Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pelarut Kulit Batang Tumbuhan “At Anonse” (Annona reticulata L.) Obenu, Noviana Mery; Bria, Emilia Juliyanti; Kolo, Maria Magdalena; Mere, Jenrigo Klaumegio; Tse, Anastasia
Akta Kimia Indonesia Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v9i1.17399

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk melawan radikal bebas dan melindungi sel dari efek toksik yang dihasilkan. Sumber antioksidan dapat berasal dari dalam dan luar tubuh. Antioksidan yang berasal dari luar tubuh dapat diperoleh dari tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, tanin, steroid dan terpenoid. Berdasarkan hasil eksplorasi dan identifikasi tumbuhan Annona reticulata L. juga dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak tumbuhan dan aktivitas antioksidannya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan metanol sedangkan uji aktivitas antioksidan di lakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etil asetat dan metanol adalah golongan triterpenoid, tanin, saponin, fenolik, flavonoid, dan alkaloid. Aktivitas antiosidan kedua ekstrak pelarut tersebut tergolong dalam kategori sedang dengan nilai IC50 ekstrak etil asetat sebesar 177,1325 μg/mL dan metanol sebesar 235,4198 μg/mL.
PENGARUH KONSENTRASI KURKUMIN TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN FILM SELULOSA KURKUMIN Loe, Delviana Erwita; Yati Adu, Risna Erni; Obenu, Noviana Mery
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 11 No 2 (2023): Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)
Publisher : Graduate Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kerusakan daging selama penyimpanan dapat dipantau dan dicegah menggunakan kemasan pintar yang mengandung senyawa aktif antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kurkumin terhadap aktivitas antibakteri dan antioksidan dari film selulosa kurkumin untuk pengembangan film menjadi kemasan aktif. Metode yang digunakan untuk uji aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1.1-difenil-2-pikrilhidrazil), sedangkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kurkumin dalam film selulosa-kurkumin meningkatkan % inhibisi sebesar 43,561%. Sedangkan hasil aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kurkumin dalam film selulosa-kurkumin meningkatkan diameter zona hambat sebesar 11,375 mm dan 13,375 mm, masing-masing terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Peningkatan konsentrasi kurkumin dapat meningkatkan aktivitas antibakteri dan antioksidan dari film selulosa kurkumin. ABSTRACT: Meat damage during storage can be monitored and prevented using smart packaging that contains active antioxidant and antibacterial compounds. This research aims to determine the effect of curcumin concentration on the antibacterial and antioxidant activity of curcumin cellulose films for developing films into active packaging. The method used to test antioxidant activity was the DPPH (1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, while the antibacterial activity test used the disc diffusion method. The results showed that increasing the concentration of curcumin in the cellulose-curcumin film increased the % inhibition by 43.561%. Meanwhile, the results of antibacterial activity showed that increasing the concentration of curcumin in the cellulose-curcumin film increased the diameter of the inhibition zone by 11.375 mm and 13.375 mm, respectively against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Increasing the concentration of curcumin can increase the antibacterial and antioxidant activity of curcumin cellulose films.
Antibacterial Activity of Malaleuca Leucadendron Linn Essential Oil from North Central Timor Against Escherichia coli and Staphylococus Aureus Kolo, Sefrinus M.D.; Mere, Janrigo Klaumegio; Klau, Emirensiana H.; Obenu, Noviana M.
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 11 No 3 (2024): Edition for January 2024
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2024.11-sef

Abstract

The eucalyptus plant (Melaleuca leucadendron Linn) is one of the essential oil production plants in the world. The plant has been widely used as an antiseptic and also for relieving colds, sore throat, and infections. This study aims to identify the whole essential oil compounds of this plant using GC-MS and test the antibacterial activity of the essential oil using the disc diffusion method. Based on the results of the GC-MS analysis of the essential oil content obtained by steam distillation and antibacterial test using discs diffusion method to Escherichia coli and Staphylococcus aureus, yielded 81 compound peaks with antibacterial activity analysis results classified as relatively very strong at 5 different concentrations. The results of the best antibacterial activity test were indicated by the diameter of the inhibition zone 26.42 ± 0.97 mm for Escherichia coli while Staphylococcus aureus 23.43 ± 2.09 mm at a concentration of 100%. The study of antibacterial compounds based on the 81-peak GC-MS analysis found that 8 compounds have been reported as antibacterial. These compounds belong to the terpenes group with total percentages of eucalyptol 20.97 %, terpineol 11.74 %, β-pinene 6.24%, 3-carene 1.95%, caryophyllene 4.96 %, (z)-geraniol 0.10%, farnesol 0.10%, and eugenol 0.18% respectively
ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK POLAR KULIT AKAR TUMBUHAN “At Anonse” (Annona reticulata L.) Elu, Maria Kasilda; Obenu, Noviana Mery; Tea, Marselina Theresia Djue
Journal of Chemical Science and Application Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v1i2.4229

