Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RANCANG BANGUN WEBSITE POSYANDU ONLINE KEMBANG SETAMAN KOTA BOGOR Nadya, Laila; Safaruddin Hidayat Al Ikhsan; Foni Agus Setiawan
INFOTECH journal Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v9i2.6584

Abstract

Posyandu adalah salah satu kegiatan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan dan anggota posyandu yang disebut kader posyandu. Dalam Kegiatan Posyandu juga memerlukan sebuah Website untuk memberikan informasi dengan mudah kepada masyarakat agar Posyandu Kembang Setaman lebih dikenal dan masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi terkait Posyandu. Posyandu Kembang Setaman saat ini masih memberikan informasi secara langsung melalui kegiatan langsung yang datang ke posyandu di setiap minggunya. Hal ini membuat pengunjung posyandu harus mendatangi posyandu terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi mengenai posyandu. Mengacu pada hasil analisa yang telah dilakukan secara langsung, maka dari itu tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk membuat Website Posyandu Kembang Setaman yang mampu memudahkan masyarakat khususnya pengunjung posyandu yaitu ibu hamil, bayi, balita dan lansia dalam memperoleh informasi mengenai posyandu dan mempermudah kader untuk memberikan informasi melalui website. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Waterfall yang terdiri dari analisis kebutuhan, desain sistem, pengkodean, dan pengujian. Pembuatan website dalam penelitian ini menggunakan CMS, CMS disini merupakan suatu perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola content yang dimaksud dengan content adalah semua bentuk informasi yang terdapat pada tampilan frontend dapat di kelola oleh admin posyandu. Penelitian ini berhasil menyajikan Website yang berisi mengenai informasi Posyandu Kembang Setaman dan manajemen konten untuk mengelola isi didalam Website Posyandu Kembang Setaman. Selain itu Website Posyandu Kembang Setaman juga dapat menjadi refrensi untuk posyandu-posyandu yang berada ditengah masyarakat sebagai media untuk pengenalan posyandu dan penyebaran posyandu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI Yusnaldi, Eka; Puspita, Anggun Dela; Balqis, Annisa; Nadya, Laila; Hutasuhut, Naila Audiva; Lubis, Shadrina Azzahra
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55943/jipmukjt.v5i1.212

Abstract

Pembelajaran kooperatif merupakan metode belajar yang dilaksanakan dengan bekerja sama antar siswa, sehingga nantinya siswa tidak semata mencapai kesuksesan secara individual atau saling mengalahkan antar siswa. Namun mereka jugabisa membantu teman belajarnya yang berkemampuandi bawah standar minimum. Dengan demikian tumbuhlah jiwa sosial dalam diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pembelajaran koperatiflearning dalam meningkatkan motivasi belajar siswa secara konseptual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kepustakaan dimana segala sumber baik primer maupun sekunder semuanya berasal dari literatur-literatur baik yang bersumber dari buku maupun jurnal. Hasil penelitian menemukan bahwa model pembelajaran cooperativelearning cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI, karena siswa ditekankan untuk mengkaitkan antar materi sehingga siswa dapat lebih cepat memahami materi dengan baik. Ketika proses pembelajaran dilaksanakan, siswa akan lebih aktif dan antusias dalam mengikutinya. Model pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek memahami materi, namun juga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan keterampilan dalam memecahkan masalah, analisis kritis dan keterampilan lain yang dibutuhkan siswa. Model ini didesain agar siswa tidak mudah jenuh dalam belajar, tertekan atau stress karena akan membuat proses pembelajaran menjadi bervariasi. Namun dalam penerapan model pembelajaran ini waktu yang dibutuhkan cukup lama yang menyebabkan tidak tercapainya target kurikulum, membutuhkan keterampilan khusus yang dimiliki guru dalam memahami strategi belajar kooperatif, serta membutuhkan sifat Kerja sama yang tumbuh dalam diri siswa.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPS di SD/MI Yusnaldi, Eka; Wibowo, Salsabila Putri; Azzahra, Shadrina; Sitorus, Putri Aulia; Hutasuhut, Naila Audiva; Nadya, Laila
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12256

Abstract

Penelitian ini membahas strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS di tingkat SD/MI. Strategi pembelajaran merupakan faktor penting belajar. Guru menerapkan strategi untuk mengembangkan proses pembelajaran dengan lebih baik. Guru harus mampu memahami strategi pembelajaran yang dapat memandu proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan. Dunia pendidikan tidak terlepas dari keberadaan guru. Guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam kegiatan mengajar. Metode Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan data dan gambar, bukan angka, survei, atau grafik. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan kebijakan pendidikan dalam pengembangan metode pengajaran yang lebih efektif untuk memajukan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS di tingkat SD/MI. besar guru cenderung menggunakan strategi pembelajaran ekspositori dalam mata pelajaran IPS, yang dapat menghambat pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa.
Tingkat Pengetahuan Anggota Palang Merah Remaja (PMR) Tentang Penanganan Pertama pada Luka Bakar Usiono, Usiono; Azzahra, Shadrina; Hutasuhut, Naila Audiva; Nadya, Laila
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12257

Abstract

PMR merupakan wadah kegiatan di sekolah atau lembaga kepalang merahan dengan melalui program ekstrakurikuler di sekolah terutama pada anak – anak remaja Salah satu tugas pokok dari PMR yaitu melakukan pertolongan pertama jika terjadi kejadian kecelakaan atau luka bakar pada lingkungan di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah pertolongan pertama adalah tindakan yang memberikan bantuan atau pertolongan pada orang yang terjadi luka bakar diperlukan tindakan yang tepat dan cepat untuk membatasi resiko yang terjadi. adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap pengetahuan dan penanganan pertama luka bakar pada seseorang, yang terjadi di masyarakat.
Sistematik Literatur Review (SLR) Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Menurut Tingkat Keparahan Nadya, Laila; Usiono, Usiono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar merupakan masalah kegawatdaruratan yang dimana saja dan kapan saja dapat terjadi. Kegawatdaruratan akan menjadi kondisi yang sangat serius dan berbahaya apabila terjadi secara tiba-tiba dan kadang kala tidak terduga serta akan  membutuhkan penanganan secepatnya untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat keparahan dari luka bakar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga tingkatan dalam luka bakar yaitu tingkat 1 adalah luka bakar ringan, tingkat 2 adalah luka bakar sedang dan tingkat 3 adalah luka bakar berat. Ketiga tingkat ini memiliki ciri luka yang berbeda-beda. Luka bakar merupakan kerusakan jaringan kulit tubuh yang disebabkan trauma dingin. Penanganan luka bakar dengan cara mengalirkan air dingin 2-15 derajat Celsius selama kurang lebih 20 menit dapat meningkatkan penyembuhan membatasi kedalaman luka bakar serta menurunkan rasa nyeri yang terjadi.