Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Teori Kebenaran Perspektif Islam dan Barat (Studi Literatur) Nurjana, Nurjana; Nasir, Abdul; Shah, Khaf; Karoma, Karoma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10456

Abstract

Standar kebenaran secara historis menjadi fokus diskusi dan perselisihan penting dalam keberadaan manusia. Agama dan filsafat, dua kekuatan besar yang membentuk dunia, masing-masing menyediakan struktur epistemologis yang unik untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari, seperti esensi kebenaran. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian perpustakaan. Dimana penulis memberikan pengamatan terhadap berbagai karya sastra, seperti buku, jurnal, terbitan berkala, dan lain sebagainya, yang relevan dengan permasalahan yang dikemukakan dalam esai ini. Tujuan dari penelitian perpustakaan adalah untuk mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber perpustakaan. Konsep kebenaran Barat, yang mendasarkan dirinya terutama pada kemampuan akal dan indra, dan yang menekankan penyelidikan filosofis sebagai alat untuk menentukan kebenaran, jelas berbeda dengan konsepsi Timur tentang kebenaran dalam hal kriteria. Tentu saja hal ini tidak sama dengan konsep kebenaran yang dianut Islam yang sejalan dengan ajaran tauhid. Secara ontologis, pengetahuan yang didapat manusia dari melihat Tuhan dan alam bersifat relatif, karena satu-satunya kebenaran mutlak adalah pengetahuan yang berasal dari Tuhan. Tergantung pada metode yang digunakan untuk mendapatkannya, kebenaran ilmiah juga melibatkan elemen penting dari tanggung jawab dan verifikasi selain standar fundamental yang telah ditetapkan. Kebenaran ilmiah yang positif adalah kebenaran yang dapat diperiksa oleh siapa saja dengan menggunakan teknik tertentu dengan temuan yang sama atau serupa karena didasarkan pada fakta empiris..
POLITISASI PROFESI GURU OLEH PEMERINTAH DAERAH STUDI KASUS DI KABUPATEN BANYUASIN III Shah, Khaf; Sirozi, Muhammad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.14815

Abstract

The politicization of the teaching profession by local governments is a phenomenon that has sparked debate in the context of education in Indonesia. This research aims to investigate the practice of politicization of the teaching profession by the Regional Government of Banyuasin III Regency. Case studies were conducted to gain an in-depth understanding of how this politicization occurs, its impact on teachers, students, and the education system as a whole, as well as the efforts made to overcome or minimize this practice. Qualitative research methods were used, including in-depth interviews with teachers, government officials, and other stakeholders, as well as analysis of policy documents and related secondary data. The research results show that the politicization of the teaching profession in Banyuasin III Regency is reflected in various aspects, ranging from teacher placement based on political affiliation to political influence in curriculum development. This has led to instability in the educational environment, inequality in educational opportunities, and a decline in the overall quality of education. However, there are efforts from a number of parties to combat the politicization of the teaching profession, including through community advocacy, developing independent teachers, and strengthening supervision mechanisms. Keywords: local government, politicization, teaching profession
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Materi Operasi Bilangan Bulat Pada Siswa Sekolah Dasar Shah, Khaf; Syarifuddin, Ahmad; Hamzah, Amir; Handayani, Tutut
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 2 No 3 (2023): JUNI
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i3.799

