Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Effect Of Postnatal Yoga Intensity On The Mental Health Of Postpartum Mothers Hasanah, Siti Noor; Friscila, Ika; Wijaksono, Muhammad Arief; Maolinda, Winda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23143

Abstract

Latar Belakang: Perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang terjadi pada masa ini sering kali mempengaruhi kesehatan mental ibu. Aktivitas fisik dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan. Ibu nifas sangat rentan terjadi gangguan psikologis karena adanya perubahan peran dan tanggung jawab. Gangguan psikologis yang tidak dikelola maka akan berdampak buruk terhadap ibu nifas. Dalam upaya menjaga keseimbangan mental selama masa nifas, berbagai pendekatan telah dikembangkan, salah satunya adalah melalui aktivitas fisik seperti yoga.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh intensitas postnatal yoga terhadap kesehatan mental ibu nifasMetode:  Desain penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan menggunakan model nonequivalent control group design. Instrumen penelitian kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale. Teknik pengumpulan data adalah memberikan kuesioner sebagai pretest pada responden pada hari pertama pertemuan, kemudian selama 2 minggu responden mengikuti postnatal yoga, selanjutnya responden mengisi kuesioner sebagai posttest pada responden pada hari terakhir pertemuan.Hasil: Secara statistik didapatkan P-value =0,000 (<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor kesehatan mental ibu nifas sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) diberikan Terapi Yoga Postnatal.Kesimpulan: Terapi Yoga Postnatal terbukti sangat efektif secara signifikan dalam mengurangi tingkat gejala depresi pascapersalinan (menurunkan skor EPDS) pada kelompok ibu nifas.Saran: Disarankan perlu penelitian lanjutan tentang minat, motivasi dan faktor penghambat ibu nifas dalam mengikuti postnatal yoga. Kata Kunci : Ibu Nifas, Kesehatan Mental, Postnatal, Yoga ABSTRACT Background: Physical, hormonal, and emotional changes that occur during this time often affect a mother's mental health. Physical activity can reduce stress and improve health. Postpartum mothers are highly vulnerable to psychological disorders due to changes in roles and responsibilities. Psychological disorders that are not managed can have negative effects on postpartum mothers. In efforts to maintain mental balance during the postpartum period, various approaches have been developed, one of which is through physical activities such as yoga.Purpose:  to determine the effect of postnatal yoga intensity on the mental health of postpartum mothersMethods:  This research design uses a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design model. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) research questionnaire instrument. The data collection technique involved administering the questionnaire as a pretest to respondents on the first day of the meeting, then the respondents participated in postnatal yoga for 2 weeks, and finally, the respondents completed the questionnaire as a posttest on the last day of the meeting.Results: Statistically, a P-value of 0.000 (<0.05). There is a statistically significant difference between the mental health scores of postpartum mothers before (Pretest) and after (Posttest) receiving Postnatal Yoga Therapy.Conclusion: Postnatal Yoga Therapy has been proven to be significantly effective in reducing the level of postpartum depression symptoms (lowering EPDS scores) in the group of postpartum mothers.Suggestions; It is recommended that further research be conducted on the interests, motivations, and inhibiting factors for postpartum mothers in participating in postnatal yoga. Keywords: : Mental Health, Postpartum Mothers, Postnatal, Yoga
Kombinasi Terapi Zikir dan Rendam Air Hangat Terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Jailani, Muhamad; wijaksono, Muhammad Arief
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.1152

