Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Faktor Karakteristik Pada Kejadian HIV/AIDS Di Puskesmas Medan Area Selatan Damanik, Rosa Zorayatamin; Rahmadhani, Mayasari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8060

Abstract

Infeksi Human Immunodeviciency Virus (HIV) telah menjadi faktor predisposisi terpenting dalam berkembangnya Tuberculosis (TB) sejak awal Tahun 1980an dimana sepertiga penderita yang terinfeksi HIV di dunia memiliki koinfeksi dengan TB Paru. Tb pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat memiliki gambaran klinis tidak khas sehingga menyebabkan kesulitan diagnosis, dan menjadi infeksi oportunistik terbanyak dan menyebabkan kematian penderita HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Faktor Karakteristik Pada Kejadian HIV/AIDS di Puskesmas Medan Area Selatan. Desain Penelitian ini Menggunakan desain analitik observasional, yang dimulai pada bulan Maret 2023 hingga Mei 2023. Adapun Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menderita HIV/AIDS yang berobat ke Puskesmas Medan Area Selatan adalah 30 orang yang terdaftar di Puskesmas Medan Area Selatan yang hasilnya akan dianalisis dengan menggunakan uji bivariat. Berdasarkan  uji Chi-Square telah didapatkan nilai p-value = 0,002 sehingga ada hubungan faktor risiko Umur dengan angka Kejadian HIV/AIDS di Puskesmas Medan Area Selatan Periode Januari 2020 - Maret 2023, Berdasarkan  uji Chi-Square telah didapatkan nilai p-value = 0,000 sehingga ada hubungan faktor risiko Jenis Kelamin Laki-Laki dan Perempuan dengan angka Kejadian HIV/AIDS di Puskesmas Medan Area Selatan Periode Januari 2020 - Maret 2023 dan Berdasarkan  uji Chi-Square telah didapatkan nilai p-value = 0,001 sehingga ada hubungan faktor risiko Pekerjaan dengan Kejadian HIV/AIDS di Puskesmas Medan Area Selatan
Hubungan Kadar High Density Lipoprotein Dengan Derajat Keparahan Dari Penyakit Jantung Koroner Damanik, Rosa Zorayatamin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i2.9233

Abstract

Penyakit jantung coroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia bahkan didunia.derajat sumbatan PJK dapat dinilai dari aingiography.kadar High Density Lipoprotein (HDL) dilaporkan dapat mencegah perkembangan atherosclerosis pada PJK. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan kadar HDL dihubungkan dengan derajat keparahan dari penyakit jantung koroner menggunakan skor gensini serta penelitian ini menggunakan metode obeservasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan 48 sampel pasien yang didiagnosis penyakit jantung coroner kemudian diperiksa kadar serum HDL dalam darah pasien serta dilakukan pemeriksaan coronary angiography kemudian derajat keparahan dari stenosis arteri coroner dinilai dengan menggunakan skor gensini. Pada hasil penelitian didapatkan rerata dari kadar HDl sebesar 41,6 (SD±16.85), kemudian dilakukan uji korelasi spearman dan didapatkan nilai P=0,002 (r=-0,427) sehingga terdapat hubungan antara kadar HDL dengan derajat keparahan pada penyakit jantung coroner
LITERASI DIGITAL DAN PENCARIAN LITERATUR PADA MAHASISWA KEDOKTERAN: DIGITAL LITERACY AND LITERATURE SEARCHING IN MEDICAL STUDENTS Lestari, Ira Cinta; Diba, Farah; Darungan, Tezar Samekto; Nasution, Halimah Thania; Akbar, Surya; Azizah, Nur; Pulungan, Rizky Luly Ya Fatwa; Damanik, Rosa Zorayatamin
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.994

Abstract

Medical students need digital literacy and literature searching skills to support evidence-based learning. These competencies are essential for navigating scientific information and making accurate clinical decisions. The objective of this study is to review recent studies on the level of digital literacy and literature searching abilities among medical students and evaluate relevant educational interventions. A literature review was conducted using publications from 2016 to 2025, retrieved from PubMed, Scopus, and Google Scholar. Included studies were relevant to medical education and available in full text. Although students are accustomed to using digital technologies, many still lack adequate skills to search and evaluate scientific literature. Effective interventions include information literacy training, curriculum integration, and simulation-based learning. Digital literacy also influences students’ self-efficacy and mental well-being. Digital literacy and literature searching skills should be systematically integrated into medical education. Strengthening the curriculum in these areas prepares students to face challenges in the digital and technological landscape of modern medicine. AbstrakMahasiswa kedokteran perlu memiliki literasi digital dan keterampilan penelusuran literatur untuk mendukung pembelajaran berbasis bukti. Kemampuan ini penting dalam menavigasi informasi ilmiah dan mengambil keputusan klinis secara tepat. Penelitian memiliki tujuan untuk menelaah studi terbaru mengenai tingkat literasi digital dan kemampuan pencarian literatur pada mahasiswa kedokteran, serta mengevaluasi intervensi pendidikan yang relevan. Telaah pustaka dilakukan terhadap publikasi 2016–2025 dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Studi yang dipilih relevan dengan konteks pendidikan kedokteran dan tersedia dalam teks lengkap. Meskipun mahasiswa terbiasa menggunakan teknologi digital, banyak yang belum memiliki keterampilan penelusuran ilmiah yang memadai. Intervensi yang efektif meliputi pelatihan literasi informasi, integrasi dalam kurikulum, dan pembelajaran berbasis simulasi. Literasi digital juga berpengaruh terhadap efikasi diri dan kesehatan mental mahasiswa. Literasi digital dan keterampilan penelusuran literatur perlu diintegrasikan secara sistematis dalam pendidikan kedokteran. Penguatan kurikulum di bidang ini mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan informasi dan teknologi medis.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS TEGAL SARI KOTA MEDAN: RISK FACTORS FOR STUNTING AMONG CHILDREN UNDER FIVE AT PUSKESMAS TEGAL SARI MEDAN CITY Rahmadhani, Mayasari; Ayu, Mayang Sari; Damanik, Rosa Zorayatamin; Hasibuan, Hardy
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.899

