Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat: Produksi Lilin Minyak Jelantah dan Puding Bergizi Bebas Stunting di Desa Ngrombo Jawa Tengah Solo Firdaus, Raden Muhammad Jabal; Nurcholis, Ivan Achmad
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i1.752

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat oleh KKN MAS Kelompok 24 di Desa Ngrombo mencakup pengolahan minyak jelantah menjadi lilin dan pembuatan puding bergizi bebas stunting sebagai upaya untuk mengatasi tantangan kesehatan, lingkungan, dan ekonomi yang dihadapi masyarakat setempat. Analisis situasi menunjukkan tingginya jumlah limbah minyak jelantah, prevalensi stunting pada anak-anak, serta terbatasnya peluang ekonomi sebagai tantangan utama di desa ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan kembali minyak jelantah, memperbaiki asupan gizi anak-anak, serta memperkenalkan solusi ekonomi kreatif. Program ini dilaksanakan dengan metode partisipatif, di mana masyarakat mengikuti pelatihan pembuatan lilin dari minyak jelantah, pengenalan konsep ekonomi kreatif, serta demonstrasi cara memasak puding bergizi berbasis daun kelor untuk mendukung pola makan sehat. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daur ulang minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi, peningkatan keterampilan dalam produksi lilin yang berpotensi menjadi peluang usaha baru, serta perbaikan asupan gizi anak-anak yang berkontribusi pada pengurangan risiko stunting. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat membantu mendorong kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan dalam menjaga kesehatan dan lingkungan. Kesimpulannya, sinergi antara inisiatif ekonomi kreatif, kesadaran lingkungan, dan upaya peningkatan gizi terbukti efektif dalam mendukung tujuan kesehatan, keberlanjutan, dan pembangunan ekonomi di desa ini.
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS IN THE CHILDREN’S BOOK TITLED THE LORAX BY DR. SEUSS Lestari, Fetri Novita Indah; Nurcholis, Ivan Achmad
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.40348

Abstract

Tindak tutur sangat penting dalam bahasa karena memungkinkan seseorang untuk melakukan tindakan melalui ucapan atau ujaran. Hal ini sangat penting dalam menganalisis buku cerita anak-anak, seperti yang ditulis dalam bahasa Inggris internasional, di mana pemahaman tentang tindak tutur dapat memberikan tantangan bagi pembaca dan penulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi komunikasi dalam berbagai konteks dengan menganalisis tindakan yang dilakukan melalui bahasa. Dengan mengacu pada kerangka kerja tindak tutur seperti yang didefinisikan oleh (J.L Austin, 1962), penelitian ini menyelidiki komponen dan jenis tindak tutur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan tabel observasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: 1) komponen utama tindak tutur adalah Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi; 2) tindak tutur yang paling sering digunakan adalah tindak ilokusi, termasuk jenis Asertif, Direktif, Komisif, Ekspresif, dan Deklaratif; dan 3) struktur tindak tutur pada umumnya sederhana. Komponen, jenis, dan struktur ini memberikan wawasan yang berharga untuk memahami dan menganalisis komunikasi dalam bahasa, terutama dalam sastra anak. Penelitian ini menekankan pentingnya penguasaan elemen-elemen tindak tutur ini untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
ANALYSIS OF SOCIAL CLASS CONFLICT AND SOCIAL INJUSTICE IN THE NOVEL ROBIN HOOD: CONTESTING INEQUALITY AND PERSUING JUSTICE Veronica, Tiara; Nurcholis, Ivan Achmad
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.40578

Abstract

Penelitian ini menganalisis konflik kelas sosial dan ketidakadilan sosial dalam novel Robin Hood: Contesting Inequality and Pursuing Justice. Novel ini menggambarkan ketimpangan sosial melalui perjuangan Robin Hood melawan struktur politik yang korup dan menindas. Dengan menggunakan pendekatan teori sosial seperti Marxisme dan pandangan Weber, analisis ini mengidentifikasi konflik antara kelas atas yang diwakili oleh Prince John dan Sheriff of Nottingham, dan kelas bawah yang dimanifestasikan dalam kelompok Robin Hood. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakadilan sosial dalam novel tercermin melalui dominasi ekonomi dan ideologi oleh elit, serta pengabaian hak-hak masyarakat marginal. Robin Hood tidak hanya merepresentasikan perlawanan terhadap eksploitasi ekonomi, tetapi juga simbol perjuangan ideologis melawan norma yang memperkuat hierarki sosial. Metode analisis isi digunakan untuk menggali elemen politik dan ketidakadilan sosial dalam cerita, yang memperlihatkan kesenjangan kekuasaan dan sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema perlawanan dalam novel ini relevan untuk memahami dinamika konflik sosial-politik kontemporer, serta pentingnya solidaritas dan reformasi struktural dalam mencapai keadilan sosial. Temuan ini menegaskan peran sastra sebagai alat kritis untuk menyoroti ketidaksetaraan sosial dan mendorong perubahan.
THE EFFICACY OF WRITTEN CORRECTIVE FEEDBACK IN IMPROVING ENGLISH FOREIGN LANGUAGE UNIVERSITY STUDENTS’ WRITING Febrian, Revo Aditama; Nurcholis, Ivan Achmad
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.43109

