Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Penyimpan Panas Terhadap Efisiensi dan Temperatur Puncak Pemanas Matahari Rizali, Muhammad
POROS TEKNIK Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v11i1.704

Abstract

Performa pemanas dengan sumber energi matahari mempunyai kelemahan, yaitu sangat tergantung pada kondisi kecerahan cuaca, sehingga kestabilan temperatur kurang terjaga. Pada penelitian ini diteliti tentang penambahan penyimpan panas tambahan di dalam sistem pemanas matahari, dengan tujuan untuk menjaga kestabilan temperatur. Penelitian dilakukan dengan 2 buah pemanas matahari bertipe kotak, digunakan untuk memanaskan air sebanyak 1 kg. Salah satu kotak pemanas ditambahi penyimpan panas berupa batu dengan berat 2 kg. Hasil yang didapatkan adalah dalam pemanas dengan penyimpan panas mempunyai temperatur udara lebih stabil, akan tetapi tidak terjadi perbedaan temperatur air yang signifikan antara kedua perlakuan.
AKUISISI DATA UNTUK PERCOBAAN FISIKA BERBASIS ARDUINO UNO DI SMKN 1 GAMBUT Rizali, Muhammad; Uli, Agustina Hotma; Siska, Madschen Sia Mei Ol; Wusko, Ikna Urwatul
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v3i1.876

Abstract

Lacks of facility and equipments in physics/science experiment is the problem in school activity, due to prising and availability of the equipment. The lack of facility and equipment can cause lower quality of student education. Solutions needed to solve this problem. In this community service, Arduino Uno with sensor physics and data acquisition experiment equipment introduced. Introduction about input-output pin in Arduino, temperature sessor LM35, coding language, and air temperature data acquisition, explained to student and teacher. The results are the experiment well done, learning that interests students to participate actively, additional knowledge for the teacher, and the higher motivation of students and teachers to study further.
DESAIN SISTEM TRANSMISI SABUK GIGI DENGAN BANTUAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS VISUAL BASIC 6.0 Muhammad Rizali
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 4, No 1: Pebruari 2008
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.306 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v4i1.64

Abstract

ABSTRAK Salah satu sistem transmisi daya mekanis yang banyak digunakan adalah sabuk gigi, dengan pertimbangan bahwa sabuk ini mentransmisikan daya mekanis dengan perbandingan putaran yang konstan. Dalam perencanaannya, sabuk gigi harus didesain sedemikian rupa sehingga aman dan efisien untuk digunakan. Dalam desain sabuk gigi, banyak hal yang harus dipertimbangkan dan diperhitungkan, sehingga kadang terjadi banyak kesulitan, misalnya perhitungan yang berulang-ulang, atau harus membolak-balik buku referensi untuk melihat tabel atau grafik. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut, maka dibuat suatu perangkat lunak yang dapat membantu dalam desain sabuk gigi, sehingga perhitungan desainnya dapat lebih akurat dan lebih cepat. Perangkat lunak dibuat berbasis Visual Basic 6.0, dengan memanfaatkan beberapa fungsi perhitungan sederhana, tetapi cukup akurat dalam perhitungan.Kata kunci : Visual Basic 6.0, desain sistem transmisi daya, sabuk gigi (timing belt)
Pengaruh Penggunaan Penyimpan Panas Terhadap Efisiensi dan Temperatur Puncak Pemanas Matahari Muhammad Rizali
POROS TEKNIK Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v11i1.704

Abstract

Performa pemanas dengan sumber energi matahari mempunyai kelemahan, yaitu sangat tergantung pada kondisi kecerahan cuaca, sehingga kestabilan temperatur kurang terjaga. Pada penelitian ini diteliti tentang penambahan penyimpan panas tambahan di dalam sistem pemanas matahari, dengan tujuan untuk menjaga kestabilan temperatur. Penelitian dilakukan dengan 2 buah pemanas matahari bertipe kotak, digunakan untuk memanaskan air sebanyak 1 kg. Salah satu kotak pemanas ditambahi penyimpan panas berupa batu dengan berat 2 kg. Hasil yang didapatkan adalah dalam pemanas dengan penyimpan panas mempunyai temperatur udara lebih stabil, akan tetapi tidak terjadi perbedaan temperatur air yang signifikan antara kedua perlakuan.
DENSITAS ENERGI PADA PANEL SURYA DENGAN VARIASI JUMLAH DAN SUDUT REFLEKTOR Muhammad Rizali
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.368 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v3i2.1299

