Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Comparative Study of Sukuk in the Sharia Capital Market: Evidence in Indonesia Mubarok, Anas Bayan; Witro, Doli; Nurjaman, Muhamad Izazi; Pitriani, Pitriani; Hibaturohman, Iib; Hida, Manarul
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 5, No 1 (2025): June
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v5i1.3773

Abstract

This article discusses a comparative analysis of mudharabah sukuk, ijarah sukuk, and wakalah bi al-istithmar sukuk. This article aims to highlight and analyse the comparison of mudharabah sukuk, ijarah sukuk, and wakalah bi al-istitsmar sukuk so as to provide answers to the effectiveness and efficiency of the sukuk concept without denying the sharia principles in it. This research is in the form of a comparative study, namely a research procedure that compares interrelated variables by determining their differences and similarities. The data sources used come from books, classical text (yellow book), scientific article, website internet, theses, and fatwas related to the theme the author is taking. The results of the research in the article are: First, there are differences in the characteristics and schemes of mudharabah sukuk, ijarah sukuk, and wakalah bi al-istithmar sukuk, these three sukuk schemes are permissible because they are by predetermined rules. The differences that exist in these three types of sukuk do not mean that they are not allowed to make each other but can be done in different ways. Second, from this comparison, the author sees that investment in sukuk with certainly contract characteristics, especially ijarah sukuk, tends to be safer because of the certainty of the predetermined ujrah. Third, of the three types of sukuk, sukuk with a wakalah bi al-istitsmar scheme tend to be more flexible and easier to understand and implement. The level of risk and profit of the three is different, sukuk with certainly contracts tend to be safer but stable profits and tend to stagnate in contrast to sukuk that use uncertain contracts whose risks tend to be greater but there is a possibility of greater profits.
Pemikiran Hukum tentang Keseimbangan Tata Kelola Syariah bagi Lembaga Keuangan Syariah Hibaturohman, Iib; Mukhlas, Oyo Sunaryo; Burhanuddin, Burhanuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5187

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan prinsip keseimbangan dalam tata kelola syariah pada lembaga keuangan syariah agar tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen hukum dan moral dalam mewujudkan keadilan dan kemaslahatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep hukum Islam tentang keseimbangan dalam tata kelola syariah serta implementasinya secara ideal pada lembaga keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber-sumber hukum Islam klasik dan kontemporer, regulasi syariah, serta kajian empiris mengenai praktik tata kelola pada lembaga keuangan syariah. Analisis dilakukan secara induktif dengan memadukan perspektif fiqh mu‘āmalah dan maqashid al-syari‘ah sebagai kerangka teori utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan tata kelola syariah merupakan prinsip fundamental yang menuntut harmonisasi antara kepatuhan hukum (sharia compliance), efektivitas manajerial, dan kemaslahatan sosial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa peran Dewan Pengawas Syariah, serta regulasi yang dikeluarkan oleh DSN-MUI dan OJK, memiliki posisi strategis dalam menjaga integritas moral, etika, dan kepatuhan syariah lembaga keuangan syariah. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola syariah yang seimbang tidak hanya menuntut kesesuaian formal terhadap ketentuan hukum Islam, tetapi juga harus mencerminkan nilai keadilan, transparansi, akuntabilitas, serta tanggung jawab sosial, sehingga lembaga keuangan syariah mampu berperan sebagai entitas ekonomi sekaligus agen moral dan sosial dalam mewujudkan sistem keuangan Islam yang adil, etis, dan berkelanjutan.
Epistemological and Axiological Integration of Legal Maxims with Maqāṣid al-Sharīʿah: Advancing Contemporary Islamic Jurisprudence Hibaturohman, Iib; Risnandar, Asep; Munthe, Ricky Fattamazaya
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v6i2.52759

Abstract

This study examines the integration of legal maxims' epistemology and axiology with maqāṣid al-sharīʿah to advance contemporary Islamic legal reform. Employing qualitative-descriptive analysis of classical texts (e.g., al-Shatibi's al-Muwafaqat, al-Ghazali's al-Mustasfa) and modern works (Jasser Auda, Ibn ʿĀshur), it highlights how maxims provide general epistemic principles from Shariah texts, while maqāṣid ensure axiological focus on benefit (jalb al-maṣlaḥah) and harm prevention (darʾ al-mafāsid). Findings reveal this synergy offers a robust basis for dynamic fiqh renewal, fostering adaptive rulings on economics, family law, technology, and environment, despite challenges like maqāṣid misuse, methodological variances, and classical limits. Ultimately, it proposes a contextual ijtihād paradigm enhancing maqāṣid-oriented uṣūl al-fiqh and equitable global policies.