Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Dinamika Populasi Sistem Hybrid Semiconductor Quantum Dot – Metal Ellipsoid Siti Wildayati; Bintoro Siswo Nugroho; Yuris Sutanto
PRISMA FISIKA Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i1.65006

Abstract

Telah dilakukan studi teoretis sistem hybrid semiconductor quantum dot (SQD) yang dimodelkan sebagai two-level system yang digabungkan dengan metal nanoparticle (MNP) berbentuk ellipsoid. Studi ini dilakukan untuk melihat perubahan dinamika populasi jika aspek rasio pada MNP ellipsoid divariasikan. SQD digambarkan secara kuantum dengan formalisme density matrix. MNP digambarkan secara klasik dan dikarakterisasi dari nilai polarisabilitasnya. Dinamika populasi dapat diselesaikan dengan persamaan gerak elemen density matrix melalui bantuan metode Runge-Kutta Fehlberg (RKF 45). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika aspek rasio diperbesar, terjadi penurunan frekuensi osilasi pada dinamika populasi dan osilasi tersebut lebih cepat mecapai steady state.
Analisis Dinamika Respons Optis Semiconductor Quantun Dots Three Level Sistem Bertipe Lamda Riani Riani; Bintoro Siswo Nugroho
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.62263

Abstract

Telah dilakukan penelitian secara teoretik pada SQD three level sistem bertipe lamda untuk menentukan respons optis yang muncul ketika sistem disinari laser pada intensitas tertentu. Penyelesaian SQD secara analitik menggunakan persamaan density matrix  menghasilkan persamaan diferesial tergandeng, selanjutnya persamaan density matrix diselesaikan secara numerik menggunakan metode Runge-Kutta Fehlberg (RKF 45). Dari metode ini diperoleh nilai populasi dan koheren dari elemen density matrix yang digunakan untuk menghitung respons optis pada SQD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada intensitas rendah osilasi populasi keadaan dasar hanya dapat terjadi ketika frekuensi keadaan saling beresonansi. Sedangkan populasi pada keadaan yang tidak beresonansi akan menunjukkan osilasi yang tidak jelas. Selain itu peningkatan intensitas yang diberikan oleh cahaya juga mempengaruhi osilasi populasi, semakin besar intensitas yang diberikan maka semakin besar amplitudo osilasi yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan frekuensi Rabi seiring meningkatnya intensitas cahaya datang yang diberikan. Kata Kunci : SQD, density matrix, respon optis, populasi, spektrum energi
Studi Kapasitansi dan Konstanta Dielektrik Pada Karbon Aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit Parnasari Parnasari; Mega Nurhanisa; Bintoro Siswo Nugroho
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.54333

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi kapasitansi dan konstanta dielektrik pada karbon aktif tandan kosong kelapa sawit. Karakteristik kelistrikan yang diamati yaitu kapasitansi dan konstanta dielektrik serta mengetahui pengaruh variasi nilai frekuensi terhadap nilai konstanta dielektrik. Pengukuran nilai konstanta dielektrik menggunakan kapasitor keping sejajar dengan ukuran 9,74 cm × 2 cm berjarak 0,505 cm, ditengahnya diletakkan karbon aktif tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dielektrik dan dihubungkan dengan sumber tegangan AC dari frekuensi 100 – 2000 Hz. Nilai konstanta dielektrik pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta paling tinggi dibandingkan suhu aktivasi 600oC dan 500oC. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karbon aktif yang diaktivasi pada suhu 500oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,539 ± 0,034) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (0,421 ± 0,026). Pada suhu aktivasi 600oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 100 Hz yaitu (1,168 ± 0,0759) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,959 ± 0,0657). Sedang pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 700 Hz yaitu (2,104 ± 0,0248) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (1,658 ± 0,0195). Pada frekuensi rendah nilai konstanta dielektrik mengalami fluktuasi sehingga nilainya sedikit acak. Bahan dielektrik seperti karbon, dalam rentang frekuensi sumber tegangan 0 sampai 2000 Hz tidak terlalu menunjukkan perubahan nilai konstanta dielektriknya.
Dinamika Populasi Sistem Hybrid Semiconductor Quantum Dot – Metal Nanoshell Rindiani Rindiani; Bintoro Siswo Nugroho; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i3.65091

