Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGALAMAN PERSIAPAN KEHAMILAN IBU PRIMIGRAVIDA DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG: PREGNANCY EXPERIENCE OF PRIMIGRAVIDA MOTHERS IN SIDENRENG RAPPANG REGENCY Hamsir, Andi Basmalah; Asfarada, Muhammad Rizky; Zakiyah, Alifah Ummu
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juli-Desember 2023
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v11i2.385

Abstract

Introduction: Treatment in preparation for pregnancy usually includes a physical examination, supporting examinations, immunization, nutritional supplementation, and health consultation. One of the puskesmas that implements care in preparation for pregnancy is the Manisa Health Center in Sidenreng Rappang Regency. However, these services are still classified as limited because they are not by the program issued by the Ministry of Health.Methods: This research uses a qualitative study with a phenomenological approach through in-depth interviewtechniques. Participants in this study amounted to 13 people who were selected by purposive sampling.Result: The results of the theme analysis are (1) independent efforts to prepare for pregnancy, (2) limitedhealth services in preparation for pregnancy, (3) traditional medicine in preparation for pregnancy.Conclusion: The independent efforts of primigravida mothers are supported by their families and thepeople around them. Participants visited the health service for a tetanus toxoid injection. In addition, someparticipants visited several areas to perform traditional medicine.
Pendidikan Praktis Asam Urat: Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Panti Werdha Kota Makassar Asfarada, Muhammad Rizky; Sahrir, Raidatul Zahidah; Yulia, Asti; Iqranil, Astrid
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 6, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v6i3.2864

Abstract

AbstrakAsam urat atau gout adalah gangguan metabolisme purin yang ditandai oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, menyebabkan penumpukan kristal asam urat dan nyeri sendi, terutama pada lansia. Di Indonesia, prevalensi asam urat tinggi dengan lebih dari 355 juta penderita dan prevalensi hiperurisemia mencapai 81%. Wanita menopause memiliki risiko lebih tinggi karena penurunan hormon estrogen. Penanganan asam urat mencakup terapi farmakologis dan non-farmakologis, termasuk edukasi kesehatan yang penting dalam pengendalian asam urat. Pengabdian masyarakat di Panti Werdha Theodora Makassar bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup lansia terkait asam urat melalui edukasi tentang definisi, penyebab, gejala, dan manajemen diet yang sesuai. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan dengan ceramah interaktif, distribusi materi edukasi tertulis, dan pemeriksaan kadar asam urat menggunakan alat tes cepat. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan pada 14 lansia, dengan hasil menunjukkan 80% lansia memahami materi yang diberikan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kualitas hidup lansia, serta penurunan konsumsi makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat, sehingga dapat memperpanjang usia harapan hidup lansia.Kata kunci: Asam Urat, Edukasi Kesehatan, Lansia.
PENGARUH EDUKASI KEPADA KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG CARDIOPULMONARY RESUSCITATION DALAM MENGHADAPI KESIAPSIAGAAN BENCANA: LITERATUR REVIEW Pratiwi, Gita Sabrina; Falakhi, Muchamad Naufal; Juwita, Ninda Aina; Islamay, Yasmin Putri; Nuraini, Niken Sari; Asfarada, M Rizky
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v10i1.238

Abstract

Pendahuluan: Kegawatdaruratan merupakan kondisi yang dapat terjadi dimanapun dan kapanpun salah satunya adalah henti jantung. Henti jantung kondisi sirkulasi normal darah berhenti secara mendadak yang ditandai dengan menghilangnya tekanan arteri. Di Indonesia, setiap tahunnya terdapat 10.000 kejadian henti jantung yang artinya terdapat 30 orang per hari yang mengalami henti jantung. Indonesia memiliki kondisi geografis yang rawan akan terjadinya bencana. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat terkait intervensi Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) sangat penting guna penanganan segera pada kondisi henti jantung yang terjadi di luar rumah sakit. Metode: Artikel ini ditulis dengan metode literatur review.. Literatur review yang didapatkan dari 50 artikel nasional dan internasional dengan pencarian Google Scholar sesuai kriteria. Dari 15 artikel yang memenuhi kriteria telah melalui kajian abstrak, dapat diketahui bahwa dilakukannya pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat. Hasil: Pendidikan terkait Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dalam rangka peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan sangat dibutuhkan oleh kelompok masyarakat dimulai dari tenaga kesehatan, pelajar sampai kelompok lain yang berada di masyarakat. Kesimpulan: Hasil literature review yang dilakukan dari beberapa jurnal dapat diketahui bahwa dilakukannya pelatihan CPR pada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdaruratan bencana.
Eksplorasi Unsur-Unsur Mind-Body Therapy Dalam Tradisi Appassili Suku Makassar Pada 7 Bulanan Ibu Hamil Rahma, Nur; Mardianthy, Nurul Rezky; Rasnita, Rasnita; Asfarada, Muhammad Rizky; Nurkhalifa, Nihar; Mulhaeriah, Mulhaeriah
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): EDITION JULY 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v11i2.2764

