Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Effectiveness Of Counter Pressure And Effleurage Massage On The Intensity Of Labor Pain During The Active Phase I Dianna, Dianna; Oktaviyani, Dwi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.14908

Abstract

Latar Belakang: Nyeri dapat meningkatkan pernapasan dan denyut jantung ibu, dan jika tidak ditangani dengan cepat, bisa berakibat fatal bagi ibu dan bayi. Bidan biasanya menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasien yang mengalami nyeri dibandingkan dengan petugas kesehatan lainnya. Peran bidan meliputi mengidentifikasi dan mengatasi penyebab nyeri serta memberikan intervensi yang tepat untuk mengurangi nyeri. Karena itu, penanganan dan pemantauan nyeri pada fase aktif persalinan sangat penting untuk menentukan apakah persalinan akan berlangsung normal atau memerlukan tindakan medis karena komplikasi yang disebabkan oleh nyeri yang sangat hebat.Tujuan: Menganalisis efektivitas counter pressure dan effleurage massage terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di RSUD dr. Rubini Mempawah.Metode:  Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi yang diteliti adalah ibu-ibu yang menjalani persalinan pada fase aktif selama bulan Mei dan Juni, dengan jumlah 78 orang. Sampel penelitian terdiri dari 20 orang, dibagi menjadi 10 orang untuk intervensi counter pressure dan 10 orang untuk intervensi pijat effleurage. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling.Hasil: Terdapat perbedaan signifikan dalam intensitas nyeri persalinan pada fase aktif sebelum dan setelah penerapan metode counter pressure dengan nilai p < 0,004. Begitu pula, terdapat perbedaan signifikan dalam intensitas nyeri sebelum dan setelah penerapan pijat effleurage, juga dengan nilai p < 0,004. Selain itu, efektivitas antara metode tekanan kontra dan pijat effleurage dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan pada fase aktif juga berbeda secara signifikan, dengan nilai p < 0,001.Kesimpulan: Counter pressure lebih efektif daripada effleurage massage dengan nilai post-test counter pressure memiliki selisih nilai median 3 sedangkan nilai post-test effleurage massage memiliki selisih nilai median 2.Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menerapkan terapi komplementer untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut mengenai efektivitas metode counter pressure dan pijat effleurage dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan pada fase aktif. Kata Kunci : counter pressure, effleurage, nyeri persalinan                ABSTRACT Background: Pain can increase maternal breathing and heart rate, and if not treated quickly, can be fatal for both mother and baby. Midwives usually spend more time with patients experiencing pain than other health workers. The role of midwives includes identifying and addressing the causes of pain and providing appropriate interventions to reduce pain. Therefore, pain management and monitoring in the active phase of labor are very important to determine whether labor will proceed normally or require medical intervention due to complications caused by very severe pain.Purpose:  To analyze the effectiveness of counter pressure and effleurage massage on the intensity of labor pain in the first stage of the active phase at RSUD dr. Rubini Mempawah.Methods:  This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest nonequivalent control group design. The population studied were mothers who underwent labor in the active phase during May and June, totaling 78 people. The study sample consisted of 20 people, divided into 10 people for counter pressure intervention and 10 people for effleurage massage intervention. The sampling technique used was consecutive sampling.Results: There was a significant difference in the intensity of labor pain in the active phase before and after the application of the counter pressure method with a p value <0.004. Likewise, there was a significant difference in the intensity of pain before and after the application of effleurage massage, also with a p value <0.004. In addition, the effectiveness between the counter pressure method and effleurage massage in reducing the intensity of labor pain in the active phase also differed significantly, with a p value <0.001.Conclusion: Counter pressure is more effective than effleurage massage with post-test counter pressure values having a median value difference of 3 while post-test effleurage massage values have a median value difference of 2.Suggestions; It is hoped that further researchers can apply complementary therapy to reduce the intensity of labor pain. This study is expected to be a reference for further studies on the effectiveness of the counter pressure method and effleurage massage in reducing the intensity of labor pain in the active phase. Keywords: : counter pressure, effleurage, labor pain  
Pengaruh Media Video Pernikahan Usia Dini Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Dianna, Dianna; Fitriani, Henny; Hidayati, Nur Kurnia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.13131

