Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN END CHILD PROSTITUTION AND TRAFFICKING (ECPAT) DALAM MENANGANI ONLINE CHILD SEXUAL EXPLOITATION PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Jannah, Annisa Raudhatul; Nizmi, Yusnarida Eka
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 11: Edisi I Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explains the role of the international organization Ending the Sexual Exploitation of Children (ECPAT) in handling cases of online child sexual exploitation in Indonesia. Since the COVID-19 pandemic, children who learn through the internet are increasingly vulnerable to sexual exploitation crimes in the digital world. Therefore, ECPAT Indonesia as part of an international organization is present to assist in handling and preventing these crimes by focusing on handling cases of online child sexual exploitation, taking the role of conducting various programs and collaborating with government and non-government institutions to tackle the problem of online child sexual exploitation. This research aims to find out how the role played by ECPAT in handling cases of online child sexual exploitation in Indonesia in 2019-2021. This research uses the theory of the role of International Organizations and qualitative research methods with research techniques interviews with international actors who are used as objects of research, and is complemented by literature study, which utilizes secondary data obtained through literature studies obtained from various literature such as books, journals, bulletins, newspapers, annual reports of several related agencies, documents, or other materials that support research. ECPAT in tackling online child sexual exploitation has a strategy in running its program, namely through research, policy advocacy, building networks, and socialization to the community. The roles that ECPAT has played include conducting research or collecting data related to child exploitation, advocating to the government or related parties, training with related institutions with the aim of being better prepared to deal with the problem of child sexual exploitation, and socializing campaigns, workshops, or online educational seminars. Keywords: Role, ECPAT, Online Child Sexual Exploitation
Factors Associated with Decreasing Incidence of Stunting in the Working Area of the Palu Health Center Palinggi, Marselina; Rau, Muh. Jusman; Buchair, Nur Hikma; Jannah, Annisa Raudhatul; Rahmania; Dg Sirata, Moh. Fikram
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v2i1.107

Abstract

Stunting in toddlers needs special attention because it can hamper children's physical and mental development. Based on a report from the Palu City Health Office in 2021, the number of stunted toddlers reached 8.00%. This study aimed to determine the factors associated with a decrease in the incidence of stunting in the working area of the Palu City Health Center (Puskesmas). This type of research was quantitative observational analytic with a cross-sectional study design. The population in this study were all mothers registered in the working area of the Pantoloan Health Center, Nosarara Health Center, and Tipo Health Center with an eligible sampling technique, then the sample in this study was 98 samples. Data was collected based on a questionnaire that would be analyzed using univariate and bivariate analysis. This study's results indicated no relationship between the variable provision of basic immunization (p=0.906) to a decrease in the incidence of stunting in the working area of the Palu City Public Health Center. A relationship was identified between the time variable providing weaning food (p=0.039) and decreased stunting in the Public Health Center Palu City working area. There was a relationship between the variable support of health workers (p=0.012) to a decrease in the incidence of stunting in the working area of the Palu City Health Center. Strengthening health promotion performance in developing promotive and preventive programs is recommended, particularly in improving complete basic immunization programs
CAPAIAN KINERJA PETUGAS DAN KADER TERHADAP TREATMENT COVERAGE (TC) PADA PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS: KAJIAN DESKRIPTIF EPIDEMIOLOGI DI KOTA PALU Syahadat, Dilla Srikandi; Jannah, Annisa Raudhatul; Yuniarti, Irfanita Dwi; Sari, Nur Fadhilah; Fikri, Mohammad; Megasari, Anitatia Ratna
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 2 (2024): Volume 15 No. 2 (2024)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i2.1788

Abstract

Petugas dan Kader TBC merupakan ujung tombak dalam keberhasilan mencapai program treatment coverage. Namun, di Kota Palu program penanggulangan ini masih terbilang rendah dari target nasional ≥90%. Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kota Palu tahun 2021 pasien yang ditemukan dan diobati sebanyak 46%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran capaian kinerja petugas dan kader terhadap Treatment Coverage (TC) pada program penanggulangan tuberkulosis di Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan kuesioner yang akan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel pengetahuan, motivasi, pelatihan dan ketersediaan dana yang dimiliki petugas TBC sudah baik secara keseluruhan (100%), namun petugas yang memiliki tugas rangkap sebanyak 27 orang (84,4%). Pada kader TBC menunjukkan bahwa berdasarkan variabel pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan dana sudah baik 100%, namun kader yang memiliki motivasi kurang dalam melakukan tugasnya sebanyak 15 orang (53,6%) dan secara keseluruhan memiliki tugas rangkap (100%). Capaian kinerja petugas dan kader terhadap treatment coverage pada program penanggulangan tuberkulosis di kota palu dari segi pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan dana sudah baik. Namun masih ada kader yang memiliki motivasi kurang dalammelaksanakan tugas serta tugas rangkap yang diberikan kepada petugas dan kader yang dapat mempengaruhi ketercapaian treatment coverage
Kebijakan Kurikulum Pendidikan di Era Digital: Studi Literatur Juliani, Juliani; Siregar, Nazwa Azzahra; Jannah, Annisa Raudhatul; Nadia, Nadia; Ramadhan, Dian Dana
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/8f7bc618

