Salem, Veronika E. T.
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Manfaat Bantuan Sosial Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin di Kelurahan Winangun Dua Lingkungan 1, Kecamatan Malalayang Pangalila, Noviska Veronika; Kerebungu, Ferdinand; Salem, Veronika E. T.
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 6 (2025): (SEPTEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/a8tgyc81

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang manfaat dan bentuk bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah oleh masyarakat penerima manfaat dipergunakan sesuai dengan tujuan pemberian bantuan sosial. adapun metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ialah melalui metode wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bentuk bantuan sosial yang diterima masyarakat penerima bantuan sosial di Kelurahan Winangun Dua, Lingkungan 1 berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bantuan yang diberikan sangat di manfaatkan oleh keluarga penerima sehingga membantu keluarga penerima dalam meringankan beban masyarakat miskin dalam menjalankan kehidupan sehari-hari mereka. Dengan adanya batuan sosial ini mampu memperbaiki kehidupan keluarga penerima menjadi lebih baik, sehingga mampu membantu ekonomi masyarakat, meningkatkan semangat sekolah, dan peluang bagi keluarga penerima bantuan untuk membuka usaha kecil-kecilan.
Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo di Universitas Negeri Manado Tafnao, Wardina; Tafnao, Tafnao; Salem, Veronika E. T.; Sidik, Sangputri
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 6 (2025): (SEPTEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/6r5kw705

Abstract

Artikel Ini Berjudul Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Proses analisis data yang dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, hasil penelitian dan menyimpulkan data penelitian. Dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Solidaritas Sosial Mekanik dari Emile Durkheim dan teori Gemeinschaft dari Ferdinand Tonnies dengan menggunkan metode penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Penelitian ini melihat adanya keterkaitan antara nilai dan norma (Kebiasaan) yang dilakukan oleh Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo sebagai bentuk solidaritas sosial kerika mereka merantau dan berkuliah di Universitas Negeri Manado. Hasil dari penelitian ini adalah Bahwa Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado memiliki solidaritas sosial yang tinggi dengan tipe solidaritas mekanik dengan dengan intensitas antara sesama suku Batak Karo (Ikatan Mahasiswa Karo) dalam rangka melakukan kegiatan-kegiatan seperti, ibadah bersama, olahraga bersama, kegiatan dukacita mapun dukacita, Guro-guro Aron (Pesta Tahunan) penerimaan anggota baru, ibadah natal, malam keakraban, paskah dan semangat gontong royong.
Peran Guru dalam Membina Karakter Siswa di SMA Negeri 2 Tondano Jacobus, Miranty Priscila; Salem, Veronika E. T.; Hamsah, Hamsah
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 1 (2025): (NOVEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/e4z14753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam membina karakter siswa di SMA Negeri 2 Tondano serta faktor-faktor yang memengaruhi karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi non partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam mencakup fungsi sebagai teladan perilaku, pembimbing moral, pendorong motivasi, fasilitator nilai, penggerak ketertiban sosial serta pengawas disiplin siswa. Guru menanamkan nilai-nilai karakter seprti toleransi, kerjasama, disiplin, tanggungjawab, cinta tanah, kejujuran dan kasih sayang melalui pendekatan yang konsisten dan integratif dalam pembelajaran maupun kegiatan sekolah. Faktor yang mempengaruhi karakter siswa meliputi lingkungan keluarga, teman sebaya, sekolah, media sosial dan lingkungan sosial yang lebih luas. Tantangan utama dalam pembinaan karakter antara lain kurangnya perhatian orang tua, pengaruh negatif media sosial dan motivasi internal siswa yang rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan karakter siswa di SMA Negeri 2 Tondano, memerlukan peran aktif guru di dukung oleh kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan sekolah yang kondusif. Sekolah dan guru perlu meningkatkan program pendidikan karakter secara terstruktur agar tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas akademik tetapi juga bermoral bertanggung jawab secara sosial.
Tradisi Rimpal di Kalangan Generasi Muda Suku Batak Karo di Universitas Negeri Manado Barus, Apriani Perbina Br; Salem, Veronika E. T.; Sidik, Sangputri
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/gb8fe437

