Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gambaran Disparitas Diabetes Melitus Tipe 2 Ditinjau Dari Faktor Body Mass Index (Bmi) puspitasari, riska; Haskas, Yusran; Arna Abrar, Eva
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i6.1094

Abstract

Penyakit tidak Menular (PTM) menjadi problem kesehatan masyarakat yang relatif tinggi di Indonesia di saat ini. Hal ini ditandai dengan banyaknya perubahan pola penyakit secara epidemiologi berasal dari penyakit menular yang cenderung menurun ke penyakit tak menular yang secara global semakin tinggi di dunia. Diketahuinya Disparitas Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar. Desain penelitian yang di gunakan yaitu kuantitatif, dengan rancangan survey deskriktif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar pada bulan Juli sampai Agustus 2022. Seluruh pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Tamalanrea Makassar dengan jumlah populasi 409 orang. Jadi, besar sampel yang diambil untuk menjadi responden yaitu 80 orang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pertanyaan berupa kuesioner dan lembar observasi hasil uji statistik univariat menunjukan terdapat disparitas terhadap faktor Body Mass Index (BMI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 dimana terdapat persentse teringgi yaitu kelebihan berat badan sebanyak 48 orang (60%) dan yang mendominasi yaitu obesitas 40 orang (50.0%). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor keturunan sangat berperan penting terjadinya diabetes melitus dibandingkan orang yang tidak memiliki keluarga dengan riwayat DM
Strategi Penguatan Akhlakul Karimah Dalam Mencegah Radikalisme Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Desa Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Puspitasari, Riska; Hasan, Mustaqim; Nugraha, Hendika Adi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2535

Abstract

The main objective of this study is to analyze strategies for strengthening moral values as a preventative measure against radicalism at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School. This study used a qualitative approach with a case study design to explore strategies for strengthening moral values as a preventative measure against radicalism at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School in South Lampung. Subjects included the boarding school leadership, teachers, students, and parents involved in the instilling of moral values. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation of Islamic boarding school activities. Thematic analysis was used to identify patterns, themes, and relationships between strengthening moral values and preventing radicalism. Data validity was maintained through triangulation of sources, techniques, and participants. This methodology emphasized both theoretical and practical aspects, so that the research results provide an empirical contribution to the development of character education-based preventive strategies that are applicable and contextual in Islamic boarding schools. The results of this study indicate that strategies for strengthening moral values as a preventative measure against radicalism at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School. Findings indicate that cultivating moral values through daily activities, such as congregational prayer, Quran recitation, and social participation, fosters ethical awareness and tolerance among students. The role of teachers and mentors as moral role models has been shown to motivate students to emulate positive behavior and avoid the influence of extreme ideologies. Furthermore, active leadership oversight through monitoring, personal guidance, and religious counseling enables early detection of potential radicalism and strengthens the internalization of noble morals. This integrative strategy confirms that religious practice, social interaction, and moral leadership simultaneously shape the character of students who are resilient, tolerant, and critical of the influence of radicalism, providing a new empirical contribution to the literature on character education and radicalism prevention.ABSTRAKTujuan utama penelitian ini adalah menganalisis strategi penguatan akhlakul karimah sebagai upaya preventif terhadap radikalisme di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi strategi penguatan akhlakul karimah sebagai upaya pencegahan radikalisme di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Lampung Selatan. Subjek penelitian meliputi pimpinan pesantren, guru, santri, dan orang tua yang terlibat dalam pembiasaan nilai moral. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pesantren. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan pola, tema, dan hubungan antara penguatan akhlakul karimah dan pencegahan radikalisme. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan anggota. Metodologi ini menekankan aspek teoritis dan praktis, sehingga hasil penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi preventif berbasis pendidikan karakter yang aplikatif dan kontekstual di lingkungan pesantren. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan akhlakul karimah sebagai upaya pencegahan radikalisme di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Temuan menunjukkan bahwa pembiasaan nilai moral melalui kegiatan harian, seperti shalat berjamaah, tadarus, dan partisipasi sosial, menumbuhkan kesadaran etis dan toleransi antar-santri. Peran guru dan pembina sebagai teladan moral terbukti memotivasi santri meneladani perilaku positif dan menjauhi pengaruh ideologi ekstrem. Selain itu, pengawasan aktif pimpinan melalui monitoring, bimbingan pribadi, dan konseling religius memungkinkan deteksi dini terhadap potensi radikalisme, sekaligus memperkuat internalisasi akhlakul karimah. Strategi integratif ini menegaskan bahwa praktik religius, interaksi sosial, dan kepemimpinan moral secara simultan membentuk karakter santri yang resilien, toleran, dan kritis terhadap pengaruh radikalisme, memberikan kontribusi empiris baru bagi literatur pendidikan karakter dan pencegahan radikalisme.