Abstract

This study aims to analyse the risk factors associated with stunting among children under five in the working area of Puskesmas Tegal Sari, Medan City. Stunting remains a serious public health problem caused by early maternal marriage, low maternal education, and suboptimal exclusive breastfeeding practices. This research employed an analytical case-control design using primary data collected through interviews and anthropometric measurements of 20 respondents (10 cases and 10 controls). Data were analysed using Chi-Square and logistic regression tests. The results revealed that early maternal marriage, low education, and lack of exclusive breastfeeding were significantly associated with stunting (p<0.05). The most dominant factor was the absence of exclusive breastfeeding, with an odds ratio (OR) of 3.7. It is concluded that social and educational interventions targeting young mothers, as well as strengthening support for exclusive breastfeeding, are essential to reduce stunting prevalence. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tegal Sari Kota Medan. Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius akibat pernikahan dini ibu, rendahnya pendidikan, dan tidak optimalnya pemberian ASI eksklusif. Penelitian menggunakan desain analitik case control dengan data primer dari wawancara dan pengukuran antropometri pada 20 responden (10 kasus, 10 kontrol). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa usia pernikahan dini, pendidikan ibu rendah, serta tidak diberikannya ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,05). Faktor paling dominan adalah tidak diberikannya ASI eksklusif dengan OR=3,7. Disimpulkan bahwa intervensi sosial dan edukatif pada ibu muda dan peningkatan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk menekan angka stunting.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DI DESA BAGAN KUALA KECAMATAN TANJUNG BERINGIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2023: RISK FACTORS OF MALARIA INCIDENCE IN BAGAN KUALA VILLAGE, TANJUNG BERINGIN SUB-DISTRICT SERDANG BEDAGAI REGENCY IN 2023 Kaharudin, Rosmiati; Bestari, Ramadhan; Pangestuti, Dewi; Damanik, Rosa Zorayatamin
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1016

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control study, melibatkan responden positif malaria sebagai kelompok kasus dan responden negatif malaria sebagai kelompok kontrol. Data primer diperoleh melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square atau uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan sekitar rumah (p = 0,196), kondisi fisik rumah (p = 0,053), serta perilaku pencegahan malaria (p = 0,396) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian malaria (p > 0,05). Karakteristik responden menunjukkan sebagian besar berusia 26–35 tahun (28,1%), berjenis kelamin perempuan (54,6%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (34,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan, kondisi fisik rumah, dan perilaku pencegahan tidak terbukti sebagai faktor risiko pada wilayah penelitian, sehingga kemungkinan terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap penularan malaria di Desa Bagan Kuala.
PERBEDAAN PERILAKU VAGINAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN NON FAKULTAS KEDOKTERAN: DIFFERENCES BETWEEN VAGINAL HYGIENE BEHAVIOR AND PATHOLOGICAL VAGINAL DISCHARGE INCIDENCE AMONG MEDICAL AND NON-MEDICAL FACULTY STUDENTS Ani, Afri; Rahmadhani, Mayasari; Damanik, Rosa Zorayatamin; Diba, Farah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1040

Abstract

Lebih 75% dari seluruh wanita di dunia akan mengalami keputihan paling sedikit sekali seumur hidup dan sebanyak 45% akan mengalami 2 kali keputihan atau lebih. Faktor pencetus keputihan dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor infeksi dan faktor non-infeksi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain studi cross sectional. Analisis pada penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square atau dengan uji alternative fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan Angka kejadian keputihan patologis pada fakultas kedokteran sebanyak 32 responden (61,5%) dan pada fakultas non-kedokteran sebanyak 36 responden (69,2%), mayoritas pengetahuan vaginal hygiene dengan kategori baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 41 responden (78,8%), mayoritas tingkat sikap vaginal hygiene yang baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 45 responden (86,5%), Mayoritas tindakan vaginal hygiene yang baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 39 responden (75%). Dalam uji chi square, ditemukan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada mahasiswi fakultas kedokteran dan fakultas non-kedokteran (p=0,000).