Abstract

Penelitian mengenai analisis fitokimia ekstrak polar kulit akar tumbuhan “At Anonse” (Anonna reticulata L.) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan uji aktivitas antioksidan pada ekstrak polar kulit akar tumbuhan “At Anonse” (Annona reticulata L.). Tahapan penelitian ini yakni preparasi sampel, ekstraksi, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut metanol dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian diperoleh uji skrining fitokimia menunjukkan golongan senyawa yang terkandung dalam kulit akar tumbuhan “At Anonse” adalah golongan triterpenoid, flavonoid, fenolik, alkaloid dan saponin.
ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK POLAR DAUN TUMBUHAN “At Anonse” (Annona reticulata L.) Siki, Kresensia; Obenu, Noviana Mery; Edi, Eduardus
Journal of Chemical Science and Application Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v1i2.4233

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang telah diidentifikasi berdasarkan pengamatan manusia yang memiliki senyawa yang bermanfaat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa pada ekstrak polar daun tumbuhan “At Anonse” (Annona reticulata L.). Tahapan penelitian ini meliputi pengambilan sampel, preparasi sampel, skrining fitokimia. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Hasil penelitian diperoleh uji skrining fitokimia menunjukkan golongan senyawa yang terkandung dalam daun tumbuhan “At Anonse” adalah golongan flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, fenolik, triterpenoid dan steroid.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN KABUKA (Ziziphus mauritiana Lamk) Kehi, Maria Erlinita; Obenu, Noviana Mery; Seuk, Maria Dacosta; Bete, Henisan Florida
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.5625

Abstract

Abstrak Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang mempunyai fungsi berkhasiat sebagai obat dan digunakan untuk menyembuhkan maupun mencegah berbagai macam penyakit atau mengandung zat aktif yang bisa mengobati penyakit. Hasil eksplorasi dan identifikasi pemanfaatan tumbuhan obat Suku Dawan di Kabupaten TTU, salah satu tumbuhan obat adalah Kabuka/kom. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahu kadar flavonoid total ekstrak methanol Daun Kabuka (Ziziphus mauritiana Lamk) asal Desa Humusu C Wini, Kecamatan Insana Utara dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan kuersetin sebagai pembanding. Metode penelitian meliputi preparasi sampel, ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut metanol dan penentuan kadar flavonoid total. Hasil pengukuran kadar flavonoid total ekstrak metanol daun bidara diperoleh kadar flavonoid total rata-rata sebesar 4,3465 mgQE/g. Kata kunci: Daun Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk), flavonoid total, metode spektrofotometer UV-Vis
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Daun Afrika Vernonia amygdalina Del Dan Ekstrak Etanol Eucalyptus Populus Asal Pulau Timor Noviana Mery Obenu; Bria, Patrisius Maryanto; Rogerius Asa
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.17825

Abstract

  Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi senyawa metabolit sekunder pada tanaman daun afrika (Vernonia amygdalina Del) dan daun aibubur (Eucalyptus populus) asal pulau Timor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut metanol dan etanol yang dilakukan secara maserasi selama 1×4 jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ekstraksi secara dingin dan identifikasi secara kualitatif menggunakan pereaksi kimia. Ekstrak yang diperoleh kemudian dipekatkan menggunakan evaporator. Hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder pada ekstrak metanol daun afrika dan ekstrak etanol daun aibubur menjukan bahwa ekstrak metanol daun afrika mengandung 4 senyawa metabolit sekunder yakni flavonoid, saponin, tannin dan fenol. Sedangkan ekstrak etanol daun aibubur terdapat 3 senyawa metabolit sekunder yakni flavonoid, tannin dan fenol. Kedua ekstrak sama-sama tidak mengandung senyawa streroid/triterpenoid