Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Pendidikan orang Tua dan Pekerjaan Orang Tua dengan Pengetahuan Remaja Puteri Tentang Pernikahan Dini di Kelurahan Petuk Katimpun: The Association Between Parents’ Education and Occupation on Female Adolescents’ Knowledge About Early Marriage in Petuk Katimpun Delyka, Merry; Yulita, Chrisdianti; Valentina, Putri Oktariani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i3.6480

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini di Indonesia masih menjadi permasalahan nasional yang harus dipecahkan bersama. Pada tahun 2018, Indonesia menduduki peringkat ke 2 di ASEAN dan peringkat ke 8 di dunia untuk kasus perkawinan anak dan Provinsi Kalimantan Tengah menduduki posisi ke 2 secara nasional. Pernikahan dini terutama pada remaja puteri akan berdampak pada masa kehamilan dan persalinannya sehingga dapat meningkatkan angka kematian ibu dan anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi pernikahan dini diantaranya adalah kemiskinan, sulitnya akses pendidikan dan fasilitas kesehatan, geografis, ketidaksetaraan gender, masalah soaial dan bencana alam, serta adat budaya suatu daerah. Tujuan: Mengetahui hubungan pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua dengan pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini di Kelurahan Petuk Katimpun. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode survei, instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel sebanyak 59 responden. Analisis data dengan uji Chi-Square (p=0.05) menggunakan SPSS 16. Hasil: Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh Asymp.sig. (2-tailed) 0.001 pada variabel pendidikan orang tua dan 0.003 pada variabel pekerjaan orang tua (p<0.05) yang berarti Ha diterima, ada pengaruh signifikan antara pendidikan dan pekerjaan orang tua dengan pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini. Kesimpulan: Ada pengaruh antara pendidikan dan pekerjaan orang tua dengan pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini di kelurahan Petuk Katimpun.
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Manfaat Konsumsi Tablet FE dalam Pencegahan Anemia: Literature Review: The Level of Knowledge of Pregnant Women About the Benefits of FE Tablets Consumption as a Prevention of Anemia: Literatur Review Delyka, Merry; Yulita, Chrisdianti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7749

Abstract

Latar belakang: Anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil mempunyai dampak buruk baik pada ibunya maupun pada janin yang dikandungnya. Menurut WHO, sebanyak 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan sebagian besar disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut, bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. Hasil persalinan pada wanita hamil yang menderita anemia defisiensi zat besi adalah 12-28% angka kematian janin, 30% kematian perinatal dan 7-10% angka kematian neonatal. Ibu hamil dengan anemia karena kekurangan zat besi yang disebabkan karena kurangnya mengkonsumsi tablet Fe saat hamil, kesulitan mendapatkan informasi karena promosi kesehatan yang kurang atau frekuensi kunjungan pemeriksaan kehamilan yang tidak dilakukan teratur sehingga informasi yang diberikan kepada ibu hamil menjadi terlambat. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat konsumsi tablet Fe untuk mencegah anemia. Metode: Literatur review yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengambil intisari dari penelitian sebelumnya menggunakan PICOS dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Dari tiga artikel yang direview didapatkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat konsumsi tablet Fe dalam pencegahan anemia sebagian besar adalah baik, yaitu sebanyak 113 ibu hamil (62,4%). Hal ini disebabkan pendidikan rata – rata ibu hamil adalah SMA, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah dalam menerima informasi, sehingga tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat konsumsi tablet Fe dalam mencegah anemia juga baik.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Risiko Pernikahan Dini: Overview of Adolescent Girl’s Knowledge About the Risk of Early Marriage Yulita, Chrisdianti; Yulandari, Alya; Delyka, Merry
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8937