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Kondisi ini menuntut kebijakan kurikulum yang adaptif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan kompetensi abad ke-21. Kebijakan kurikulum di era digital memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kebijakan kurikulum pendidikan di era digital melalui studi literatur, dengan fokus pada arah kebijakan, strategi implementasi, tantangan, serta implikasinya terhadap pengembangan sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui penelaahan artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dan terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, dan sintesis kualitatif untuk mengidentifikasi pola dan isu utama terkait kebijakan kurikulum digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kurikulum di era digital berorientasi pada penguatan integrasi teknologi untuk meningkatkan efektivitas, fleksibilitas, dan kualitas pembelajaran. Keberhasilan implementasi kebijakan sangat dipengaruhi oleh manajemen kurikulum yang terencana, kesiapan sumber daya manusia, kompetensi digital pendidik, serta dukungan infrastruktur pendidikan. Namun demikian, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, dan ketimpangan fasilitas pendidikan antarwilayah masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan kurikulum di era digital perlu dirancang secara holistik, inklusif, dan berkelanjutan agar mampu mendukung peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di masa depan.
ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN CODING UNTUK ANAK USIA DINI DI LIMA TK KOTA JAMBI Maura, Nindita Anggia; Jannah, Annisa Raudhatul; Sakobou, Anim Faddilah Sakobou; Wulansari, Indah Retno; Hasni, Uswatul
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut pendidik anak usia dini untuk memiliki kesiapan dalam mengintegrasikan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan abad ke-21, salah satunya melalui pembelajaran coding. Pengenalan coding sejak usia dini berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir komputasi, logika, dan pemecahan masalah anak. Namun, keberhasilan implementasi pembelajaran coding sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan guru Taman Kanak-Kanak dalam penerapan pembelajaran coding untuk anak usia dini di Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian terdiri dari 30 guru TK yang berasal dari enam TK di Kota Jambi, yaitu TK AI-Moestafa, TK Al-Azka, TK An-Nahl, TK Pertiwi II, TK Kasih Ibu, dan TK Al-Falah. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dengan skala Likert yang mencakup tiga indikator kesiapan guru, yaitu pengetahuan dan keterampilan, perencanaan dan pengelolaan kelas, serta sikap dan perilaku. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa 24 dari 25 butir pernyataan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,940 yang menunjukkan reliabilitas sangat tinggi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif menunjukkan bahwa kesiapan guru berada pada kategori siap, dengan persentase respon setuju sebesar 58,61% dan sangat setuju sebesar 34,31%. Indikator sikap dan perilaku memiliki persentase tertinggi dibandingkan indikator lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru TK di Kota Jambi pada umumnya telah memiliki kesiapan yang baik dalam menerapkan pembelajaran coding untuk anak usia dini, meskipun masih diperlukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru agar kesiapan tersebut dapat berkembang ke kategori sangat siap.
Waringin Sehat: Program Edukasi, Pencegahan, dan Akses Kesehatan Untuk Hidup Lebih Baik Saabighoot, Yus Alvar; Yusrafidin, Yusrafidin; Juwita, Rakhmini; Nurhalija, Rizka; Larasati, Rory Fitriani; Jannah, Annisa Raudhatul; Ilmanunah, Lulu
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.513-521

Abstract

The problem of stunting and malnutrition in early childhood remains a serious challenge in Indonesia. Data shows a high prevalence of stunting, necessitating integrated and sustainable interventions. The "Waringin Sehat" Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Program aims to improve the knowledge of parents and early childhood education educators about balanced nutrition and strengthen family food security. Methods: This program adopts a community empowerment approach based on education, participatory training, and active mentoring. Its implementation involves close collaboration between the PkM team, parents, Ibnu Umbara Early Childhood Education educators, and village officials. The program is implemented through five stages: (1) preparation and mapping of needs, (2) intervention planning, (3) implementation of education and training activities, (4) monitoring and evaluation, and (5) reflection and sustainability strategies. Results: This program successfully improved parents' understanding of balanced nutrition and stunting prevention. The training provided to early childhood educators equipped them with the skills to integrate nutrition materials into the curriculum. The program also successfully formed active community learning groups and encouraged the use of local food through simple urban farming initiatives. The resulting outputs include modules, guidebooks, educational videos, and teaching aids. Conclusion: "Waringin Sehat" has made a significant positive contribution, creating positive behavioral changes and fostering community independence in addressing nutritional issues. This success confirms that integrated and participatory interventions are highly effective in achieving sustainable impact.