Abstract

The use of solar energy is increasingly needed to be improved, so engineering is needed to optimize the energy obtained. One of the engineering done is to install a mirror as a reflector that directs sunlight right into the solar panel. The factors studied were the effect of the numbers (1,2,3 and 4 reflectors) and the reflector angle (60°, 65°, 70°) on the solar panel output power, and the ratio of the power to the projection area of the installation site (power density). The method performed is with the light of the spotlight in the room, without any other light source, then measured the current and the output voltage of the solar panel. The result is that the use of reflectors has an effect on the output power of solar panels, where the highest power and density are obtained on the use of 4 reflectors at an angle of 70° (1.04 W / m2), due to solar radiation collected all about the solar panel. The recommended use is 2 reflectors at an angle of 70°, with consideration of the practicality of the installation of the apparatus, and its high enough density (0.9935 W/m2). Keywords: solar panel, reflector, energy density, reflector count, reflector angle
KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) Dr. H.M. ANSARI SALEH BANJARMASIN SELAMA PANDEMI COVID-19 Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun; Agustina Hotma Uli Tumanggor; Muhammad Rizali
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v5i2.7907

Abstract

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan bahwa COVID-19 menjadi pandemi global. Hal ini berdampak terhadap sektor kesehatan terutama tenaga kesehatan profesional seperti perawat. Banyak tenaga perawat mengalami kelelahan kerja pada saat menangani pasien COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Untuk responden penelitian adalah perawat di RSUD dr. H.M. ANSARI SALEH. Jumlah responden adalah sebanyak 109 orang. Dan untuk mengetahui kelelahan kerja pada perawat, peneliti menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Commite (IFRC). Hasil penelitian menunjukkan Perawat yang merasakan kelelahan kerja yang paling banyak adalah pada kategori kelelahan kerja rendah sebanyak 62 orang (56,88%). Untuk perawat yang merasakan kelelahan kerja sedang sebanyak 44 orang (40,36%) dan paling sedikit adalah perawat dengan kelelahan kerja tinggi sebanyak 3 orang (2,75%).Kata Kunci: COVID-19, pandemi, perawat, kelelahan kerja.
Persepsi Apoteker Tentang Penerapan Telefarmasi Di Apotek: Persepsi Apoteker Tentang Penerapan Telefarmasi Di Apotek Muhammad Naufal; Iwan Yuwindry; Muhammad Rizali
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v3i2.249

Abstract

Background: The pharmacist's perception is important to find out whether a pharmacy can implement telepharmacy, which is a new innovation in the pharmaceutical field that requires adaptation in implementation, especially in pharmacies to provide high quality pharmaceutical services to the community. Objective: This study was to determine the pharmacist's perception of the implementation of telepharmaceuticals in pharmacies. Methods: In this study using quantitative methods with analytical observational design, namely cross sectional research design and sampling technique in this study using Consecutive Sampling technique. Results: based on the results of research with 134 pharmacist respondents, it shows that pharmacists' perceptions of telepharmacy implementation in pharmacies show positive perceptions of drug insurance as much as 120 (89.5%), on drug prices 107 (79.8%) positive perceptions, on consumer rights have a positive perception of 130 (97%), on the convenience obtained using telepharmaceuticals have a positive perception of 133 (99.3%), on the regulations governing telepharmacy have a positive perception of 133 (99.3%), and on the risk of selling drugs through telepharmaceutical applications had a positive perception of 84 (62.7%). But only as many as 32 (23.9%) pharmacists who apply telepharmacy in pharmacies seen from the pharmacist's interest in implementing telepharmacy in pharmacies as many as 101 (75.4%) pharmacists are interested in implementing telepharmacy. Conclusion: Pharmacists' perceptions of telepharmacy implementation in pharmacies on drug assurance, drug prices, consumer rights, convenience, regulation, and telepharmacy risks are positive. Keywords: Pharmacy , pharmacist ,perception, telepharmacy
Pengaruh Lama Dan Suhu Penyimpanan Terhadap Tingkat Keasaman Asi Bertemperatur Rendah , Normaliani; Friscila, Ika; Rizali, Muhammad
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v8i2.585

