Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Semiotika dan Resepsi Visual dalam Rebranding Logo Halal MUI Varlina, Vivi; Permatasari, Mutiara
Jurnal Komunikasi Global Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v14i1.44753

Abstract

Logo halal baru yang diperkenalkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggantikan logo sebelumnya dengan tujuan memperkuat sistem jaminan halal di Indonesia. Desain ini mengintegrasikan elemen budaya lokal, seperti gunungan wayang dan motif batik lurik, untuk memperkuat identitas halal Indonesia yang lebih khas dan kompetitif di pasar global. Penelitian ini menganalisis rebranding logo halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui pendekatan semiotik dan resepsi visual. Kajian ini menganalisis makna simbolik dalam elemen visual logo serta respons masyarakat terhadap perubahan tersebut. Data diperoleh melalui dokumentasi, wawancara dengan lima informan yaitu dosen, mahasiswa, pengusaha, praktisi serta pihak yang mengatur penggunaan logo halal, dan studi pustaka terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual logo baru memuat makna religius dan budaya yang terintegrasi dalam satu sistem tanda yang harmonis. Sementara dari analisis resepsi visual ditemukan bahwa logo baru memperoleh respons positif, terutama karena tampilannya yang profesional dan mudah dikenali, meskipun masih diperlukan sosialisasi lanjutan untuk memperjelas makna simboliknya. Studi ini memberikan wawasan strategis tentang dinamika rebranding logo halal serta rekomendasi untuk optimalisasi komunikasi visual dalam sistem jaminan halal nasional.The new halal logo introduced by the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH) replaces the previous one with the aim of strengthening the halal assurance system in Indonesia. The design incorporates local cultural elements, such as the wayang gunungan and lurik batik motifs, to reinforce a more distinctive and competitive Indonesian halal identity in the global market. This study analyzes the rebranding of the halal logo of the Indonesian Ulama Council (MUI) through a semiotic and visual reception approach. It examines the symbolic meanings embedded in the visual elements of the logo as well as public responses to the change. Data were collected through documentation, interviews with five informants, including a lecturer, a student, a business owner, a practitioner, and a representative from the institution responsible for regulating the use of the halal logo, and a review of related literature. The findings show that the visual elements of the new logo convey both religious and cultural meanings, integrated into a harmonious sign system. Meanwhile, the visual reception analysis reveals that the new logo received a positive response, mainly due to its professional appearance and recognizability, although further socialization is needed to clarify its symbolic meanings. This study provides strategic insights into the dynamics of halal logo rebranding and offers recommendations for optimizing visual communication within the national halal assurance system.
REPRESENTASI VISUAL DAN RELASI KUASA BUDAYA TATO PADA MASYARAKAT BALI Varlina, Vivi; Yani, Ni Luh Made
Wacadesain Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v3i2.884

Abstract

Tato merupakan salah satu budaya populer yang berkembang pesat di Pulau Bali. Meskipun cukup masif dan diminati, budaya tato mengalami komodifikasi, standardisasi, dan modifikasi dalam nilai-nilai dan pengetahuan. Dengan pendekatan cultural studies, peneliti mengeksplorasi pandangan masyarakat Bali terhadap tato, serta bagaimana representasi visual dan relasi kuasa disematkan diantaranya. Penelitian ini memanfaatkan studi literatur dan wawancara mendalam. Studi menemukan bahwa budaya tato tidak hanya memiliki representasi visual yang khas, tetapi juga mengandung nilai-nilai yang dikonstruksi secara produktif serta divalidasi dalam struktur sosial masyarakat. Pemakai tato meletakkan aspek subjektivitas dan identitas pada desain tato yang ditampilkan.
ETIKA DAN ESTETIKA VISUAL PADA LUKISAN THE CREATION OF ADAM Varlina, Vivi; Ambarwati, Angela Claudia Dian; Nderas, Theodorikus Sinawil
Wacadesain Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v5i1.1578

