Al-Ihsan : Jurnal Pengabdian Agama Islam
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/aijpai.2024.20146

Abstract

Pantai Tirang, Semarang, menghadapi krisis ekologi berupa abrasi parah dengan laju 17,14 m/tahun, yang mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan merehabilitasi kawasan Pantai Tirang melalui penanaman mangrove dan cemara laut sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Qur'ani dalam konservasi lingkungan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan penanaman langsung di lapangan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Walisongo Semarang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, dan komunitas Semarang Mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman 18 bibit mangrove dan 10 bibit cemara laut berhasil memberikan dampak positif secara ekologis, seperti mencegah abrasi, melindungi keanekaragaman hayati, serta mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Secara sosial, kegiatan ini meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat dan mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah fi al-Ard. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis nilai-nilai Qur'ani untuk mengatasi masalah lingkungan dan menciptakan paradigma kesadaran ekologis berkelanjutan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa konservasi berbasis Qur'ani memiliki potensi besar dalam menangani krisis lingkungan. Namun, keberlanjutan program memerlukan monitoring jangka panjang dan peningkatan keterlibatan masyarakat lokal. Penelitian ini menjadi contoh konkret bagaimana ajaran Islam dapat diterapkan untuk solusi ekologis yang mendukung tujuan syariat (maqashid syariah).