Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Sains Medisina

Pengaruh Murottal Al Qur’an Surah Maryam Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Ulfah, Ulfah; Rahman, Subhannur; Asmadiannor, Asmadiannor; Wijaksono, M. Arief
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.701

Abstract

Kecemasan kehamilan trimester III sebelum persalinan memiliki dampak negatif baik pada ibu maupun janin. Pentingnya penatalaksanaan kecemasan tersebut oleh tenaga kesehatan, salah satunya dengan nonfarmakologi yakni mendengarkan murottal Al-Qur’an surah Maryam yang berdasarkan hasil penelitian sebelumnya mmpu menurunkan depresi, kesedihan dan ketenangan jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas terapi murottal surah Maryam terhadap penurunan kecemasan pada ibu hamil trimester III. Penelitian kuantitatif dengan desain Pre experimental dengan One Group Pre Post Test Design. Sampel adalah ibu hamil primigravida trimester III pada bulan September 2024 berjumlah sebanyak 35 orang menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner dan terapi murottal Al-Qur’an surah Maryam. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank test. Tingkat kecemasan responden sebelum diberikan terapi murottal Surah Maryam nilai rata- rata 39,00, sebagian besar mengalami kecemasan berat sebanyak 21 orang (60%) dan sesudah diberikan terapi murottal Surah Maryam nilai rata-rata 30,54, sebagian besar responden kecemasan sedang sebanyak 25 orang (71,4%). Terapi murottal surah Maryam efektif terhadap penurunan kecemasan pada ibu hamil trimester III dengan nilai p-value (0,000<0,05), dengan selisih mean pretest dan posttest sebesar 8,46. Terapi murottal surah Maryam terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil trimester III. Pentingnya peran tenaga kesehatan agar mengarahkan maupun membimbing untuk penatalaksanaan kecemasan melibatkan keluarga.