Abstract

The Creation of Adam adalah salah satu lukisan religi Gereja Katolik yang terletak di Kapel Sistina, Vatikan. Meskipun diakui oleh gereja sebagai karya seni religi, Lukisan Fresco karya Michelangelo ini pada awalnya menuai kontroversi. Perdebatan bermula dari kalangan internal Gereja Katolik yang mengatakan bahwa lukisan tersebut tidak layak diterima karena dianggap bertentangan dengan nilai etika dan moral keagamaan. Studi ini membedah lukisan The Creation of Adam dalam kajian budaya dengan pendekatan resepsi dan etika visual. Hasil analisis menjelaskan bahwa lukisan The Creation of Adam yang berkisah mengenai penciptaan Adam dalam Alkitab diwujudkan oleh sang pelukis dalam karya yang autentik. Lukisan dikreasikan dengan mengelaborasi pesan mengenai penciptaan awal manusia dan estetika masa Renaisans.
ANALISIS SEMIOTIKA DAN RESEPSI VISUAL DALAM TRANSFORMASI IDENTITAS LOGO VANS OFF THE WALL Andrianto, Alan; Varlina, Vivi; Leonard, Muhammad Alfarizi
Wacadesain Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v5i1.1579

Abstract

Logo adalah tanda grafis atau simbol yang digunakan untuk mewakili perusahaan, organisasi, atau produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika untuk mengungkap makna dari elemen-elemen visual pada logo VANS Off the Wall dalam mengkomunikasikan nilai dan citra mereknya kepada konsumen. Penelitian ini menerapkan metode analisis visual terhadap perubahan desain logo VANS dari waktu ke waktu, dengan fokus pada tipografi, warna, dan elemen-elemen lainnya. Studi menemukan bahwa logo VANS Off the Wall menjadi simbol kreativitas, kebebasan, dan semangat bagi konsumen. Implikasi desain dan branding dalam studi ini memberikan wawasan baru bagi praktisi desain komunikasi visual mengenai pentingnya peran dan dampak logo terhadap citra merek.
MEASURING POSITIONING “NUSANTARA” : BRAND ANALYSIS OF EAST KALIMANTAN AS NEW CAPITAL CITY OF INDONESIA Varlina, Vivi; Netti Anjelina
Jurnal Komunikasi & Media Digital Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Komunikasi & Media Digital
Publisher : Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70611/jkmd.v1i1.6

Abstract

The relocation of the capital city of Indonesia from Jakarta to East Kalimantan has always attracted attention. Although this has been decided through a long democratic process, this relocation still brings pros and cons in society. Within the framework of economic transformation, realizing prosperity and equitable development, the Government of Indonesia is moved to answer this challenge. However, does this relocate have any urgency, especially since Indonesia has just recovered from the impact of the Covid-19 pandemic? Then how about building a new modern capital city with complete facilities, but still preserving nature and the environment? This research was conducted using a descriptive quantitative approach. Conceptualization is emphasized on the positioning and branding of East Kalimantan by referring to current conditions, as well as the utilization of existing resources in order to reach the ideal condition of the capital city. In this context, the government public relations has a strategic role in measuring people's aspirations, as well as campaigning for a city branding blueprint for the new capital city.
Analisis Film Midsommar Berdasarkan Perspektif Estetika Media dan Etika Visual Varlina, Vivi; Syauqiyah, Putri Kaila
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i1.3964

