Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Effectiveness of health education on knowledge of hypertension and diabetes among Indonesian migrant workers in Hong Kong Arifah, Siti; Pribadi, Dimas Ria Angga
Community Empowerment Vol 10 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.14795

Abstract

Hypertension and diabetes mellitus (DM) are non-communicable diseases with a high prevalence among Indonesian Migrant Workers (IMWs). Low health literacy and limited access to health services make IMWs vulnerable to complications. This community engagement activity aimed to enhance IMWs’ knowledge and skills in the prevention and management of hypertension and diabetes mellitus through community-based education and training. The methods employed included socialization, counseling, workshops, simple health check-ups, and mentoring. The program partnered with an IMW community under the guidance of the Consulate General of the Republic of Indonesia (KJRI) in Hong Kong, with 60 participants. The evaluation results show a significant increase, with knowledge in the good category for hypertension rising from 21.7% to 50.0%, and for diabetes mellitus from 21.7% to 55.0%. This program is effective in empowering IMWs through a transcultural and community-based approach.
Deteksi dini masalah psikososial pada penyakit kardiovaskular berbasis kearifan lokal Tiffany, Egidia; Pratiwi, Arum; Pribadi, Dimas Ria Angga
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.1390

Abstract

Background: The incidence of cardiovascular disease remains a global threat and is expected to increase to 23.3 million by 2030. In Central Kalimantan, the Dayak people have unique dietary characteristics that potentially influence cardiovascular risk, such as consuming high-fat meat, high-salt processed foods, and fermented foods. Purpose: To develop and evaluate a model for early detection of psychosocial problems in cardiovascular disease based on local wisdom. Method: This study used a mixed-methods approach with an action research design. The study was conducted at the Sebangau Kuala District Polyclinic with a sample of 88 participants. The nursing module was tested in a single 15-20 minute session. Cardiovascular risk levels were measured using the Socio-Cultural Cardiovascular Risk Assessment (SCCR), measuring cholesterol and blood pressure levels before and after the intervention. The local wisdom studied included culture, patterns, and dietary habits. Results: Based on the validity test, the 20 questions in the questionnaire were valid, with a calculated r value > r table (0.198). The correlation between each statement and the total score indicates a strong and significant relationship (p < 0.05), indicating that each item contributes to the construct being measured. Furthermore, the reliability test results showed a Cronbach's Alpha calculation of 0.988, indicating that the SCCR instrument has very high reliability (α > 0.9). The paired t-test results for the SCCR questionnaire showed a T-value of 10.154 with a probability of 0.001 (p < 0.001), a T-value of 9.795 for cholesterol levels with a probability of 0.001 (p < 0.001), and no significant changes in blood pressure with a T-value of -0.037 (p > 0.971). Conclusion: Early detection of psychosocial issues in cardiovascular disease based on local wisdom is effective in reducing the risk of cardiovascular disease in the Dayak community in Central Kalimantan, particularly through the provision of educational modules and changes in cholesterol levels. Suggestion: Healthcare institutions should integrate local cultural approaches into public health education programs.   Keywords: Cardiovascular Risk; Dayak Tribe; Early Detection; Local Wisdom.   Pendahuluan: Angka kejadian penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman di dunia dan diperkirakan semakin meningkat hingga 23.3 juta pada tahun 2030. Di wilayah Kalimantan Tengah, masyarakat suku Dayak memiliki karakteristik unik dalam pola makan mereka yang berpotensi memengaruhi risiko kardiovaskular, misalnya mengonsumsi daging tinggi lemak, olahan pakasem dan wadi yang tinggi garam, serta makanan berfermentasi. Tujuan: Untuk mengembangkan dan mengevaluasi model deteksi dini masalah psikososial pada penyakit kardiovaskular berbasis kearifan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain action research. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Kecamatan Sebangau Kuala dengan sample sebanyak 88 partisipan. Modul keperawatan diujikan dalam satu sesi dengan waktu 15-20 menit. Tingkat risiko kardiovaksular diukur menggunakan Socio-Cultural Cardiovascular Risk Assessment (SCCR), pengukuran kadar kolesterol serta tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Kearifan lokal yang diteliti berupa culture, pola, dan kebiasaan makan. Hasil: Berdasarkan uji validitas, 20 item pertanyaan dalam kuesioner valid dengan hasil r hitung > r table (0.198) hitung 0.198. Nilai korelasi antara masing-masing pernyataan dengan total skor menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan (p-value < 0.05), sehingga setiap item berkontribusi terhadap konstruksi yang diukur. Selanjutnya, hasil uji reliabilitas menunjukkan perhitungan Cronbach’s Alpha sebesar 0.988 menunjukkan bahwa instrumen SCCR memiliki reliabilitas yang sangat tinggi (α > 0.9). Hasil uji paired t-test kuesioner SCCR menunjukkan nilai T 10.154 dan probabilitas 0.001 (p<0.001), nilai T kadar kolesterol sebesar 9.795 dan probabilitas 0.001 (p<0.001), dan tidak terdapat perubahan signifikan pada tekanan darah dengan nilai T -0.037 dan (p>0.971). Simpulan: Deteksi dini masalah psikososial pada penyakit kardiovaskular berbasis kearifan lokal efektif dalam menurunkan tingkat risiko penyakit kardiovaskular pada masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah, terutama untuk pemberian edukasi menggunakan modul dan perubahan nilai kadar kolesterol. Saran: Institusi pelayanan kesehatan, sebaiknya mengintegrasikan pendekatan budaya lokal dalam program edukasi kesehatan masyarakat.   Kata Kunci: Deteksi Dini; Kearifan Lokal; Risiko Kardiovaskular; Suku Dayak.
Pengaruh Perawatan Aktivitas Dukungan Spiritual dengan Tingkat Kecemasan dan Depresi pada Pasien Kanker Stadium Lanjut Ariyanti, Nanda Putri; Pribadi, Dimas Ria Angga
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 03 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i03.1406

