Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Effect of Early Breastfeeding Initiation (IMD) on Uterine Involution in Post Partum Mothers at Ninda Harni Clinic Tambunan, Lili Yuliana; Umamy, Farida; Fitria, Aida
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The early initiation of breastfeeding is one of the factors affecting uterine involution. This is due to the stimulation and release of hormones, including oxytocin, which functions to stimulate the contraction of breast smooth muscles and also causes the contraction and retraction of uterine muscles. This will result in the compression of the blood vessels, thereby reducing the blood supply to the uterus. The objective of this study is to ascertain the relationship between early breastfeeding initiation and uterine involution in postpartum mothers. The study was conducted at Ninda Clinic on 26 postpartum mothers, of whom 13 had undergone IMD and 13 had not undergone IMD. The data were analyzed using the chi-square test. The results of this study demonstrated that 12 respondents (46.2%) exhibited normal TFU, while 14 respondents (53.8%) demonstrated abnormal TFU. It can be concluded that there is a relationship between early breastfeeding initiation (IMD) and involution in postpartum mothers, with a value of p=0.018 (0.018 <0.05). It is recommended that health workers, particularly midwives, provide health education about IMD in the postpartum period.
HUBUNGAN PEMERIKSAAN FISIK RUTIN BAYI BARU LAHIR DENGAN DETEKSI DINI KELAINAN KONGENITAL DI KLINIK BIDAN RISMALA KOTA KISARAN TAHUN 2025 Tambunan, Lili Yuliana; Juliana; Jahriani, Nani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4053

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sekitar 3–6% bayi di dunia lahir dengan kelainan kongenital, dan kondisi ini menyumbang sekitar 276.000 kematian bayi baru lahir setiap tahun. Di Indonesia, angka kejadian kelainan kongenital masih cukup tinggi dan menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan serta kematian pada bayi baru lahir. Pemeriksaan fisik rutin terhadap bayi yang baru lahir adalah langkah penting dalam mendeteksi dini adanya kelainan yang mungkin terjadi sejak lahir. Pemeriksaan ini mencakup evaluasi secara menyeluruh dari kepala sampai kaki, termasuk pemeriksaan kulit, kepala, mata, telinga, mulut, dada, perut, bagian kemaluan, anggota badan, hingga refleks saraf. Melalui pemeriksaan fisik yang komprehensif dan dilakukan secara rutin oleh tenaga kesehatan, berbagai kelainan seperti kelainan jantung bawaan, bibir sumbing, kaki pengkor, atau gangguan metabolik dapat terdeteksi sejak dini. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara pemeriksaan fisik rutin bayi baru lahir dengan deteksi dini kelainan kongenital di Klinik Bidan Rismala Kota Kisaran Tahun 2025. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional (potong lintang), yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati variabel bebas (pemeriksaan fisik rutin bayi baru lahir) dan variabel terikat (deteksi dini kelainan kongenital) pada waktu yang bersamaan. Hasil Penelitian : Berdasarkan uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,038 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan fisik rutin bayi baru lahir dengan deteksi dini kelainan kongenital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan pemeriksaan fisik secara lengkap dan rutin memiliki peluang lebih besar untuk terdeteksi lebih awal jika terdapat kelainan kongenital. Hal ini menegaskan pentingnya pemeriksaan fisik menyeluruh sebagai langkah pertama dalam upaya pencegahan komplikasi jangka panjang serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan neonatal.