Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL PENDIDIKAN MIPA

Pemetaan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Kelas VIII SMP di Kecamatan Umalulu Bernadete Alfiani Martinus; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3195

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas VIII di Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa berdasarkan hasil Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan tahun 2024, khususnya di Nusa Tenggara Timur yang tergolong kategori rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII dari tiga sekolah: SMP Negeri 1 Umalulu, SMP Negeri Satap Padammu, dan SMP Negeri 2 Umalulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa secara umum di Kecamatan umalulu tergolong sedang. di SMP Negeri 1 Umalulu (66,67%) dan SMP Negeri Satap Padammu (51,11%), serta rendah di SMP Negeri 2 Umalulu (10,71%). Kemampuan numerasi siswa secara umum berada pada kategori sedang dengan persentase berkisar pada 40,00% - 70,00% Sebagian besar siswa menguasai operasi hitung dasar, namun mengalami kesulitan dalam menafsirkan informasi berbentuk grafik, tabel, dan diagram. Selain itu, siswa belum terbiasa menggunakan data numerik untuk pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini diperkuat oleh wawancara dengan guru dan siswa yang menunjukkan bahwa sebagian siswa belum memiliki kemampuan berpikir logis serta kesulitan mengaitkan konsep matematika dengan konteks nyata.
Perbandingan Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition dan Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik SMPN 1 Lewa Tidahu Srisnawati Kaleka Ringgu; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas dua model pembelajaran, yaitu Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dan Problem Based Learning (PBL), terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Lewa Tidahu. Fokus materi pembelajaran adalah perbandingan. Latar belakang penelitian ini adalah observasi terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik, yang diyakini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang mempromosikan keterlibatan aktif siswa. Namun, uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,62 > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua model. Disimpulkan bahwa baik model AIR maupun PBL dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif . Peneliti menyarankan agar guru mempertimbangkan penggunaan kedua model ini secara kontekstual sesuai karakteristik materi dan peserta didik.
Perbandingan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education dan Problem Based Learning terhadap Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VIII SMP Katolik Andaluri Wulandari Boba Repi; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3199

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi siswa pada materi peluang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih terpusat pada prosedur hitung tanpa mengaitkan konsep dengan konteks nyata, sementara itu numerasi menuntut kemampuan dalam memahami serta mengaplikasikan konsep-konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbandingan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan numerasi siswa SMP pada materi peluang. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental jenis two groups prettest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas VI II di SMP Katolik Andaluri, yaitu kelas eksperimen RME dan PBL. Instrumen yang dipakai berupa tes kemampuan numerasi yang dilaksanakan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penerapan perlakuan. Hasil analisis data melalui uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan yang substansial pada kedua kelas eksperimen dengan nilai signifikansi < 0,001 dan effect size (Cohen's d) > 3 (Kategori besar) pada masing-masing kelas. Pengujian menggunakan independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi < 0,001 dengan effect size sebesar 0,946, yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan secara statistik serta memilik dampak yang relevan secara praktis antara kedua pendekatan pembelajaran yang dibandingkan, dengan model RME lebih unggul dibandingkan PBL. Kesimpulannya, pembelajaran kontekstual RME lebih efektif dalam membangun pemahaman numerik yang bermakna. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pembelajaran matematika yang menghubungkan konsep dengan konteks untuk meningkatkan numerasi siswa.
Perbandingan Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition dan Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik SMPN 1 Lewa Tidahu Srisnawati Kaleka Ringgu; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas dua model pembelajaran, yaitu Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dan Problem Based Learning (PBL), terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Lewa Tidahu. Fokus materi pembelajaran adalah perbandingan. Latar belakang penelitian ini adalah observasi terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik, yang diyakini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang mempromosikan keterlibatan aktif siswa. Namun, uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,62 > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua model. Disimpulkan bahwa baik model AIR maupun PBL dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif . Peneliti menyarankan agar guru mempertimbangkan penggunaan kedua model ini secara kontekstual sesuai karakteristik materi dan peserta didik.
Pemetaan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Kelas VIII SMP di Kecamatan Umalulu Bernadete Alfiani Martinus; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3195

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas VIII di Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa berdasarkan hasil Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan tahun 2024, khususnya di Nusa Tenggara Timur yang tergolong kategori rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII dari tiga sekolah: SMP Negeri 1 Umalulu, SMP Negeri Satap Padammu, dan SMP Negeri 2 Umalulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa secara umum di Kecamatan umalulu tergolong sedang. di SMP Negeri 1 Umalulu (66,67%) dan SMP Negeri Satap Padammu (51,11%), serta rendah di SMP Negeri 2 Umalulu (10,71%). Kemampuan numerasi siswa secara umum berada pada kategori sedang dengan persentase berkisar pada 40,00% - 70,00% Sebagian besar siswa menguasai operasi hitung dasar, namun mengalami kesulitan dalam menafsirkan informasi berbentuk grafik, tabel, dan diagram. Selain itu, siswa belum terbiasa menggunakan data numerik untuk pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini diperkuat oleh wawancara dengan guru dan siswa yang menunjukkan bahwa sebagian siswa belum memiliki kemampuan berpikir logis serta kesulitan mengaitkan konsep matematika dengan konteks nyata.
Perbandingan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education dan Problem Based Learning terhadap Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VIII SMP Katolik Andaluri Wulandari Boba Repi; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3199

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi siswa pada materi peluang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih terpusat pada prosedur hitung tanpa mengaitkan konsep dengan konteks nyata, sementara itu numerasi menuntut kemampuan dalam memahami serta mengaplikasikan konsep-konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbandingan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan numerasi siswa SMP pada materi peluang. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental jenis two groups prettest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas VI II di SMP Katolik Andaluri, yaitu kelas eksperimen RME dan PBL. Instrumen yang dipakai berupa tes kemampuan numerasi yang dilaksanakan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penerapan perlakuan. Hasil analisis data melalui uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan yang substansial pada kedua kelas eksperimen dengan nilai signifikansi < 0,001 dan effect size (Cohen's d) > 3 (Kategori besar) pada masing-masing kelas. Pengujian menggunakan independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi < 0,001 dengan effect size sebesar 0,946, yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan secara statistik serta memilik dampak yang relevan secara praktis antara kedua pendekatan pembelajaran yang dibandingkan, dengan model RME lebih unggul dibandingkan PBL. Kesimpulannya, pembelajaran kontekstual RME lebih efektif dalam membangun pemahaman numerik yang bermakna. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pembelajaran matematika yang menghubungkan konsep dengan konteks untuk meningkatkan numerasi siswa.