Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perbandingan Penafsiran Tentang Keluarga Bahagia Dalam Tafsir Ibnu Katsir Dan Tafsir Al-Azhar sutarjo, hanafa; N.R, Arif Firdausi; Saputra, Akhmadiyah
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2024): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol22.2024.207-225

Abstract

Dalam kehidupan manusia, keluarga merupakan hal yang sangat penting, karena keluarga merupakan tempat pertama manusia mendapatkan pendidikan dan pelajaran dalam menghadapi kehidupannya. Dari keluarga akan terbentuk masyarakat, bangsa, dan negara. Dari keluarga juga akan terbentuk umat dan tegaknya masyarakat islam.Untuk itu, adanya ketenangan, keharmonisan, dan kasih sayang dalam kehidupan suami istri sangat penting. Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an, sebagaimana yang tercantum dalam surah Ar-Rum ayat 21, bahwa tujuan sebuah keluarga adalah agar terciptanya suasana, dan keadaan yang harmonis, dan agar terciptanya rasa kasih sayang dan ketenangan. Hal ini sering kita dengar sebagai ungkapan sakinah mawaddah wa rahmah. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa seiring perkembangan zaman dan teknologi, menciptakan keluarga bahagia tidak semudah membalik telapak tangan. Kebahagiaan akan bergantung dengan cara pandang yang di gunakan. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran keluarga sakinah atau lebih spesifik kita sebut keluarga bahagia menurut Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian pustaka. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan perbandingan penafsiran tentang keluarga bahagia dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar. Menurut tafsir Ibnu Katsir keluarga bahagia merupakan keluarga yang memiliki rasa ketenangan, ketentraman, ketetapan hati, kemudian perantara kebahagiaan bisa dicapai dengan hadirnya seorang anak. Sementara, pandangan tafsir al-Azhar mengenai keluarga bahagia dengan hadirnya ketenangan setiap anggota individu keluarga sehingga rasa ketentraman di dunia dicapai dengan rasa memikul keadaan bersama-sama.
Azab Penghuni Neraka dalam Al-Qur’an Menurut Tafsîr Al-Marâghî Karima, Litakuna; Amrulloh, Muhamad; Saputra, Akhmadiyah
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.161

Abstract

This research examines of punishment in hell according to Ahmad Musthafa al-Maraghi. Tafsir Maraghi, as one of the contemporer exagesis known for its explicit and in-depth approach to the Quran, provides valuable insights into this theme. This research aims to analyze the concept of hell punishment for its dwellers according to Tafsir Maraghi, focusing on the interpretation of relevant Quranic verses. The analysis results indicate that Tafsir Maraghi emphasizes the consequences of evil deeds in human life and their consequences in the hereafter, namely the punishment of hell. This punishment is severe and inevitable for those who commit sins and do not repent. Tafsir Maraghi also describes various forms of punishment experienced by the dwellers of hell, such as the torment of fire and the torment of boiling water, and emphasizes the importance of avoiding sinful acts and repenting to Allah as an efforts to avoid such punishment. This research is expected to contribute to a deeper understanding of the punishment in hell for its dwellers in Islam, particularly through the perspective of Tafsir Maraghi. The findings of this research are also expected to serve as a useful reference for academics, researchers, and practitioners interested in the conciseness of exegesis and Islamic studies
Konsep Keberkahan Al-Qur’an Perspektif Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad Ridhwanul Haq, Dzulfikar; Sulthoni, Akhmad; Saputra, Akhmadiyah
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i1.237

Abstract

Al-Qur’an diyakini sebagai kitab suci yang penuh keberkahan oleh umat Islam, Akan tetapi seringkali pemanfaatannya terbatas pada aspek ritual dan tradisi. Banyak umat cenderung hanya membacanya pada momen-momen tertentu. Keberkahan Al-Qur’an sebenarnya jauh lebih luas dari sekadar dibaca sebagai ritual. Namun, pemahaman mendalam tentang isi Al-Qur’an ini seringkali kurang difahami dengan baik oleh masyarakat.. Penelitian ini membahas konsep Keberkahan Al-Qur’an melalui analisis karya Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad berjudul "Keberkahan Al-Qur’an: Memahami Tema-tema Penting Kehidupan dalam Kitab Suci". Studi ini bertujuan untuk memahami makna dan implementasi Keberkahan Al-Qur’an dalam konteks kehidupan modern. Menggunakan metodologi studi kepustakaan, penelitian ini berfokus pada dua aspek utama: pemahaman Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad tentang makna Keberkahan Al-Qur’an dan Bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad mampu menjembatani kedalaman makna Al-Qur’an dengan realitas kontemporer, menyajikan pemahaman yang aplikatif dan bermakna. Beliau menekankan implementasinya mencakup pemahaman Al-Qur’an yang kontekstual, penerapan nilai-nilai sosial, pendekatan kritis terhadap isu-isu modern, pemahaman tematik, relevansi dalam kehidupan sehari-hari, peningkatan literasi Qur'an, pengembangan karakter, dan dorongan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Pendekatan multidimensi ini tidak hanya memperdalam pemahaman spiritual, tetapi juga mendorong perkembangan sosial, intelektual, dan moral masyarakat, menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup yang dinamis dan relevan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern
Bahaya Sihir Dalam Al Qur’an (Studi Penafsiran Ayat-Ayat Tentang Bahaya Sihir Dalam Tafsir Sya’rawi) Wisnu Rahman, Muhammad; Sulthoni, Akhmad; Saputra, Akhmadiyah
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i2.246

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana penafsiran tentang bahaya sihir dalam Tafsir Sya’rawi karya Syaikh Mutawalli Asy-Sya`râwî. Hal ini penting karena sihir merupakan perbuatan dosa besar yang masih menyebar di tengah-tengah masyarakat, dan dapat mengakibatkan seseorang menjadi kufur serta menjerumuskannya ke jurang kebinasaan. Penelitian ini memfokuskan kajiannya mengenai penafsiran ayat-ayat tentang bahaya sihir dalam Tafsir Sya’rawi dan bagaimana sikap seorang muslim terhadap bahaya sihir dalam Tafsir Sya’rawi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian perpustakaan (Library Reseach), maka penulis merujuk kepada Al-Qur’an Al-Karim, hadis-hadis Rasulullah Saw, dan Tafsir Sya’rawi sebagai data primer. Kemudian didukung oleh data dari literatur yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Setelah dilakukan penelitian maka sebagai hasil dari kajian ini adalah pandangan Syaikh Mutawalli Asy-Sya`râwî bahwa sihir hanyalah khayalan & tipuan saja bukan kemampuan untuk merubah sesuatu. Beliau pun menjelaskan bahwa sihir adalah ilmu meminta pertolongan oleh manusia kepada setan. Beliau memperingatkan kita bahwa sihir tidak akan mendatangkan apapun kecuali keburukan, kefakiran & laknat Allah subhanahu wa ta’ala, serta menjadikan orang tersebut kafir dan baginya neraka bila tidak bertobat diakhir hidupnya. Maka sikap yang semestinya kita ambil terhadap bahaya sihir ini yaitu mempercayai bahwa bahaya sihir ini memang benar adanya, berhati-hati dari para dukun/orang pintar/penyihir dan sebagainya, mengetahui bahwa bahaya sihir ini adalah ujian buat manusia, menjauhinya karna bahayanya yang besar dan tidak ada manfaat, serta segera bertaubat bila pernah melakukannya.