Abstract

Film Midsommar adalah film bergenre horor yang disutradarai oleh Ari Aster. Film ini ditundapenayangannya di Indonesia karena harus melewati berbagai ketentuan sensor dari Lembaga Sensor Film. Berbeda dari film bergenre horor pada umumnya yang memiliki pencahayaan gelap dansuram, Midsommar menyematkan elemen-elemen visual yang cerah dan terkesan ceria. Penelitianini bertujuan untuk mengungkap alasan dibalik pelarangan penayangannya di Indonesia berdasarkandisiplin ilmu desain komunikasi visual, khususnya dalam perspektif estetika media dan etika visual.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan observasi film Midsommar, dengan pendekatan komunikasi visual dan estetika media digunakan untukmenggali aspek-aspek visual yang membuat visual film Midsommar menjadi unik. Hasil penelitianini menjelaskan narasi psikologis yang terbangun dalam film ini tidak terlepas dari elaborasi unikelemen-elemen visual, framing, dan teknik pengambilan gambar. Berdasarkan hasil penelitian jugaditemukan bahwa film Midsommar menekankan genre horor pada tekanan emosi audiens yang disampaikan melalui estetika visual. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan estetikayang tidak konvensional dalam genre horor dapat mempengaruhi persepsi dan penerimaan penontonsecara signifikan. Selain itu, studi ini memberikan wawasan penting mengenai pentingnya mempertimbangkan aspek estetika dan etika visual dalam proses penyensoran film.
Peningkatan Kesadaran dalam Pengelolaan Rantai Pasok yang Komunikatif dan Berwawasan Lingkungan Melalui Sosialisasi pada Komunitas Nelayan di Teluk Aru, Kalimantan Selatan Vikaliana , Resista; Musfirowati Hanika , Ita; Varlina, Vivi; Anggiane Iskandar, Yelita; Nurhadi Purwanto , Elan; Mulyasari , Farah; Kusumawardhana , Indra; Ichlas El Qudsi, Mohammad; Marhaen Pratopo , Wahyudi; Morissan, Morissan; Nur Ahadi, Muhammad
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v8i3.4103

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini digagas dalam rangka membantu para nelayan di wilayah yang termasuk paling rentan terdampak perubahan iklim, yaitu di Teluk Aru, Provinsi Kalimantan Selatan. Perubahan iklim diketahui berpengaruh secara signifikan pada kehidupan laut terlebih lagi pada komunitas nelayan pesisir. Peningkatan suhu dan pengasaman yang tiba-tiba dapat menyebabkan hilangnya habitat dan spesies laut. Pergeseran arus laut dan pemanasan air mengubah distribusi persediaan ikan dan mengubah struktur ekosistemnya sehingga memengaruhi hasil tangkapan ikan nelayan. Dalam beberapa waktu belakangan, produksi ikan tangkap di wilayah Teluk Aru mengalami penurunan yang salah satunya diakibatkan oleh perubahan iklim. ondisi ini memotivasi diinisiasinya kegiatan PkM di Teluk Aru. Semua pihak perlu terlibat untuk memastikan stabilitas bahkan peningkatan hasil ikan tangkap di Teluk Aru. Dari sudut pandang logistik dan rantai pasok, manajemen persediaan dan pengemasan hasil ikan tangkap perlu ditingkatkan demi memastikan pasokan yang sesuai dengan permintaan di hilir. Selain itu, aspek teknis ini perlu dibarengi dengan komunikasi yang efektif yang berwawasan lingkungan mengingat dinamika nelayan dalam komunitas, perlu dikelola dengan baik sehingga secara sosial, semua pemangku kepentingan mendapatkan manfaat terbaik dari sumber daya yang mereka miliki dan rawat bersama, tidak hanya untuk masa sekarang namun juga di masa mendatang sehingga aspek sustainability menjadi tidak terpisahkan.
The Faint Sound of the Coast: A Study of the Adaptation of Aru Bay Fishers to Climate Change through the Sustainable Livelihood Framework Approach Hanika, Ita Musfirowati; Syamtar, Ilham Ayatullah; Varlina, Vivi; Vikaliana, Resista; Ahadi, Muhammad Nur; Mulyasari, Farah
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 1 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Octob
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i1.5500