Abstract

Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia dan merupakan penyakit terbanyak pada usia lanjut di Indonesia, dengan prevalensi 60,3% penderita. Hipertensi perlu mendapatkan penanganan yang komprehensif untuk menurunkan tekanan darah, meliputi terapi konvensional dan terapi non konvensional (komplementer). Rendam air hangat dengan kombinasi terapi zikir dapat menurunkan tekanan darah. Menganalisis pengaruh terapi zikir dengan kombinasi terapi rendam kaki air hangat pada kelompok intervensi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pra-eksperiment menggunakan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi yang diambil adalah lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pekauman yaitu di Di Jln. Mutiara RT. 11, RW. 01. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 15 orang yang dipilih berdasarkan teknik total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Sign Test. Hasil penelitian didapatkan Hasil uji statistik menunjukkan pemberian intervensi terapi zikir dengan kolaborasi rendam air hangat selama 7 hari berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah lansia penderita hipertensi dengan nilai p value 0,001 yang artinya intervensi terapi zikir dengan kolaborasi rendam air hangat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah lansia penderita hipertensi.
Faktor Yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Perawat Dalam Ketepatan Identifikasi Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Jailani, Muhamad; Wijaksono, Muhammad Arief; Basit, Mohammad
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2024): JIK-April Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i1.1066

Abstract

Faktor seorang perawat sangat berpengaruh terhadap pengetahuan perawat, semakin tinggi faktor internal yang dimiliki maka semakin beragam pengetahuannya, karena perawat dituntut menjalankan profesi berdasarkan pendidikan yang baik dan sikap yang dapat meningkatkan pengetahuan, produktifitas perawat, dan dapat menjadi dasar dalam pengembangan diri seorang perawat dalam melakukan identifikasi insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Agar dapat mengetahui hubungan faktor internal mempengaruhi pengetahuan perawat tentang ketepatan identifikasi insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode deskriptif, populasi perawat sebanyak 40 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian didapatkan faktor internal paling banyak menjawab baik sebanyak 65.5%, jawaban cukup sebanyak 52.5% dan jawaban kurang sebanyak 0%. Sikap menjawab baik (65.0%), cukup (35.0%) dan kurang (0%). Tingkat pengetahuan menjawab kurang 57.5%, cukup 35.0% dan baik 7.5%. Hasil uji statistik Spearman Rank diketahui nilai r=0,.532>0,51 yang artinya Hubungan kuat pada penelitian bahwa terdapat hubungan antara faktor internal dan tingkat pengetahuan di rsud ansari Banjarmasin.  Ada hubungan antara faktor internal dan tingkat pengetahuan perawat dalam identifikasi insiden keselamatan pasien RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
EVALUATION OF INPATIENT SATISFACTION WITH NURSING SERVICES AT PURUK CAHU REGIONAL GENERAL HOSPITAL Dahliyana, Dahliyana; Tasalim, Rian; Wijaksono, Muhammad Arief; Basit, Muhammad
HEARTY Vol 13 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i6.18787

Abstract

Patient satisfaction is a critical indicator for assessing the quality of nursing services in hospitals, particularly in general surgery wards, where high-quality services can enhance recovery and reduce complications. In Indonesia, research on patient satisfaction in general surgery wards is limited, while patient visitation rates continue to rise annually. Therefore, understanding the factors influencing patient satisfaction is essential for improving nursing services. This study aims to evaluate the inpatient satisfaction levels with nursing services in the general surgery ward of Puruk Cahu Regional General Hospital. The research design is a descriptive quantitative study using a cross-sectional approach, involving all patients hospitalized in the general surgery ward during the study period. Data collection was conducted using a questionnaire adapted from the five Servqual dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The data analysis technique used is univariate descriptive to understand the distribution of patient satisfaction levels. The results show that the assurance and empathy dimensions have the highest satisfaction levels, while tangibles received the lowest scores, indicating a need for improvement in the hospital's physical facilities. Overall, most patients are satisfied with the services provided, but there is still a need for improvements in certain aspects to enhance the patient experience. In conclusion, patient satisfaction with nursing services in the general surgery ward of Puruk Cahu Regional General Hospital is generally good, with a need for improvement in the tangibles and communication dimensions. These findings are expected to serve as a foundation for hospital management to enhance the quality of nursing services through facility improvements and enhanced communication skills of the nursing staff.
Hubungan usia dan kadar hemoglobin pre transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia Eliya, Pega; Fetriyah, Umi Hanik; Wijaksono, Muhammad Arief; Mahdiyah, Dede
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/java6549