Abstract

Proses menyimpan ASI di dalam kulkas sangat membantu untuk menjaga kualitasnya; Namun, menyimpannya dalam jangka waktu yang tidak sesuai anjuran juga akan mempengaruhi kualitasnya. Pertumbuhan mikroba pada makanan yang tidak disukai dapat merusak makanan atau menurunkan kualitas ASI yang disimpan sehingga diperlukan cara penyimpanan yang baik dan benar. Tujuan penlitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh lama dan suhu penyimpanan terhadap keasaman dalam ASI pada temperatur rendah. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan penelitian pre test dan post test  design. Populasi adalah ibu menyusui yang bekerja di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari yang bertugas pada ruang nifas berjumlah 5 orang, dengan teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling. Kemudian menggunakan uji Analisis data menggunakan anvariat dan bivariate menggunakan two way anova. Hasil penelitian, 1) Lama penyimpanan terbagi dalam 9 kategori berdasarkan jam yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 24, 48, 72 dan 96 jam. Sedangkan suhu terbagi dalam 2 kategori yaitu suhu ruang dan lemari pendingin. 2) ASI yang disimpan pada  pada lama penyimpanan yang berbeda  dan suhu yang berbeda memiliki tingkat keasaman yang bervariasi serta cenderung mengalami penurunan tingkat keasamannya. 3) Lama penyimpanan berpengaruh terhadap tingkat keasaman Asi bertemperatur rendah, sedangkan suhu tidak berpengaruh terhadap tingkat keasaman Asi bertemperatur rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lama penyimpanan dan suhu berpengaruh terhadap tingkat keasaman Asi bertemperatur rendah.   Kata Kunci: Lama, suhu penyimpanan, tingkat keasaman ASI
Sosialisasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Produksi Batu Bata Kurniawan, Muhammad Ari; Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija; Rizali, Muhammad
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.354

Abstract

Pendahuluan: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pilar perekonomian Indonesia yang perlu mendapat perhatian karena dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di tengah persaingan pada pekerjaan sektor formal. Walaupun UMKM menjadi pilar perekonomian Indonesia, untuk pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor ini masih minim perhatian. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya K3 pada saat bekerja dimana salah satu aspek pentingnya adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Metode: Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi tanya jawab. Peserta diberi edukasi tentang pentingnya K3 dan APD saat bekerja untuk menghindari timbulnya Penyakit Akibat Kerja (PAK) di kemudian hari. Hasil: Hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) secara garis besar dapat dikatakan baik melihat target peserta sosialisasi saat pelaksanaan kegiatan PkM berlangsung. Para pelaku UMKM yang diundang hampir seluruhnya datang. Sehingga ketercapaian tujuan sosialisasi PkM Masyarakat dikatakan baik (90%). Ada peningkatan pengetahuan dari masyarakat tentang K3 terutama tentang penggunaan APD yang menjadi salah satu aspek penting dalam bekerja. Sehingga diharapkan kedepannya pada saat bekerja, seluruh pelaku UMKM menggunakan APD untuk menghindari efek negatif timbulnya PAK pada masa yang  mendatang. Simpulan: Pada kegiatan PkM ini dapat disimpulkan bahwa para pelaku UMKM telah mengetahui betapa pentingnya penerapan K3 di tempat kerja. Para pelaku UMKM juga diberi arahan terkait penggunaan APD dan selalu mengingat untuk menggunakaan APD pada saat bekerja demi menghindari timbulnya PAK dan terciptanya kesejahteraan pekerja.
AKUISISI DATA UNTUK PERCOBAAN FISIKA BERBASIS ARDUINO UNO DI SMKN 1 GAMBUT Rizali, Muhammad; Uli, Agustina Hotma; Siska, Madschen Sia Mei Ol; Wusko, Ikna Urwatul
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v3i1.876

Abstract

Lacks of facility and equipments in physics/science experiment is the problem in school activity, due to prising and availability of the equipment. The lack of facility and equipment can cause lower quality of student education. Solutions needed to solve this problem. In this community service, Arduino Uno with sensor physics and data acquisition experiment equipment introduced. Introduction about input-output pin in Arduino, temperature sessor LM35, coding language, and air temperature data acquisition, explained to student and teacher. The results are the experiment well done, learning that interests students to participate actively, additional knowledge for the teacher, and the higher motivation of students and teachers to study further.