Pengelolaan persediaan gas oxygen dan acetylene merupakan aspek penting dalam mendukung aktivitas pengelasan di bengkel las PT. XYZ Field G. Ketidakpastian kebutuhan bulanan sering menimbulkan permasalahan berupa kekurangan stok yang dapat menghambat proses kerja, maupun kelebihan persediaan yang berdampak pada meningkatnya biaya penyimpanan. Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan kebutuhan oxygen dan acetylene dengan memanfaatkan metode Simple Moving Average (SMA) serta mengevaluasi akurasi dari berbagai periode perhitungan. Data yang digunakan berupa data historis pemakaian gas pada rentang waktu Januari–Desember 2024. Perhitungan dilakukan menggunakan SMA dengan periode M2 hingga M11, dan hasil setiap model dianalisis melalui tiga indikator akurasi, yaitu Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model peramalan paling optimal untuk oxygen terdapat pada periode MA8 dengan MAPE sebesar 27%, sedangkan untuk acetylene model terbaik adalah MA2 dengan MAPE 40%. Hasil tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pengadaan dan pengendalian persediaan. Temuan penelitian ini diharapkan membantu perusahaan dalam mengoptimalkan manajemen stok gas, meminimalkan risiko operasional, dan meningkatkan kelancaran kegiatan pengelasan di lapangan.