Abstract

Telah dilakukan studi teoretis untuk menganalisis dinamika populasi dari semiconductor quantum dot (SQD) yang dihibridisasi dengan metal nanoshell (MNS). SQD dimodelkan sebagai two-level system dan respon optisnya dianalisis dengan formalisme density matrix. MNS digambarkan terdiri dari sebuah inti dielektrik yang dilapisi logam dan respon optisnya digambarkan secara klasik oleh polarisabilitasnya. Sistem dieksitasi dengan medan listrik osilatif E = E0 cos ωt. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hibridisasi SQD-MNS menyebabkan dinamika populasi SQD termodifikasi. Dinamika populasi SQD mengalami perubahan yang dapat dilihat dari semakin teredamnya osilasi Rabi ketika jarak antara SQD dan MNS semakin kecil. Amplitudo osilasi Rabi juga terlihat semakin kecil ketika jarak antara SQD dan MNS semakin dekat akibat eksitasi yang tidak efektif pada keadaan off-resonance. Selain itu, frekuensi osilasi Rabi mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya ketebalan shell pada MNS.
Studi Teoretis Respon Optis Dimer Simetris Yuliana Nurmala Dewi; Bintoro Siswo Nugroho; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65005

Abstract

Telah dilakukan studi secara teoretis untuk mempelajari respons optis sistem yang terdiri dari dua SQD yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD dimodelkan sebagai three-level system dengan menggunakan formalisme density matrix 3 x 3.  Respons optis tersebut didapatkan dengan menyelesaikan persamaan gerak elemen density matrix. Elemen density matrix diselesaikan secara numerik dengan metode Runge-Kutta (4,5). Elemen density matrix menghasilkan nilai populasi dan nilai koheren yang digunakan untuk menghitung respons optis sistem quantum dimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas medan pengeksitasi memberikan pengaruh pada respons optis SQD. Respons optis tersebut berupa dinamika waktu populasi dan spektrum serapan. Pada dinamika waktu populasi, sistem menunjukkan bahwa meningkatnya intensitas medan pengeksitasi menyebabkan osilasi populasi juga meningkat. Pada spektrum serapan, semakin besar intensitas yang digunakan menyebabkan semakin lebar interval daya serapan dan semakin tinggi puncak spektrum serapan yang dihasilkan.Kata Kunci : SQD, Dimer, Spektrum serapan, osilasi Rabi
Pengaruh Intermediate Level pada Serapan Dua Foton Hero Hartato; Bintoro Siswo Nugroho; Dwiria Wahyuni
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65048

Abstract

Telah dilakukan penelitian secara teoritis untuk analisis respon optis pada kuantum titik berupa semiconductor quantum dot (SQD) model three level system (3LS) bertipe tangga. Proses eksitasi yang terjadi adalah serapan dua foton (TPA). Studi ini dilakukan untuk analisis pengaruh intermediate level pada TPA. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka semakin besar pula populasi sistem berada pada excited state.  Pada spektrum excited state, semakin besar jarak tingkat energi ground state ke intermediate level maka puncak spektrum akan bergeser ke energi yang lebih besar.
Efek Plasmon pada Suseptibilitas Nanohybrid Quantum Dot-Metal Nanoparticle: Pengaruh Jarak Antar Nanoparticle Sismita Sismita; Bintoro Siswo Nugroho; Radhitya Perdhana
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65077

Abstract

Telah dilakukan studi teoretis gabungan antara semiconductor quantum dot (SQD) yang dimodelkan sebagai two-level system dan metal nanoparticle (MNP) berbentuk core shell untuk menentukan suseptibilitas dari sistem nanohybrid tersebut. SQD difungsikan secara kuantum dengan formalisme density matrix. MNP difungsikan secara klasik dan dikarakterisasi menurut nilai polarisabilitas yang bergantung pada jenis MNP yang digunakan. Suseptibilitas sistem ditentukan dengan menyelesaikan persamaan gerak elemen density matrix secara analitik dan numerik dengan metode Runge-Kutta-Fehlberg 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak antara SQD dan MNP yang didekatkan menyebabkan puncak spektrum bagian imajiner suseptibilitas mengalami pelebaran dan bergeser ke energi yang lebih tinggi.