Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Antipyretic Efficacy of a Combined Ethanol Extract of Papaya (Carica papaya) and Basil (Ocimum basilicum) Leaves in White Mice (Mus musculus) Umar, Anugrah; Pratama, Muhummad Rasul; Nurjaya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12296

Abstract

Fever is a condition characterized by an increase in body temperature above 37°C. It typically occurs as a response of the immune system to combat infections caused by bacteria and viruses. Previous studies have shown that papaya leaves (Carica papaya) and basil leaves (Ocimum basilicum) contain flavonoid compounds. Scientifically, the individual extracts of these two plants have demonstrated antipyretic activity. Flavonoids play an important role in inhibiting the cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme in the biosynthesis of prostaglandins (PGE), which act as mediators of fever. This study aimed to evaluate the antipyretic effectiveness of a combination of ethanol extract of papaya and basil leaves in mice induced with 5% peptone. This research employed a true experimental design. A total of 25 male mice were used and divided into five groups: a positive control group (Paracetamol 1.3 mg/20 g body weight), a negative control group (Na-CMC), and three treatment groups receiving combinations of ethanol extract of papaya and basil leaves at doses of 400 mg/kg BW : 200 mg/kg BW (4:2), 600 mg/kg BW : 300 mg/kg BW(6:3), and 800 mg/kg BW : 400 mg/kg BW(8:4), respectively. All treatments were administered orally. Body temperature was measured at 30, 60, and 90 minutes after induction. The results showed no significant difference between the combination treatments and the positive control group, indicating that the combination of ethanol extract of papaya and basil leaves is effective as an antipyretic agent.
Aktivitas Antibakteri Sediaan Sabun Cair Ekstrak Daun Waru (Hibiscus tiliaceus L) Terhadap Staphylococcus aureus Irawanda, Rahma; Umar, Anugrah; Astari, Chitra
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.495

Abstract

Skin infectious diseases in humans are a very frequent type of disease, in the human population there are about 30% colonized by Staphylococcus aureus. The skin is the main defense against bacteria if the skin is no longer protected, it will be very easily infected with bacteria, fungi, viruses, protozoa and many other small groups such as Rickettsia, Mycoplasma and Chlamydia.waru plants (Hibiscus tiliaceus L) contain saponins, flavanoids, polyphenols and triterpenoid compounds. The purpose of the study was to determine the physical quality of the waru leaf extract liquid soap formula and to determine which waru leaf extract liquid soap formula has the best inhibition zone against Staphylococcus aureus bacteria. This type of research is an experimental method. The physical quality test of liquid soap showed that the liquid soap was stable. Testing antibacterial activity using the disc diffusion method, the results obtained by the clear zone in F1 show an average value of 25.75, F2 shows an average value of 19.4, and in F3 shows 30.4. From this study, good results were obtained on the physical quality of waru leaf extract liquid soap preparations in all formulas. Of the three best formulas, F3 and provides the greatest antibacterial effect with an average inhibition zone of 30.4 with a very strong category. Keywords : Antibacterial, Waru leaf, Liquid soap, Staphylococcus aureus
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Endofit Penghasil Antimikroba Asal Daun Mangrove Rhizopora apiculata Asal Kota Palopo Annisa, Rahmawati Nur; Sakaria, Fajria Sari; Umar, Anugrah; Ibrahim, Nurul Fahmi; Rahmat, Muh. Alif
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.629

