Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Strategi Metakognisi dalam Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa SMA Az-zahra, Salsabila; Novia, Hera; Suyana, Iyon
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan literasi sains siswa dengan menerapkan strategi metakognisi dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing dibandingkan dengan penerapan model inkuiri terbimbing saja. Desain penelitian ini menggunakan non-equivalent control group design dengan sampel sebanyak 64 siswa kelas XI SMA. Sampel terbagi kedalam dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang akan diujikan kemampuan literasi sainsnya. Hasil dari uji independent t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,048 dimana nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi . Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan strategi metakognisi terhadap kemampuan literasi sains siswa. Selain itu uji N-Gain dilakukan guna melihat peningkatan kemampuan literasi sains siswa pada kedua kelas tersebut. Dihasilkan bahwa nilai N-Gain pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut adalah 0,66 dan 0,45. Peningkatan kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi metakognisi dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat lebih meningkatkan kemampuan literasi sains siswa dibandingkan dengan penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing saja.
Fenomena Konten Prank Terhadap Anak dalam Media Sosial dan Dampaknya Terhadap Moralitas Anak Zahra, Oliviea Novrimada; Az-Zahra, Salsabila; Fatimah, Zanadia Manik; Syahri, Moch; Zulfikar, Moh Fikri
CAKRAWALA: JURNAL HUMANIORA BINA SARANA INFORMATIKA Vol 24, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jc.v24i2.19924

Abstract

This research aims to describe the phenomenon of prank content on social media TikTok and YouTube and its impact on children's morality. Prank content is defined as content that contains the creator's actions or tricks to prank other people with the aim of joking and entertaining. Morality is defined as rules of value about what should be done in interacting with other people. This study used a descriptive qualitative method. This research data is in the form of prank content against children. The research data source is prank video content on the Tik Tok and YouTube applications. The results obtained from this research were that 8 forms of prank were found, namely, (1) breaking eggs, (2) kidnapping children, (3) leaving children in the mall, (4) smearing feces, (5) invisible prank, (6) black eyes, (7) hitting cats, and (8) pulling chairs. The content of the prank has an impact on moral values, namely, (1) respecting fellow human beings, (2) respecting women, (3) respecting other people's opinions and being willing to live side by side with other people who are different, (4) tolerance. feeling, fair, likes to serve, friendly, loyal, polite and keeps promises, (5) democratic attitude: non-discriminatory and non-repressive, (6) respect for sexuality and family life, (7) attitude towards the nation and state, love of the homeland, and (8) traditional values and rules of courtesy.
The Role of Teaching Fiqh Munakahat in Realizing Muslim Family Resilience: Peran Pengajaran Fikih Munakahat dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga Muslim Az-Zahra, Salsabila; Yusdi Haq
Al-Zaujiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2024): Juni
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga adalah unit terdasar dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembentukan individu dan kesejahteraan sosial. Dalam konteks Islam, pembentukan keluarga yang harmonis diatur oleh konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah. Artikel ini membahas pentingnya pendidikan Fikih Munakahat dalam membentuk ketahanan keluarga di Pondok Pesantren Imam Bukhari, Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara tidak terstruktur, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Fikih Munakahat di pesantren dilakukan secara sistematis dan berperan signifikan dalam memberikan panduan terkait pernikahan, menyelesaikan konflik, serta menghadapi tantangan ekonomi dan sosial dalam keluarga. Pendidikan ini juga membantu santri dalam memilih pasangan yang sesuai dengan kriteria Islam dan mengatur hak serta kewajiban suami istri. Efektivitas pendidikan ini terlihat dari kemampuan alumni pesantren dalam menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menjaga ketahanan keluarganya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Fikih Munakahat berperan penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan tangguh sesuai ajaran Islam.
Ginger and Lemon Aromatherapy Enhances Learning Concentration in Midwifery Students: A Randomized Controlled Trial Laila, Laila; Lisa, Ulfa Farrah; Nofila, Hanifah; Taufia, Dina; Az-zahra, Salsabila; Azzahra, Halsya Zahra; Hussain, Altaf; Mehtab, Mehtab
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2025): JIK-OKTOBER VOLUME 9 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i2.1231

Abstract

Background: Focus is the main thing for learning, but students still come across distractions in their environment, anxiety, and mental fatigue. Essential oil aromatherapy may improve cognitive functions through neurophysiological mechanisms.Objective: To find out if the combination of ginger and lemon essential oils would help concentration of midwifery students during self-directed learning.Methods: 92 Andalas University midwifery students were randomly assigned to two groups; experimental (aromatherapy, n=46) and control (n=46). The ginger- lemon aromatherapy (40:60 ratio) was given to the experimental group by a ultrasonic diffuser during four weekly 90-minute tutorials. Concentration was determined through a 20-item questionnaire that was validated and which assessed motivation, sustained attention, anxiety regulation, comprehension efficiency, and distraction resistance.Results: Concentration of the experimental group raised significantly from 2.388 to 4.243 (p<0.001, Cohen's d=14.52), whereas the control group did not show any change (p=0.075). The main changes: 37% of the distraction resistance was increased, 23% of the comprehension efficiency was enhanced, and 10% of the anxiety was reduced.Conclusion: Ginger-lemon aromatherapy is an effective way to hype up concentration in learning from different angles by the synergistic anxiolytic and cognitive-stimulating mechanisms, thus giving a simple, cheap educational intervention.
IMPLIKASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP HUBUNGAN INTERPERSONAL ORANG TUA DAN ANAK Az-zahra, Salsabila; Berliana , Farida; Zen, Fadli Febriansyah; Aulia, Lisa; Febrian, Revi; Harahap, Nursapiah
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 3 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana penggunaan elektronik mempengaruhi hubungan interpersonal antara orang tua dan anak di berbagai lingkungan di Medan. Kuesioner berbasis skala Likert (1-4) digunakan untuk mengumpulkan data dari 50 orang tua dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Skor rata-rata 53,8% dari hasil penelitian menunjukkan hubungan yang "tidak baik". Hasil penelitian ini menekankan dampak buruk dari teknologi, termasuk paparan informasi yang menyinggung, fokus yang buruk, gangguan tidur, dan terganggunya interaksi keluarga. Penelitian ini menyoroti betapa pentingnya bagi orang tua untuk mengawasi dan mengajari anak-anak mereka tentang penggunaan teknologi untuk mengurangi dampak buruk dan menjaga hubungan keluarga yang positif.
The Implementation of Three-Language Assembly Program in Fostering Language Culture at MTsN 2 Mandailing Natal Siregar, Ayu Meita Puteri; Rambe, Rony Mauli Bintang; Rahmadani, Riski; Az-Zahra, Salsabila; Aisyah, Siti; Vanila, Ilza
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.5383

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Three-Language Assembly Program in fostering language culture at MTsN 2 Mandailing Natal. This program is a habituation strategy that rotates the use of Indonesian, Arabic, and English during morning assemblies to create a multilingual and character-oriented educational environment. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with 25 informants consisting of the principal, vice principal, teachers, and students, as well as documentation. Data analysis utilized the interactive model including data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the program is systematically implemented through teacher mentoring, a rotating officer system, and regular evaluations. This initiative contributes to improving students' speaking skills, self-confidence, and character development, while simultaneously strengthening their religious, national, and global identities. The main supporting factors include the consistency of the language environment and active teacher involvement, whereas challenges involve public speaking anxiety, limited vocabulary, and the suboptimal use of foreign languages outside assembly activities. These findings confirm that consistent practice and institutional support are keys to the program's success in fostering language culture in madrasah settings