Abstract

Latar Belakang: Thalasemia pada anak memerlukan transfusi darah untuk mempertahankan kadar hemoglobin sesuai target agar mengurangi resiko penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan kadar hemoglobin  pre-transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik cross-sectional dengan 32 sampel anak Thalasemia yang diambil melalui purposive sampling. Data kadar hemoglobin diambil dari rekam medis, sementara kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner PedsQL. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (62,5%), rata-rata berusia 11-18 tahun, dan hampir seluruhnya dengan kadar hemoglobin Pre Transfusi dibawah rata-rata (<9,5 gr/dL) (93,8%). Hasil uji usia dengan kualitas hidup pada anak penyandang Thalasemia (p= 0,529; r= -0,116). Hasil uji kadar hemoglobin pre-transfusi dengan kualitas hidup anak (p= 0,000; r= 0,852).Kesimpulan: Usia tidak memengaruhi Hb pra-transfusi anak thalasemia. Namun, Hb yang lebih tinggi berhubungan positif dengan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, kepatuhan jadwal transfusi disarankan untuk meningkatkan kualitas hidup anak.
Hubungan antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pada penderita hipertensi Hidayah, Laila; Tasalim, Rian; Wijaksono, Muhammad Arief; Syahlani, Ahmad
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ga7vh594

Abstract

Latar Belakang: Masalah hipertensi sering dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup. Self efficacy dan sosial ekonomi berperan penting dalam mempengaruhi keyakinan individu untuk mengelola kondisi kesehatannya. Fenomena ini menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Populasi penelitian mencakup seluruh penderita hipertensi yang tercatat dan melakukan kunjungan ke fasilitas tersebut. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin sehingga diperoleh 92 responden. Instrumen penelitian meliputi General self efficacy Scale, kuesioner status sosial ekonomi, serta WHO Quality of Life–BREF (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman.Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status sosial ekonomi dan kualitas hidup pada penderita hipertensi, dengan nilai p-value sebesar 0,000. Selain itu, hubungan antara self efficacy dan kualitas hidup juga menunjukkan nilai p-value 0,000.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Pasien diharapkan lebih menyadari kebutuhan serta mengoptimalkan pemanfaatan pelayanan Kesehatan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND QUALITY OF LIFE AMONG ELDERLY INDIVIDUALS WITH HYPERTENSION IN PEMBUANG HULU Tasalim, Rian; Wijaksono, Muhammad Arief; Rahman, Subhannur; Suhaibah, Umi
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.21043

Abstract

The elderly are a vulnerable age group prone to various degenerative diseases, one of which is hypertension. Uncontrolled hypertension can lead to a decline in the quality of life of the elderly, both physically, psychologically, socially, and environmentally. Family support plays an important role in maintaining the well-being of the elderly through emotional, instrumental, informational, and evaluative assistance. This study aims to determine the relationship between family support and the quality of life of elderly individuals with hypertension in the working area of Pembuang Hulu Public Health Center, Seruyan Regency, Central Kalimantan. This research employed a quantitative method with a descriptive-analytic approach and a cross-sectional design. A total sample of 30 elderly individuals with hypertension was selected using purposive sampling. The instruments used were a family support questionnaire and the WHOQOL-BREF to assess quality of life. Data analysis was performed using the Spearman correlation test. The results showed that most respondents (60%) received low family support, and the majority had a moderate quality of life (63.3%). The Spearman correlation test indicated a very strong and significant relationship between family support and quality of life (r = 0.916; p = 0.000). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between family support and the quality of life of elderly individuals with hypertension. Therefore, increasing the role of the family in elderly care is highly recommended, especially in providing continuous support to improve the quality of life in rural areas.