Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI KURKUMIN TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN FILM SELULOSA KURKUMIN Loe, Delviana Erwita; Yati Adu, Risna Erni; Obenu, Noviana Mery
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 11 No 2 (2023): Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)
Publisher : Graduate Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kerusakan daging selama penyimpanan dapat dipantau dan dicegah menggunakan kemasan pintar yang mengandung senyawa aktif antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kurkumin terhadap aktivitas antibakteri dan antioksidan dari film selulosa kurkumin untuk pengembangan film menjadi kemasan aktif. Metode yang digunakan untuk uji aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1.1-difenil-2-pikrilhidrazil), sedangkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kurkumin dalam film selulosa-kurkumin meningkatkan % inhibisi sebesar 43,561%. Sedangkan hasil aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kurkumin dalam film selulosa-kurkumin meningkatkan diameter zona hambat sebesar 11,375 mm dan 13,375 mm, masing-masing terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Peningkatan konsentrasi kurkumin dapat meningkatkan aktivitas antibakteri dan antioksidan dari film selulosa kurkumin. ABSTRACT: Meat damage during storage can be monitored and prevented using smart packaging that contains active antioxidant and antibacterial compounds. This research aims to determine the effect of curcumin concentration on the antibacterial and antioxidant activity of curcumin cellulose films for developing films into active packaging. The method used to test antioxidant activity was the DPPH (1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, while the antibacterial activity test used the disc diffusion method. The results showed that increasing the concentration of curcumin in the cellulose-curcumin film increased the % inhibition by 43.561%. Meanwhile, the results of antibacterial activity showed that increasing the concentration of curcumin in the cellulose-curcumin film increased the diameter of the inhibition zone by 11.375 mm and 13.375 mm, respectively against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Increasing the concentration of curcumin can increase the antibacterial and antioxidant activity of curcumin cellulose films.
Antibacterial Activity of Malaleuca Leucadendron Linn Essential Oil from North Central Timor Against Escherichia coli and Staphylococus Aureus Kolo, Sefrinus M.D.; Mere, Janrigo Klaumegio; Klau, Emirensiana H.; Obenu, Noviana M.
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 11 No 3 (2024): Edition for January 2024
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2024.11-sef

Abstract

The eucalyptus plant (Melaleuca leucadendron Linn) is one of the essential oil production plants in the world. The plant has been widely used as an antiseptic and also for relieving colds, sore throat, and infections. This study aims to identify the whole essential oil compounds of this plant using GC-MS and test the antibacterial activity of the essential oil using the disc diffusion method. Based on the results of the GC-MS analysis of the essential oil content obtained by steam distillation and antibacterial test using discs diffusion method to Escherichia coli and Staphylococcus aureus, yielded 81 compound peaks with antibacterial activity analysis results classified as relatively very strong at 5 different concentrations. The results of the best antibacterial activity test were indicated by the diameter of the inhibition zone 26.42 ± 0.97 mm for Escherichia coli while Staphylococcus aureus 23.43 ± 2.09 mm at a concentration of 100%. The study of antibacterial compounds based on the 81-peak GC-MS analysis found that 8 compounds have been reported as antibacterial. These compounds belong to the terpenes group with total percentages of eucalyptol 20.97 %, terpineol 11.74 %, β-pinene 6.24%, 3-carene 1.95%, caryophyllene 4.96 %, (z)-geraniol 0.10%, farnesol 0.10%, and eugenol 0.18% respectively
ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK POLAR KULIT AKAR TUMBUHAN “At Anonse” (Annona reticulata L.) Elu, Maria Kasilda; Obenu, Noviana Mery; Tea, Marselina Theresia Djue
Journal of Chemical Science and Application Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v1i2.4229

Abstract

Penelitian mengenai analisis fitokimia ekstrak polar kulit akar tumbuhan “At Anonse” (Anonna reticulata L.) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan uji aktivitas antioksidan pada ekstrak polar kulit akar tumbuhan “At Anonse” (Annona reticulata L.). Tahapan penelitian ini yakni preparasi sampel, ekstraksi, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut metanol dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian diperoleh uji skrining fitokimia menunjukkan golongan senyawa yang terkandung dalam kulit akar tumbuhan “At Anonse” adalah golongan triterpenoid, flavonoid, fenolik, alkaloid dan saponin.
ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK POLAR DAUN TUMBUHAN “At Anonse” (Annona reticulata L.) Siki, Kresensia; Obenu, Noviana Mery; Edi, Eduardus
Journal of Chemical Science and Application Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v1i2.4233

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang telah diidentifikasi berdasarkan pengamatan manusia yang memiliki senyawa yang bermanfaat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa pada ekstrak polar daun tumbuhan “At Anonse” (Annona reticulata L.). Tahapan penelitian ini meliputi pengambilan sampel, preparasi sampel, skrining fitokimia. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Hasil penelitian diperoleh uji skrining fitokimia menunjukkan golongan senyawa yang terkandung dalam daun tumbuhan “At Anonse” adalah golongan flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, fenolik, triterpenoid dan steroid.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN KABUKA (Ziziphus mauritiana Lamk) Kehi, Maria Erlinita; Obenu, Noviana Mery; Seuk, Maria Dacosta; Bete, Henisan Florida
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.5625