Abstract

ABSTRACT Marriage that takes place in adolescence will generally cause problems both physiologically, psychologically and socio-economically. The impact of marriage at a young age is more evident in adolescent girls than in adolescent boys. Video media increases recall from 14% to 38%. So that it can increase knowledge. Knowing the Effect of Video Media on Early Marriage on the Knowledge of Adolescent Girls in the Tebas Health Center Working Area. Using the Quasi Experiment method, pre & post test approach without control group design. The sample of adolescent girls in Tebas Sungai Village, Tebas Health Center Working Area was 89 respondents with proportionate stratified random sampling technique. Wilcoxon statistical test. There is an effect of Video Media on Early Marriage on the Knowledge of Adolescent Girls in the Tebas Health Center Working Area with a p value of 0.000 <0.05. There is an effect of Video Media on Early Marriage on the Knowledge of Adolescent Girls in the Working Area of Puskesmas Tebas. Keywords: Knowledge, Video Media, Early Marriage  ABSTRAK Pernikahan yang terjadi pada usia remaja pada umumnya  menimbulkan permasalahan fisiologis, psikologis, dan sosial ekonomi.  Dampak pernikahan di usia muda lebih terasa pada remaja perempuan dibandingkan remaja laki-laki. Media Video meningkatkan ingatan dari 14% menjadi 38%. Sehingga dapat meningkatkan pengetahuan. Mengetahui Pengaruh Media Video Pernikahan Usia Dini Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Tebas. menggunakan metode Quasi Experiment, pendekatan pre & post test without control group design. Sampel remaja putri di Desa Tebas Sungai Wilayah Kerja Puskesmas Tebas sebanyak 89 responden dengan tekhnik proportionate Stratified Random sampling. Uji statistik Wilcoxon. Terdapat pengaruh Media Video tentang Pernikahan Usia Dini terhadap Pengetahuan Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Tebas dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Terdapat pengaruh Media Video tentang Pernikahan Usia Dini terhadap Pengetahuan Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Tebas. Kata Kunci: Pengetahuan, Media Video, Pernikahan Usia Dini
Peningkatan Kapasitas Bidan dalam Mempercepat Lactogenesis II melalui Sosialisasi Pijat Laktasi Aladenada Damayanti, Dini Fitri; Dianna, Dianna; Rakhmawati, Rakhmawati; Kaamilah, Nurul
Jurnal Pengabdi Vol. 9 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v9i1.100678

Abstract

Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2020–2024 dan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Salah satu fokus utama adalah menurunkan angka stunting dan meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Pemerintah Indonesia menargetkan capaian ASI eksklusif sebesar 80% pada tahun 2024 (Perpres No. 72 Tahun 2021). Namun, capaian ASI eksklusif di beberapa wilayah masih rendah, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat yang mengalami penurunan dari 61,6% pada tahun 2020 menjadi 52,1% pada tahun 2021 (Profil Kesehatan Ibu dan Anak, 2022). Tidak optimalnya pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan keterlambatan pengeluaran ASI dapat menjadi faktor risiko terjadinya stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di Puskesmas Saigon, Kota Pontianak, dengan sasaran bidan puskesmas dan bidan praktik mandiri (PMB) di wilayah kerja setempat, sebanyak 20 peserta. Metode yang digunakan berupa demonstrasi pijat laktasi Aladenada dengan media edukasi poster. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas bidan, ditunjukkan oleh peningkatan skor pengetahuan dari median 67,0 pada pre-test menjadi 87,0 pada post-test. Selain itu, keterampilan bidan juga meningkat dengan median skor dari 66,0 menjadi 80,0 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa demonstrasi pijat laktasi Aladenada efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.