Abstract

Kanker menjadi masalah kesehatan masyarakat di tingkat global maupun nasional. Pasien kanker sering kali menghadapi masalah seperti kecemasan dan depresi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas dukungan spiritual (spiritual support activity) berupa memfasilitasi salat dan mengaji terhadap tingkat kecemasan dan depresi pada pasien kanker stadium lanjut di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan kelompok kontrol dan intervensi. Sampel yanng digunakan sebanyak 50 pasien kanker stadium lanjut dipilih menggunakan teknik convinience sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 25 orang. Intervensi yang diberikan berupa memfasilitasi salat dan mengaji selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran tingkat kecemasan dan depresi dilakukan menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) sebelum dan sesudah intervensi. Tingkat kecemasan pada partisipan menurun dari 76% menjadi 8%, dan tingkat depresi menurun dari 64% menjadi 8%, sehingga menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan dan depresi pada kelompok intervensi dibanding kelompok kontrol. Aktifitas dukungan spiritual membantu pasien memperoleh ketenangan batin, mengurangi rasa takut dan kegelisahan, serta meningkatkan harapan hidup. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan aktivitas spiritual sebagai bagian dari perawatan holistik untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien kanker stadium lanjut.
Hubungan Pengatahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Kejadian Gagal Ginjal Kronis: Studi Kasus di RSUD Dr.Moewardi Surakarta Ameliya Dewi Anjani; Dimas Ria Angga Pribadi
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 03 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i03.1428

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang meningkat setiap tahun. Pengetahuan dan sikap seringkali menjadi faktor yang meningkatkan angka kematian,sehinga penlitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan kejadian gagal ginjal kronis di RSUD Dr.Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan pada 153 responden pasien dengan riwayat hipertensi di RSUD Dr. Moewardi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Dari Analisis data didapatkan hasil mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (66,7%), berusia 46–55 tahun (54,2%), dan berpendidikan SMA/SMK (43,1%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara pengetahuan dan sikap (r=0,323; p=0,000), pengetahuan dan perilaku (r=0,463; p=0,000), serta sikap dan perilaku (r=0,503; p=0,000) maka p < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan,sikap,dan perilaku pencegahan kejadian gagal ginjal kronis. Pengetahuan yang baik berhubungan dengan sikap positif, dan keduanya berkaitan dengan perilaku pencegahan gagal ginjal kronis. Intervensi kesehatan dapat dipertimbangkan untuk meningkatan pengetahuan dan penguatan sikap positif, mengingat keduanya memiliki keterkaitan dengan perilaku pencegahan, meskipun arah hubungan tidak dapat dipastikan dalam penelitian ini.
Peningkatan Kapasitas Kader dalam Mewujudkan Masyarakat Bebas DHF (Dengue Haemoragic Fever) di Desa Cemani Ekan Faozi; Dimas Ria Angga Pribadi; Fadilah Rolavi Jannah; Fatikhah Izzatul Khusna
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4100

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an acute infectious disease caused by the dengue virus which is transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito and enters human blood. Data on DHF sufferers in Dukuh Waringinrejo in RW 20 Gang Elang 2. Information from the village midwife obtained 5 DHF sufferers, 3 children and 2 adults. The purpose of this activity is to find out if there is an increase in the knowledge of posyandu cadres, especially RW 19 and 20 Dukuh Waringinrejo, Cemani Village in preventing DHF through counseling to posyandu cadres. Posyandu Nusa Indah 15 is the location for implementing counseling which is located in Dukuh Waringinrejo. The number of participants in counseling on prevention of DHF was 15 posyandu cadres. The method used in carrying out community service activities is in the form of counseling about DHF with the target of posyandu cadres RW 19 and 20 Dukuh Waringinrejo, Cemani Village. The intervention was carried out using the lecture method and using educational videos about DHF. The activity instrument was in the form of pre-test and post-test questionnaires. From the results of the average pre-test and post-test values, it can be concluded that there is an increase in knowledge of posyandu cadres after counseling is held.