Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : RIO LAW JURNAL

Efektivitas Restorative Justice Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Sarana Penyelesaian Perkara Pidana Pada Masyarakat Banjar Lesmana, Muhammad Andy; ., Muzdalifah; Naufal, Yamani
RIO LAW JURNAL Vol 5, No 1 (2024): Februari-Juli 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/rlj.v5i1.1246

Abstract

ABSTRACT This research explains how restorative justice based on local wisdom in the Banjar society and how criminal cases can be resolved effectively through restorative justice based on local wisdom. This research is a normative legal research that uses a conceptual approach to explain the data used in the content analysis method. The results show that restorative justice based on local wisdom or what is called the practice of beendam is an effective mechanism in resolving criminal cases in the Banjar region. However, the problem is that there are still many people who have not applied the badamai custom as a solution beyond the initial stage of criminal cases in the Banjar community. This research also shows that the local wisdom-based restorative justice method in Banjar society brings together perpetrators and victims and allows dialogue to achieve a win-win solution, therefore this local wisdom-based restorative justice demonstrates by upholding family values. ABSTRAKPenelitian ini menerangkan bagaimana restorative justice berbasis kearifan lokal pada masyarakat Banjar dan bagaimana kasus pidana dapat diselesaikan secara efektif melalui restorative justice berbasis kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang menggunakan pendekatan conceptual approach untuk menjelaskan data yang digunakan dalam metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice berbasis kearifan lokal atau yang disebut praktik beendam merupakan mekanisme yang efektif dalam menyelesaikan perkara pidana di wilayah Banjar. Namun permasalahannya masih banyak masyarakat yang belum menerapkan adat badamai sebagai solusi di luar tahap awal kasus pidana pada masyarakat banjar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa metode restorative justice berbasis kearifan lokal pada masyarakat Banjar mempertemukan pelaku dan korban serta memungkinkan adanya dialog untuk mencapai win-win solution, oleh karena itu restorative justice berbasis kearifan lokal ini menunjukkan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan.
HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL SEBAGAI ISU EKONOMI KONTEMPORER: TINJAUAN DAN RELEVANSINYA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Syifa, Dian May; Naufal, Yamani
RIO LAW JURNAL Vol 7, No 1 (2026): Rio Law Jurnal
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/rlj.v7i1.1948

Abstract

ABSTRAKPergeseran paradigma ekonomi global dari ekonomi berbasis sumber daya alam dan industri berat menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) telah menempatkan pengetahuan, inovasi, dan kreativitas sebagai faktor utama daya saing nasional dan global. Dalam konteks ini, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) berperan sebagai instrumen hukum yang penting untuk melindungi hasil kreasi intelektual serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan praktik HaKI dalam hukum positif Indonesia serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, HaKI diakui sebagai harta (mal mutaqawwim) yang sah dan dilindungi berdasarkan prinsip hifz al-mal. Akan tetapi, kepemilikan HaKI tidak bersifat absolut karena dibatasi oleh prinsip maslahah ‘ammah (kepentingan umum), keadilan (‘adl), serta larangan dharar dan ihtikar. Dengan demikian, ketika hak eksklusif HaKI bertentangan dengan kebutuhan publik yang mendesak, negara memiliki legitimasi syariah untuk melakukan pembatasan melalui mekanisme seperti lisensi wajib. Penelitian ini merekomendasikan konstruksi model HaKI yang seimbang berbasis Hukum Ekonomi Syariah, yaitu dengan memadukan perlindungan inovasi dan tanggung jawab sosial.Kata kunci : Hak Kekayaan Intelektual, Hukum Ekonomi Syariah, Ekonomi Berbasis Pengetahuan, Maqashid Syariah