Abstract

Mangrove adalah ekosistem yang kaya akan senyawa bioaktif dan merupakan ekostem bagi komunitas mikroorganisme penghasil antimikroba. Salah satu tumbuhan mangrove ang menjadi tempat hidup bagi bakteri endofit yaitu Rhizopora apiculata. Penelitian ini bertujuan pada pencarian dan identifikasi bakteri endofit asal daun mangrove R. apiculata yang dapat dijadikan sebagai sumber antimikroba. Isolasi bakteri endofit dilakukan dengan menggunakan metode pengenceran hingga 10-5 lalu ditanam di media NA. Identifikasi bakteri endofit mengacu pada karakteristik makroskopis, mikroskopis, dan profil biokimia yang sesuai dengan panduan identifikasi Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode difusi cakram. Tiga isolat bakteri endofit, yakni RaWT1, RaWT2, dan RaWT3, berhasil diisolasi dari daun mangrove R. apiculata asal kec. Wara Timur Kota Palopo dan telah berhasil diidentifikasi sebagai genera Bacillus spp., Pseudomonas spp., dan Staphylococcus spp.. Hasil uji menunjukkan bahwa ketiga isolat bakteri memiliki spektrum aktivitas antimikroba yang berbeda. Isolat RaWT1 memiliki aktivitas yang kuat hanya terhadap E. coli ATCC-25922 dengan besar zona hambat 11.12 mm, sementara isolat RaWT2 dan RaWT3 lebih aktif terhadap S. aureus dengan diameter zona hambat berturut-turut yaitu 10.08 mm dan 10.83 mm yang tergolong dalam spektrum moderat.
Pengaruh Infusa Daun Bayam (Amaranthus tricolor) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Terhadap Hewan Coba Mencit in Vivo: The Effect of Red Spinach Leaf Infusion (Amaranthus tricolor) on Reducing Blood Glucose Levels in Mice in Vivo Putri, Kartika; Umar, Anugrah; Mursyid, Murni
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7153

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan bahan alam yang berpotensi sebagai antidiabetes yaitu daun bayam merah (Amaranthus tricolor), mengandung senyawa kimia seperti flavonoid, tanin, fenol, alkaloid serta saponin yang dapat menurunkan glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun bayam merah (Amaranthus tricolor) dalam menurunkan kadar glukosa darah serta konsentrasi yang paling efektif untuk menurunkan glukosa darah. Dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Muhammadiyah Palopo pada bulan Agustus 2023. Merupakan jenis penelitian eksperimenta dengan tahapan pengambilan sampel, pembuatan infusa daun bayam merah (Amaranthus tricolor), pembuatan larutan na CMC 1%, pembuatan suspensi glibenklamid, pembuatan larutan glukosa sebagai penginduksi terhadap hewan uji. Dibutuhkan waktu 3 hari dalam perlakuan terhadap mencit dengan pengukuran kadar glukosa darah. Hasil penurunan glukosa darah yang diperoleh yaitu pada kontrol negatif sebesar 15,40 mg/dL, kontrol positif sebesar 57,40 mg/dL, infusa 20% sebesar 42,13 mg/dL, infusa 25% sebesar 58,20 mg/dL dan infusa 30% sebesar 58,27 mg/dL. Dari hasil uji one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji duncan diperoleh hasil yang bervariasi atau berbeda signifikan antara kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (kontrol positif, infusa 20%, 25% dan 30%). Disimpulkan juga bahwa yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah yaitu infusa 30% dengan nilai rata-rata 58,27 mg/dL.
Hubungan Perilaku Merokok dengan Tekanan Darah Sistolik dan Tekanan Darah Diastolik pada Masyarakat di Kecamatan Kamanre Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan: The Relationship of Smoking Behavior with Systolic Blood Pressure and Diastolic Blood Pressure in Communities in Kamanre Subdistrict of Luwu District of South Sulawesi Arni, Arni; Zahran, Izal; Umar, Anugrah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7753

Abstract

Perilaku merokok merupakan gaya hidup yang mempengaruhi tekanan darah pada seseorang yang menderita hipertensi. Di dalam rokok mengandung nikotin yang dapat membuat seseorang menjadi ketergantungan dengan cara merangsang dopamin di otak dan meningkatkan hormon adrenalin yang memicu jantung bekerja lebih keras sehingga berdampak pada tekanan darah tinggi atau hipertensi pada penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku merokok dengan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik pada masyarakat di Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji chi-square. Berdasarkan uji chi-square terdapat hubungan bermakna antara jumlah rokok dengan tekanan darah dimana (p value < 0,05) p = 0,016 untuk tekanan darah sistolik dan p = 0,014 untuk tekanan darah diastolik. Hasil uji chi-square antara jenis rokok dengan tekanan darah tidak terdapat hubungan bermakna p = 1,000 untuk tekanan darah sistolik dan p = 0,294 untuk tekanan darah diastolik. Dan hasil uji chi-square antara lama merokok dengan tekanan darah sistolik terdapat hubungan bermakna p = 0,027 dan tekanan darah diastolik p = 1,000 tidak terdapat hubungan bermakna.