Septiani, Siti Ariffah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Disparitas Stunting di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan: Systematic Review Astari, Dea Widya; Sari, Devy Kartika; Hakim, Dwi Ratnawaty; Apriliani, Ferenadia; Mufarikhah, Muhimatul; Hasanah, Putri Uswatun; Septiani, Siti Ariffah; Hasyim, Hamzah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Prevalensi stunting yang masih tinggi di wilayah pedesaan dibandingkan perkotaan menjadi perhatian utama dalam konteks kesehatan anak di negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan tersebut dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi, dengan harapan memberikan wawasan krusial untuk perencanaan intervensi guna mengurangi prevalensi stunting, terutama di wilayah pedesaan. Metode: Penelitian ini menggunakan systematic review dengan pencarian literatur di PubMed dan Google Scholar, mengikuti panduan PRISMA. Kata kunci mencakup “Disparities” OR “Disparity” OR “Inequalities” AND “Rural” AND “Urban” AND “Stunting” dalam artikel bahasa Inggris yang diterbitkan antara 2013-2023. Didapatkan 12 artikel yang layak untuk diteliti. Hasil Penelitian: Prevalensi stunting pada anak di bawah 5 tahun lebih tinggi di pedesaan dibandingkan perkotaan, meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan. Kesenjangan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor kompleks seperti sosial demografi, kesenjangan ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Faktor penyebab disparitas melibatkan karakteristik demografis, lingkungan, pendidikan ibu, status ekonomi, dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Rekomendasi kebijakan untuk mengatasi masalah ini termasuk peningkatan pemeriksaan antenatal dan pendidikan ibu, strategi gizi, perbaikan sanitasi, dan pengurangan kemiskinan.
ANALISIS DETERMINAN PEMANFAATAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) HIPERTENSI LANJUT USIA (LANSIA) DI KECAMATAN SEBERANG ULU 1 Septiani, Siti Ariffah; Misnaniarti, Misnaniarti; Sitorus, Rico Januar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35915

Abstract

Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk banyak penyakit seperti masalah penglihatan, gangguan ginjal, stroke, gagal jantung kongestif, dan penyakit jantung. Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bertujuan untuk menjamin kesehatan peserta penyakit kronis melalui pelayanan holistik dan pendekatan proaktif yang melibatkan fasilitas kesehatan, peserta, dan BPJS Kesehatan. Provinsi Sumatera Selatan memiliki 1.979.134 penderita hipertensi yang berusia > 15 tahun pada tahun 2022. Kota Palembang memiliki jumlah penderita hipertensi terbanyak, dengan 411.518 orang. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS) pada pasien lansia di Kecamatan Seberang Ulu I Palembang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 211 sampel dengan metode pengambilan sampel Propotional Stratified Random Sampling (secara acak stratifikasi), Analisa data bivariat menggunakan uji chi square dan uji confounding multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa jenis kelamin (p = 0,901), umur  (p = 0,039), pendidikan( p = 0,687), pengetahuan  (p = 0,038), akses informasi ( p= 0,067 ), akses pelayanan kesehatan  ( p= 0,511 ),peran tenaga kesehatan ( p =0,042) dan dukungan keluarga ( p = 0,025 ). Uji regresi menunjukkan  umur memiliki nilai OR = 2,041 (1,148-3,628), akses informasi nilai OR =1,855 ( 1,030 – 0,911) dan dukungan pengetahuan memiliki nilai OR = 0,5 (0,275-0,911). Meningkatkan dukungan sosial mulai dari melibatkan keluarga dan komunitas dalam mendukung peserta, seperti mendampingi kunjungan ke fasilitas kesehatan atau membantu dalam menjalankan rencana perawatan di rumah.