Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

LITERATURE REVIEW : POTENSI TANAMAN OBAT SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN DIABETES Irfan, Nawwar; Sriyana Nathwa, Yuningsih; Agustina Naibaho, Elonita; Sabrinaya, Sabrinaya; Delta Van Basten, Nico
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.321

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Penggunaan obat antidiabetes sintetik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta keterbatasan akses dan biaya, sehingga pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi alternatif menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tanaman obat sebagai alternatif pengobatan diabetes melitus berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel ilmiah nasional dan internasional melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel yang dianalisis merupakan publikasi lima tahun terakhir yang melaporkan aktivitas antidiabetes tanaman obat melalui uji in vitro, in vivo, maupun in silico. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat, seperti daun jambu biji, daun bidara, daun cengkeh, brotowali, daun seledri, daun ganitri, dan kulit bawang merah, memiliki aktivitas antidiabetes yang signifikan. Aktivitas tersebut berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan polifenol yang bekerja melalui mekanisme penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase, peningkatan sensitivitas insulin, serta perbaikan struktur sel β pankreas. Beberapa ekstrak tanaman bahkan menunjukkan efektivitas yang sebanding atau lebih tinggi dibandingkan obat standar seperti metformin dan acarbose. Dengan demikian, tanaman obat berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai terapi alternatif diabetes melitus yang lebih aman, ekonomis, dan mudah diakses.