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan generasi muda tentang tradisi rimpal yang ada di Universitas Negeri Manado. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian di Organisasi ikatan mahasiswa karo dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa batak karo yang berkuliah di Unima. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tradisi Rimpal disebagian kalangan generasi muda sering dianggap tidak perlu, karena tidak memperluas sanak saudara dan membatasi perkembangan masyarakat dalam keluarga, banyak yang beranggapan tradisi rimpal memiliki tata cara adat yang terlalu rumit,sehingga ada Sebagian orang yang merasa keberatan untuk melakukan tradisi tersebut. Tetapi banyak juga yang ingin melaksanakannya karena Tradisi rimpal dilaksanakan sebagai salah satu faktor warisan dari nenek moyang yang wajib dilestarikan dan untuk mencegah terjadinya perceraian dalam rumah tangga, karena menikah menurut tradisi rimpal dianggap pasangan yang ideal dalam masyarakat Karo. Kesimpulan dalam penelitian ini adanya dua pendapat tentang tradisi rimpal yakni ada yang masih ingin melaksanakan tradisi rimpal dan ada yang tidak ingin melaksanakan tradisi rimpal
Peran Mahasiswa Suku Batak Karo dalam Melestarikan Budaya Gendang Guro-Guro Aron di Tondano, Kabupaten Minahasa Bangun, Rejunika Listra Br; Salem, Veronika E. T.; Sidik, Sangputri
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/rbwav545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya gendang Guro-guro Aron dan bagaimana peran mahasiswa Karo menyatukan seluruh mahasiswa suku Batak Karo yang ada di Tondano Selatan.penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai alat analisis penelitian ini adalah Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons menggunakan konsep AGIL. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa budaya gendang Guro-guro Aron bisa memperkuat ikatan tali persaudaraan, dengan adanya budaya tersebut mahasiswa suku Batak Karo yang ada di tanah rantau ini serasa memiliki keluarga baru dan dapat mengobati rasa rindu mereka terhadap keluarga yang ada di kampung. Gendang Guro-guro Aron juga dapat memberi mahasiswa Batak Karo rasa identitas/rasa memiliki dan kebersamaan. Selain itu, budaya ini juga banyak dijadikan sebagai sumber penambah pengetahuan apalagi mereka sejak dulu memang sama sekali belum mengetahui budaya ini dan yang paling uniknya banyak mahasiswa Batak Karo menjadikan budaya ini sebagai arena cari jodoh, karena kebanyakan orang tua mereka ingin anaknya memiliki pasangan sesama suku.
Eksistensitas Partuturan pada Mahasiswa Suku Batak Toba Perantauan di Lorong Pasar, Tataaran II, Kabupaten Minahasa Lubis, Sonya; Salem, Veronika E. T.; Nismawati, Nismawati
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/6beqd956

Abstract

Partuturan dalam budaya Batak Toba merupakan sistem komunikasi yang digunakan seseorang berinteraksi dan menyapa satu sama lain berdasarkan hubungan kekerabatan. Namun, dalam konteks perantauan, eksistensinya mengalami perubahan akibat berbagai faktor sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensitas Partuturan pada mahasiswa Suku Batak Toba yang merantau di Lorong Pasar, Tataaran II, Kabupaten Minahasa, serta upaya mereka dalam mempertahankan nilai-nilai Partuturan di lingkungan perantauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Suku Batak Toba di Lorong Pasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensitas Partuturan di kalangan mahasiswa Batak Toba di perantauan mengalami pergeseran. Sebagian mahasiswa masih mempertahankan penggunaannya dalam interaksi sosial, terutama dalam komunitas sesama mahasiswa Batak Toba. Namun, ada pula yang mulai jarang menggunakannya karena berbagai faktor, seperti pengaruh budaya lokal, modernisasi, Pergeseran ini terjadi karena mahasiswa lebih sering berinteraksi dengan masyarakat Minahasa dan mahasiswa dari latar belakang budaya lain, Penelitian ini bermanfaat bagi mahasiswa Suku Batak Toba sebagai refleksi atas pentingnya mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan sosial. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai adat dapat tetap lestari meskipun berada di lingkungan yang berbeda.