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan perkawinan <20 tahun. Pernikahan usia remaja bagi perempuan berdampak banyak hal karena memiliki risiko lima kali lebih besar untuk meninggal dalam kasus kehamilan dan persalinan karena organ reproduksinya masih belum siap. Namun, faktanya banyak remaja putri yang melakukan pernikahan dini. Masa SMA merupakan salah satu tempat dimana banyak remaja putri yang berumur <20 tahun. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang risiko pernikahan dini terhadap kehamilan dan persalinan di SMA Nusantara Palangka Raya. Metode: Menggunakan metode deskriptif, lokasi penelitian di SMA Nusantara Palangka Raya, dengan pengambilan sampel teknik accidental sampling berjumlah 38 remaja siswi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisa data dengan coding, scoring, dan tabulating. Hasil: Pengetahuan remaja putri di SMA Nusantara Palangka Raya dari 38 responden sebanyak 1 responden (3%) berpengetahuan baik, 12 responden (30%) berpengetahuan cukup, dan 25 responden (67%) berpengetahuan kurang tentang risiko pernikahan dini terhadap kehamilan dan persalinan. Kesimpulan: Kurangnya informasi didapatkan oleh remaja siswi khususnya tentang kesehatan reproduksi. Disamping itu, informasi yang didapatkan oleh sebagian responden tidak sepenuhnya dari sumber yang terpercaya. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak turut berperan dalam hal meminimalisir angka pernikahan dini yang semakin meningkat.
Pengaruh Pemberian Leuprolide Acetat Terhadap Kadar IL-17A pada Mencit Model Endometriosis: The Effect of Leuprolide Acetat On IL-17A Levels in Endometriosis Model Mice Prastiwi, Ana Paramita; Delyka, Merry; Yulita, Chrisdianti; Hertati, Dessy
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8972

Abstract

Endometriosis adalah kelainan umum yang dikaitkan dengan nyeri, gejala gastrointestinal dan saluran kemih, infertilitas, dan kelelahan. Endometriosis didefinisikan oleh adanya lesi mirip endometrium yang sebagian besar ditemukan di panggul. Mekanisme yang berkontribusi terhadap etiologi penyakit ini meliputi perubahan jalur hormonal, inflamasi, dan nyeri IL-17A. Leuprolide Acetat adalah analog sintetik dari hormon pelepas gonadotropin (GnRH) yang terjadi secara alami, yang bertindak sebagai penghambat kuat sekresi gonadotropin hipofisis bila diberikan terus menerus pada dosis terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian Leuprolide Acetat terhadap Kadar IL-17A pada mencit model endometriosis. Sebanyak 15 ekor mencit di bagi menjadi 3 kelompok yaitu mencit sehat, mencit Endometriosis, mencit Endometriosis diberikan Leuprolide Acetat. Kadar IL-17A diukur dengan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) pada masing-masing kelompok pengamatan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian Leuprolide Acetat terhadap kadar IL-17A pada mencit model endometriosis.
The influence of booklet media on tuberculosis knowledge among airport workers: A pre-experimental study Ovany, Riska; Alvionesa, Miana Chesaria; Delyka, Merry
Lentera Perawat Vol. 7 No. 1 (2026): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i1.647