Abstract

Abstrak Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang mempunyai fungsi berkhasiat sebagai obat dan digunakan untuk menyembuhkan maupun mencegah berbagai macam penyakit atau mengandung zat aktif yang bisa mengobati penyakit. Hasil eksplorasi dan identifikasi pemanfaatan tumbuhan obat Suku Dawan di Kabupaten TTU, salah satu tumbuhan obat adalah Kabuka/kom. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahu kadar flavonoid total ekstrak methanol Daun Kabuka (Ziziphus mauritiana Lamk) asal Desa Humusu C Wini, Kecamatan Insana Utara dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan kuersetin sebagai pembanding. Metode penelitian meliputi preparasi sampel, ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut metanol dan penentuan kadar flavonoid total. Hasil pengukuran kadar flavonoid total ekstrak metanol daun bidara diperoleh kadar flavonoid total rata-rata sebesar 4,3465 mgQE/g. Kata kunci: Daun Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk), flavonoid total, metode spektrofotometer UV-Vis
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Daun Afrika Vernonia amygdalina Del Dan Ekstrak Etanol Eucalyptus Populus Asal Pulau Timor Noviana Mery Obenu; Bria, Patrisius Maryanto; Rogerius Asa
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.17825

Abstract

  Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi senyawa metabolit sekunder pada tanaman daun afrika (Vernonia amygdalina Del) dan daun aibubur (Eucalyptus populus) asal pulau Timor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut metanol dan etanol yang dilakukan secara maserasi selama 1×4 jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ekstraksi secara dingin dan identifikasi secara kualitatif menggunakan pereaksi kimia. Ekstrak yang diperoleh kemudian dipekatkan menggunakan evaporator. Hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder pada ekstrak metanol daun afrika dan ekstrak etanol daun aibubur menjukan bahwa ekstrak metanol daun afrika mengandung 4 senyawa metabolit sekunder yakni flavonoid, saponin, tannin dan fenol. Sedangkan ekstrak etanol daun aibubur terdapat 3 senyawa metabolit sekunder yakni flavonoid, tannin dan fenol. Kedua ekstrak sama-sama tidak mengandung senyawa streroid/triterpenoid
Pengaruh Perlakuan Awal Ampas Biji Jewawut (Setaria italica L.) dengan Microwave Irradiation untuk Produksi Bioetanol Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Noviana Mery Obenu; Natalia Tige Rohy
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.18.2.59819.183-192

Abstract

Produksi energi terbarukan termasuk bioetanol menjadi alternatif penganti bahan bakar fosil. Salah satunya dari ampas jewawut karena memiliki kandungan selulosa sebesar 32,41% sehingga sangat potensial dan ekonomis sebagai sumber energi baru terbarukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui morfologi permukaan, suhu dan konsentrasi H2SO4 optimum pada proses hidrolisis menggunakan microwave dan kadar bioetanol dari hidrolisat ampas biji jewawut. Penelitian ini terdiri atas empat tahapan yaitu proses hidrolisis menggunakan microwave, fermentasi, distilasi dan pengujian kadar bioetanol baik secara kualitatif maupun kuantitatif menggunakan metode berat jenis dan kromatografi gas. Hidrolisis dilakukan melalui variasi suhu 75℃, 100℃, 125℃, 150℃, dan 175℃ dan konsentrasi H2SO4 0,5%, 1%, 2%, 5% dan 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi permukaan sampel sebelum hidrolisis memiliki permukaan yang datar, kasar dan kaku namun setelah dihidrolisis permukaan sampel menjadi rapuh dan halus. Analisa gula pereduksi menggunakan pereaksi DNS (Dinitrosalisilat) diperoleh suhu optimum microwave yaitu pada suhu 150℃ dengan kadar gula pereduksi sebesar 25,3 g/L dan konsentrasi H2SO4 optimum pada 5% dengan kadar gula pereduksi sebesar 32,8 g/L. Uji kualitatif dari hasil fermentasi dan distilasi menunjukkan pada sampel mengandung bioetanol yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna kalium dikromat dari warna jingga menjadi hijau kebiruan. Kadar bioetanol yang diperoleh dengan metode berat jenis sebesar 5% dan 6,08% dari analisa dengan kromatografi gas.Pretreatment Effect of Barley Seed Dregs (Setaria italica L.) with Microwave Irradiation for Bioethanol Production. Renewable energy production, including bioethanol, is an alternative to fossil fuels. One of the alternative sources is barley dregs because it has a cellulose content of 32.41%; thus, it is very potential and economical as a new renewable energy source. This study aims to determine the surface morphology, temperature, and optimum H2SO4 concentration in the hydrolysis process using a microwave and the bioethanol content of the hydrolyzed barley seed dregs. The research comprised four steps: hydrolysis, fermentation, distillation, and qualitatively and quantitatively analysis of bioethanol levels using specific gravity and gas chromatography methods. Hydrolysis was carried out by varying the temperature of 75℃, 100℃, 125℃, 150℃, and 175℃, and the concentration of H2SO4 was 0.5%, 1%, 2%, 5%, and 7%. The results showed that the surface morphology of the sample before hydrolysis had a flat, rough and rigid surface; however, after hydrolysis, the sample's surface became brittle and smooth. Analysis of reducing sugar using DNS reagent (dinitrosalicylate) obtained the optimum microwave temperature at 150℃ with a reducing sugar content of 25.3 g/L and an optimum concentration of H2SO4 at 5% with a reducing sugar content of 32.8 g/L. The qualitative test of the fermentation and distillation results shows the samples containing bioethanol marked by the changes in potassium dichromate colors from orange to bluish-green. The bioethanol content obtained by the specific gravity method was 5% and 6.08% from analysis by gas chromatography.