Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Al-Maun

PELATIHAN PENYUSUNAN DAN PEMBUATAN INDEKS SISTEM KEARSIPAN KANTOR UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERANGKAT DESA BUKIT BERLIAN BENGKULU UTARA Edo Dwi Anggara; Hafiz Gunawan; Noveriyanto; Muhammad Faiz Isra
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i1.7874

Abstract

Di Desa Bukit Berlian, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, kegiatan KKN-UMB dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada perangkat desa tentang berbagai jenis sistem pengarsipan, meliputi indeks kronologis, indeks subjek, dan indeks geografis, sehingga memudahkan perangkat desa dalam mencari arsip ketika dibutuhkan. Untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang investasi dan keamanan finansial, serta cara-cara untuk menumbuhkan kebiasaan menabung yang berkelanjutan. Desa Bukit Belian yang terletak di Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, berpenduduk 1.394 jiwa dan memiliki luas wilayah 750 hektare. Penduduk Desa Ulok Kupai sebagian besar bekerja di bidang pertanian. Banyak permasalahan dan peluang yang dapat muncul di Desa Bukit Berlian yang ditemukan dari hasil observasi lapangan dan perbincangan dengan warga masyarakat serta perangkat Desa Ulok Kupai. Salah satu permasalahan di Desa Bukit Berlian adalah ketidaktahuan perangkat desa dalam menyusun dan mengembangkan indeks sistem kearsipan yang bertujuan untuk memudahkan pencarian dokumen saat dibutuhkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 40 hari, mulai tanggal 29 Juli sampai dengan 7 September 2024 di Desa Bukit Berlian, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara. Salah satu kegiatan langsung yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan dan penyusunan indeks sistem kearsipan kantor desa. Perangkat desa dapat lebih memahami sistem kearsipan dalam mengelola arsip kantor desa dan mempercepat waktu pencarian dokumen penting sehingga dapat bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan informasi yang lebih optimal.
SOSIALISASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SMA NEGERI 3 BENGKULU UTARA Ebit; Ahmad Dasan; Mikho Ardinata; Muhammad Faiz Isra
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9454

Abstract

UU No.30 tahun 2002 pasal 13 menyatakan bahwa KPK memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan.Upaya penyelenggaraan program pendidikan antikorupsi ditindak lanjuti dengan dilakukannya kerjasama antara Depdiknas dengan beberapa lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA) maupun perguruan tinggi. Pelajarakan menjadi generasi penerus bangsa sehingga harus dikenalkan penerapan nilai-nilai pendidikan antikorupsi mulai dari hal-hal kecil dari contoh kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa menjadi bibit melakukan perbuatan yang mengarah pada perbuatan korupsi tanpa mereka menyadarinya, misalnya mencontek ketikaujian, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, datang terlambat kesekolah dan lain -lainnya. Untuk membudayakan pendidikan antikorupsi dikalangan pelajar, maka diperlukan kerja sama yang baik dari semua pihak termasuk pendidik untuk menjadi role model bagi siswanya dengan berprilaku antikorupsi. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SMA negeri 3 Bengkulu Utara metode pelaksanaan sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan (77,3%) dan laki-laki (22,7%.) Pengetahuan tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi sebelum pre test tentang korupsi itu sebagian besar berpengetahuan cukup (15%) dan setelah sosialisasi sebagian besar mengalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (66.91%). Penanaman nilai-nilai anti korupsi dikalangan pelajar merupakan hal yang penting untuk dilakukan supaya membiasakan diri agar pelajar melakukan hal-hal benar tidak bertentangan dengan nilai-nilai anti korupsi karena permasalahan korupsi di Indonesia sangat mengakhawatirkan dengan kasus tiap tahunnya meningkat.