Abstract

Climate change has had a significant impact on the sustainability of coastal communities, particularly small-scale fishers who depend on the stability of marine ecosystems for their livelihoods. This study aims to understand the forms of adaptation undertaken by fishing communities in Aru Bay, South Kalimantan, and examine how these adaptations relate to existing institutional support and policy frameworks. Using a qualitative case study approach and analysis based on the Sustainable Livelihood Framework (SLF), this study explores ive forms of livelihood capital human, social, natural, physical, and financial that shape fishers’ adaptation strategies. Data were obtained through in-depth interviews with nine key informants, including active fishermen, fishermen's families, and the local village head. The results show that fishermen's adaptation process occurs autonomously and is heavily influenced by local experiences, social relations, and their interpretations of seasonal changes and extreme weather. Adaptation occurs through adjusting fishing times and locations, diversifying income, and establishing informal social networks. However, limited access to technology, financing, and social protection remains a significant barrier. These findings are expected to form the basis for developing more contextual and inclusive policies in response to the challenges of climate change in the small-scale fisheries sector
Privacy Crisis on Instagram: a Factor Analysis Approach on Motivation Behind Privacy Disclosure in Adolescents Varlina, Vivi; Duma, Thesalonika Lefanya Kara
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2022): June 2022 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v7i1.613

Abstract

Instagram is one of the most preferred social media platforms in Indonesia. Based on the survey, Instagram users in Indonesia are dominated by teenagers aged between 18 and 24 years. Instagram is used by teenagers as a medium to create self-image, show existence, and do self- disclosure. The disclosure of privacy by teenagers is very risky and has negative impacts, such as provocation, data manipulation, and other cybercrime. This study aims to confirm the factors that motivate teenagers to disclose personal information on Instagram. By using communication privacy management theory and quantitative methodology, this research found interesting insights. Researchers surveyed 100 Instagram users who use public mode accounts. Through a series of factor analyses it was found that out of 17 indicators of the 7 main motivational factors formulated in the initial research framework, only 15 indicators were valid because the significance value of the other 2 indicators did not meet the requirements. These 15 indicators formed 6 new motivational main factors that influence teenagers to disclose their personal information on Instagram. These factors are self-presentation, information storage, emotional support, relationship development, entertainment, and information sharing. This finding also confirmed the novelty of the research that there are some similarities and differences in the factors that motivate Instagram users and Facebook users when disclosing their personal information on both social media platforms.
Pemberdayaan Ekonomi Melalui Budidaya Ikan Lele Budikdamber Dan Pemasaran Digital Whatsapp Di Desa Cipayung Jaya Sofia, Evi; Varlina, Vivi; Kusumawati, Fiska; Oktaviani, Ajeng; Pranyoto, Suhari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v6i1.223

Abstract

Budidaya perikanan berbasis komunitas berpotensi memperkuat mata pencaharian pedesaan melalui kewirausahaan inklusif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi lokal dengan memperkenalkan budidaya ikan lele (Clarias sp.) berkelanjutan menggunakan metode budikdamber (budidaya berbasis ember) yang dikombinasikan dengan pendekatan berbasis posyandu dan pemasaran digital menggunakan Whatsapp Business di Desa Cipayung Jaya. Dengan menggunakan pendekatan penilaian partisipatif pedesaan (PRA) yang melibatkan 40 peserta, dan terdiri dari peternak ikan, relawan pos kesehatan masyarakat, dan penduduk setempat; para peserta menerima pelatihan tentang budidaya ikan lele berkelanjutan dan pemasaran online. Kami mengumpulkan data melalui kuesioner dan wawancara untuk menilai kepuasan, peningkatan pengetahuan, dan rencana implementasi. Hasil menunjukkan kepuasan peserta yang tinggi (skor rata-rata ~4,5/5) pada semua aspek pelatihan, dengan peningkatan signifikan dalam pengetahuan teknis. Pasca pelatihan, peserta melaporkan tingkat kelangsungan hidup rata-rata ikan lele >90% dan hasil produksi sekitar 20–25 kg per unit dalam waktu 3,5–4 bulan. Terbentuknya kelompok petani “Lele Mandiri” juga ternyata mampu meningkatkan produksi kolektif, pemasaran, dan sebagai alat untuk pertukaran informasi. Integrasi WhatsApp Business telah membantu memperluas akses pasar dan memudahkan peserta untuk melakukan penjualan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model terintegrasi ini secara efektif mampu meningkatkan kapasitas komunitas dan keberlanjutan sosial bagi para peserta. Sehingga para peserta dapat meningkatkan peluang pendapatan, sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial dan pembangunan komunitas yang berkelanjutan.