Abstract

Background: Tuberculosis remains a major public health challenge in high-mobility occupational settings, where frequent interpersonal contact increases the risk of disease transmission. Limited knowledge regarding tuberculosis transmission, prevention, and early detection among airport workers may contribute to delayed health-seeking behavior and sustained transmission within transportation hubs. Objective: This study aimed to examine the influence of booklet-based health education on tuberculosis knowledge among airport workers. Methods: This study employed a quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design. The population consisted of 88 workers at the Tjilik Riwut Airport Health Quarantine Post, Palangka Raya, Indonesia. A sample of 47 respondents was selected using an accidental sampling technique based on inclusion criteria. Tuberculosis knowledge was measured using a structured questionnaire administered before and after the intervention. The intervention consisted of tuberculosis health education delivered through a printed booklet. Data normality was assessed using the Shapiro–Wilk test, and differences between pretest and posttest knowledge scores were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: The findings demonstrated a significant increase in tuberculosis knowledge following the booklet-based intervention. The mean knowledge score increased from 77.72 before the intervention to 90.28 after the intervention, accompanied by a reduction in score variability. Statistical analysis indicated a significant difference between pre-intervention and post-intervention knowledge scores (p = 0.001). The proportion of respondents with high knowledge levels increased, while moderate and low knowledge categories decreased after the intervention. Conclusion: Booklet-based health education significantly improved tuberculosis knowledge among airport workers. The use of printed educational media proved to be an effective, practical, and sustainable approach for enhancing health knowledge in high-mobility occupational settings.
The Influence of Health Promotion Using Booklet Media About Tuberculosis on the Knowledge Level of Porters, Drivers, and Cleaning Service Staff at the Tjilik Riwut Airport Post, Working Area of Health Quarantine Center Class II Palangka Raya Alvionesa, Miana Chesaria; Ovany, Riska; Delyka, Merry
PROMOTOR Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i1.1846

Abstract

According to secondary data from the WHO and the Ministry of Health, Tuberculosis (TB) remains one of the diseases with a high prevalence. Airports are convergence points for people from various regions and countries, making them high-risk locations for transmitting infectious diseases like TB. Therefore, primary prevention is needed to increase public knowledge at airports, particularly among porters, drivers, and cleaning service staff, which can be achieved through health promotion related to TB. Objective: To determine the influence of health promotion using booklet media about tuberculosis on the knowledge level of porters, drivers, and cleaning service staff at the Tjilik Riwut Airport post, working area of Health Quarantine Center Class II, Palangka Raya. Methods: This research employed a pre-experimental design, specifically a one-group pretest-posttest type. The sample consisted of 47 porters, drivers, and cleaning service staff at the Tjilik Riwut Airport post, selected through accidental sampling. The data analysis was conducted using the Wilcoxon test. Results: The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (p< 0.05), indicating a significant effect of health promotion about tuberculosis using booklet media on the knowledge level of porters, drivers, and cleaning service staff at the Tjilik Riwut Airport post, working area of Health Quarantine Center Class II Palangka Raya. Conclusion: This research concluded that health promotion using booklet media was proven effective in increasing the knowledge of porters, drivers, and cleaning service staff, as it encouraged workers to actively engage in literacy and information sharing actively, thereby enabling them to solve problems. It was recommended that partnerships be established with health facilities for the routine provision of health promotion regarding tuberculosis.
The Correlation Between Breakfast Habits and Students’ Learning Concentration of Class VII at SMPN 9 Palangka Raya Hutapea, Priskila; Ovany, Riska; Delyka, Merry
PROMOTOR Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i1.1910

Abstract

Introduction: Breakfast plays a very important role in the fulfillment of nutrition in the morning, more specifically for students who have very busy academic activities. A good concentration is needed in the learning process, because with optimal concentration, students can understand the material more effectively. Seeing the important role of breakfast in learning concentration, evaluative and educational efforts are needed on students' breakfast habits. Objective: To determine the correlation between breakfast habits and students’ learning concentration in class VII at SMPN 9 Palangka Raya. Methods: correlational method with cross-sectional design. The sample in this research was some of the seventh-grade students of SMPN 9 Palangka Raya, totaling 141 students. The sampling technique was proportional random sampling. The data analysis was conducted using Spearman's rank test. Results: Based on the spearman rank test obtained significance results (p-value < 0.05) which was 0.000, it could be concluded that there was a statistically significant correlation between breakfast habits and learning concentration. With a correlation coefficient value of 0.322, which showed this correlation was positive with a weak to moderate correlation strength, which means that the better the students' breakfast habits, the better their learning concentration tends to be. Conclusion: There is a positive correlation between breakfast habits and students' learning concentration. This means that students who have good breakfast habits tend to have better learning concentration. It was recommended that students get into the habit of eating breakfast regularly, especially before going to school.