Abstract

The Appassili tradition is a customary ceremony of the Makassar tribe at the age of seven months of pregnancy that is believed to be a ritual of self-purification for the mother and fetus for protection from bad things until the end of the process of childbirth. The study aims to explore the elements of mind-body therapy in the Appassilian tradition. This research uses non-empirical qualitative ethnographic research methods. The study used snowball sampling techniques and obtained 17 informants, consisting of 15 pregnant women and two Sanro people (traditional birth attendants or people trusted to help with childbirth) as key informants. Data collection is carried out through in-depth interviews and field observations, with data analysis using OpenCode software. The results obtained five themes, namely: 1) physical and mental conditions during pregnancy; 2) abstinence during gestation; 3) forms of belief in the Appassili's; 4) the meaning of the procession of the Appassili's; and 5) benefits derived from the Appasili's. There are elements of mind-body therapy in the Appassili tradition, namely prayer, respiratory therapy, and autogenic relaxation. In addition, there is an element of manipulative and body-based therapy in the Appassili, which is the therapy that sanro performs on the stomachs of pregnant mothers. The advice for future researchers further explores how the role of health care can be combined with the culture that is inherent in society.
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Personal Hygiene Bagi Remaja: Pencegahan Prostat dan Penanganan Anemia Putri Asfarada, Muhammad Rizky; Mediawati, Ati Surya; Basrah, Miftahul Jannah; Rahma, Nur; Zakiyah, Alifah Ummu; Yanti Alimuddin, Nurul Ilmi; Reviani, Suci; Susanti, Lenny
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7018

Abstract

Anemia pada remaja putri mencapai 32%, yang menunjukkan perlunya intervensi kesehatan masyarakat secara lebih luas, khususnya di tingkat komunitas. Selain itu, data dari Kementerian Kesehatan tahun 2023 menegaskan pentingnya edukasi terkait kesehatan reproduksi dan deteksi dini penyakit tidak menular pada remaja, termasuk edukasi prostat yang selama ini masih dianggap tabu atau terlalu dini untuk dibahas. Namun, keterbatasan sumber daya dan padatnya program kerja Puskesmas menyebabkan kegiatan promotif tidak sepenuhnya menjangkau kelompok remaja di luar sekolah atau yang tinggal di panti asuhan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani gap tersebut melalui kegiatan intervensi langsung kepada remaja di Panti Asuhan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan melalui presentasi interaktif, dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di Panti Asuhan Nurul Ichsan, Makassar, dengan melibatkan 30 remaja. serta pada kegiatan ini dilakukan pre-test dan post-test. Dengan hasil menunjukan. peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Skor rata-rata pre-test sebesar 56,3 meningkat menjadi 84,1 pada post-test, yang berarti terdapat peningkatan kognitif sebesar 49,3%. Peningkatan ini menggambarkan bahwa metode interaktif yang digunakan efektif dalam menyampaikan materi yang sensitif seperti reproduksi dan prostat.
Hand Hygiene Practices among Nurses in South Sulawesi Hospitals Muhammad Rizky Asfarada; Rini Rachmawaty; Andina Setyawati; Gulzar Malik
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 20 No. 1: MARCH 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v20i1.31480

Abstract

Healthcare professionals’ adherence to hand hygiene protocols is paramount to prevent Healthcare-Associated Infections (HAIs) and ensure patient safety. This study evaluates compliance with the World Health Organization's (WHO) "Five-Moment Hand Hygiene" protocol among nurses in two Indonesian hospitals: Regional General Hospital X in Makassar City and Provincial General Hospital Y in South Sulawesi Province. A total of 60 nurses participated, with demographic analysis revealing significant differences between the hospitals. Utilizing a comprehensive observation tool provided by the WHO, data analysis indicated variations in hand hygiene practices, particularly after touching patient surroundings. Despite these differences, the data followed a normal distribution, enhancing the reliability of statistical analyses. Significant disparities in hand hygiene practices were found after touching patient surroundings (p-value = 0.008; α < 0.05), underscoring the urgent need for targeted interventions among nurses to improve their compliance and enhance patient safety. This study recommends comprehensive training, resource provision, regular audits, fostering a supportive organizational culture, and integrating robust hand hygiene modules into nursing education. The study also suggests further research to identify barriers and improvement strategies. Addressing these recommendations collectively will bolster patient safety and reduce healthcare-associated infection burdens in Indonesian healthcare settings. The study's identification of specific deficiencies in hand hygiene practices provides actionable insights for healthcare administrators, infection control practitioners, and frontline healthcare workers, emphasizing the urgency of sustained efforts to promote proper hand hygiene practices.
EDUKASI BOOKLET UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN ADHF: STUDI KASUS: Booklet Education to Improve Knowledge and Family Self-Monitoring in ADHF Patients: A Case Study Andina Setyawati; Muh. Fadhil Ichsan Jaya; Miftahul Jannah Basrah; Muhammad Rizky Asfarada
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2135

Abstract

Latar Belakang: Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) berisiko tinggi terhadap rawat inap berulang. Keluarga memiliki peran krusial dalam mendeteksi tanda perburukan melalui self-monitoring. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas Booklet sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien ADHF. Metode: Studi kasus dengan desain pra-eksperimental pretest-posttest ini melibatkan dua subjek: kelompok intervensi (n=1) yang menerima Booklet dan edukasi terstruktur, serta kelompok kontrol (n=1) yang menerima edukasi lisan. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Chronic Heart Failure Knowledge Questionnaire. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan substansial dari 63,64% menjadi 100% (naik 36,36%). Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan minimal dari 45,45% menjadi 54,55% (naik 9,1%). Analisis per butir soal menunjukkan kelompok intervensi lebih unggul dalam mengenali tanda perburukan dan tindakan yang tepat. Format visual dan terstruktur dari Booklet memfasilitasi akses informasi berulang serta retensi pengetahuan yang lebih baik bagi keluarga. Kesimpulan: Meskipun dengan sampel terbatas, Studi kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan booklet berpotensi meningkatkan pengetahuan keluarga pasien ADHF dibandingkan edukasi lisan. Diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar untuk memvalidasi temuan ini dalam praktik keperawatan kritis.