Abstract

This study investigates the efficacy of written corrective feedback (WCF) in enhancing the writing skills of university students learning English as a Foreign Language (EFL). The study aims to determine the overall effectiveness of WCF, identify the most beneficial types, and explore students' perceptions and attitudes towards receiving WCF. Existing research predominantly focuses on short-term impacts, neglecting long-term effects and individual differences such as learning styles and motivation, particularly in non-Western educational settings. Addressing these gaps could lead to more effective and personalized feedback strategies. The study employs a survey design to collect data from sixth-semester students in the Scientific Writing class at Muhammadiyah University of Bengkulu. Participants were selected using purposive sampling. The questionnaire, developed through a thorough literature review and expert consultations, was divided into five sections to ensure comprehensiveness and relevance. The findings indicate that students perceive WCF as effective in improving various aspects of their writing skills, particularly appreciating clear and specific feedback. Despite some challenges such as variability in feedback frequency and individual differences, students reported high satisfaction with the detailed and constructive nature of the feedback. The study concludes that WCF significantly enhances EFL students' writing proficiency, emphasizing the importance of personalized, timely, and accessible feedback. Future research should explore the long-term effects of WCF and the potential of technology in delivering effective feedback.
DEIXIS ANALYSIS IN SOCIAL MEDIA X (TWITTER) POSTS ON GENOCIDE Citra, Nindia Dwi; Nurcholis, Ivan Achmad
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.43297

Abstract

Di era digital, media sosial menjadi platform utama dalam membentuk opini publik terkait isu global, termasuk genosida. Diskusi mengenai genosida di X (sebelumnya Twitter) sering kali bersifat kontekstual dan kompleks, sehingga dapat menimbulkan tantangan dalam interpretasi pesan. Deiksis, sebagai konsep pragmatik, berfungsi menghubungkan bahasa dengan konteks untuk mengurangi ambiguitas dalam komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan deiksis dalam unggahan X terkait genosida guna memahami bagaimana pesan disampaikan dan ditafsirkan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan tabel observasi checklist berdasarkan teori deiksis Levinson (1983). Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis tempat (33%) dan deiksis personal (30%) merupakan jenis deiksis yang paling dominan, menandakan bahwa lokasi dan identitas memainkan peran sentral dalam wacana genosida di media sosial. Selain itu, ditemukan pula deiksis waktu (16%), deiksis sosial (9%), dan deiksis wacana (12%), yang turut berkontribusi dalam membangun makna kontekstual. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan deiksis berperan penting dalam menjaga kejelasan komunikasi. 
COMMUNITY SERVICE PROGRAM ON DEVELOPING DIGITAL ENGLISH TEACHING MODULES INTEGRATING LOCAL WISDOM FOR ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS IN KEPAHIANG REGENCY: Community Service Program on Developing Digital English Teaching Modules Integrating Local Wisdom for Elementary School Teachers in Kepahiang Regency Nurcholis, Ivan Achmad
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol. 8 No. 02 (2025): Vol. 08 No. 02 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/.v8i02.132811

Abstract

The community Service Program (PkM) aims to enhance the capacity of elementary school teachers in Kepahiang regency in developing digital English teaching modules that incorporate elements of local wisdom. this program is motivated by the limited availability of contextual teaching materials and the need to strengthen teachers’ digital literacy to support English instruction at the elementary level. the method employed involves participatory training through several stages, including needs assessment, workshops on digital module development, practice in designing materials based on Kepahiang local culture, as well as follow-up assistance through microteaching and classroom observations. the novelty of this program lies in the systematic integration of digital module development with local cultural content, making instructional materials more relevant, engaging, and accessible for both teachers and students. the results show that teachers gained a better understanding of module structure, appropriate selection of local cultural content, and ways to translate cultural elements into simple English suitable for young learners. the program also improved teachers’ confidence in using English in the classroom and encouraged more consistent language use through interactive digital activities. Although some teachers still face challenges related to vocabulary selection and grammatical accuracy, the availability of templates and guidelines helped them produce modules that are feasible for classroom use. overall, this program demonstrates that developing modules based on local wisdom combined with digital technology can enrich the learning process, strengthen teachers’ pedagogical and digital competencies, and offer strong potential for sustainability through ongoing collaboration and mentoring.