Abstract

Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui apa saja kesulitan belajar yang dialami siswa belajar matematika materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada kelas V A di SDN 6 Banyuasin III dan SDN 24 Banyuasin III, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor kesulitan belajar matematika materi penjumlahan dan pengurangan operasi bilangan bulat pada kelas V A di SDN 6 Banyuasin III dan SDN 24 Banyuasin III (3) Untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan dalam mengatasi kesulitan belajar matematika materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada kelas V A di SDN 6 Banyuasin III dan SDN 24 Banyuasin III. Jenis penelitian dalam hal ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan rancangan multisitus dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian di SDN 6 Banyuasin III dan SDN 24 Banyuasin III ditemukannya persamaan dan perbedaan pada siswa yang mengalami kesulitan pada Matematika khususnya materi operasi bilangan bulat. Persamaannya ialah siswa pada kedua sekolah tersebut mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran dikarenakan banyaknya siswa yang kurang mampu dalam membaca dan memiliki daya ingat yang rendah, dan perbedaan di SDN 6 Banyuasin III terdapat kendala pada gurunya yang kesulitan memilih metode pembelajaran dan media yang tepat sedangkan di SDN 24 Banyuasin III siswa mayoritas tidak serius dalam belajar dan lebih banyak bermain. Berdasarkan permasalahan tersebut maka upaya yang dilakukan oleh kedua sekolah tersebut melakukan pengayaan dan remedial.
Pendekatan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif Nasir, Abdul; Nurjana, Nurjana; Shah, Khaf; Sirodj, Rusdy Abdullah; Afgani, M Win
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian harus dimulai dengan dasar masalahnya, bukan dengan metodenya. Peneliti akan mampu menyusun desain penelitian dan mengidentifikasi metodologi yang akan diterapkan jika paradigma dan latar belakang penelitian terbentuk dengan benar. Dalam situasi ini, metode penelitian kuantitatif, kualitatif, atau kombinasi kedua metode tersebut dapat diterapkan. Dalam makalah ini akan dijabarkan bagaimana penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, prinsip dasar, dan langkah-langkah nya. Dalam menyelesaikan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Bahan pustaka menjadi sumber (data) utama dalam penelitian ini. Fenomenologi berkaitan dengan kemunculan suatu benda, peristiwa, atau keadaan dalam persepsi manusia. Dalam pandangan manusia, pengetahuan diperoleh melalui pengalaman sadar. Dalam konteks ini, fenomenologi menyiratkan membiarkan segala sesuatu memanifestasikan dirinya sebagaimana adanya. Di satu sisi, makna muncul dengan membiarkan realitas/fenomena/pengalaman terungkap. Sebaliknya, makna muncul sebagai akibat hubungan subjek dengan fenomena yang ditemuinya. Penelitian fenomenologis memberikan jawaban atas permasalahan ontologis. Langkah-langkah dalam penelitian fenomenologi yakni Penentuan Lokasi dan Individu, Proses Pendekatan, Strategi Penentuan Pemilihan Informan, Teknik Pengumpulan Data, Prosedur Pencatatan Data, Isu-isu Lapangan, dan Penyimpanan Data Tahap Pelaporan.
The Experiential Manasik Management Model in Worship Learning at Islamic Elementary Schools Zahdi; Ahmad Zainuri; Shah, Khaf
BASICA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v5i2.8394

Abstract

Islamic elementary education plays a strategic role in shaping students’ religious character and spiritual awareness from an early age. One increasingly relevant learning innovation in Madrasah Ibtidaiyah is the implementation of hajj and umrah ritual simulations (manasik) as a form of experiential learning that integrates cognitive, affective, and psychomotor aspects. Through these activities, students not only learn the procedural aspects of worship but also internalize values such as discipline, responsibility, cooperation, and sincerity. However, in many Islamic educational institutions, these activities have not been managed systematically in accordance with the principles of Islamic educational management, resulting in suboptimal effectiveness. This study aims to analyze the management of hajj and umrah ritual simulation activities in Madrasah Ibtidaiyah through three main management functions: planning, implementation, and evaluation. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data were obtained from primary and secondary sources. Primary data involved 12 informants consisting of one madrasah principal, six supervising teachers, and five members of the manasik activity committee, while secondary data included planning documents, activity reports, and other supporting archives. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that the implementation of manasik activities reflects spiritually value-based management, participatory involvement, and reflective evaluation of changes in students’ religious attitudes. This study produces the Experiential Manasik Management Model (MEMM), which integrates Islamic spiritual values with the modern management cycle, thereby contributing to the development of theory and practice in worship-based Islamic educational management.