Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Experimental Research Dalam Penelitian Pendidikan Rahayu, Meiliza Suci; Siroj, Rusdy A; Afgani, M Win
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 18 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13986985

Abstract

Experimental research is a type of research that aims to prove the effect of a treatment on the consequences of that treatment. Arikunto explained that by means of experiments, researchers deliberately generate an event or situation, then examine the consequences, in other words, experimental research is a way to look for a cause-and-effect relationship between two factors. Experimental research generally places more emphasis on fulfilling internal validity, namely by controlling the influence of factors outside the experiment that can influence the experimental results. The factors that can threaten the internal validity of an experimental research result include: (1) History, (2) Maturation, (3) Testing Effects, (4) Instrumentation, (5) Selection, (6) Mortality. Ary, et al, determined that in experimental research there are three important elements as the main characteristics of carrying out experiments, namely: The existence of control, The existence of manipulation, The existence of observation. According to Tuckman, there are 4 types of experimental research, namely Pre-Experimental, True Experimental, Factorial and Quasi Experimental. Meanwhile, Sukmadinata's book states that experimental research based on variations consists of pure experimental research (True Experimental), Quasi Experimental (Quasi Experimental), Weak Experimental (Weak Experimental), and Single Subject Experiment (Singel Subjectl).
Pendekatan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif Nasir, Abdul; Nurjana, Nurjana; Shah, Khaf; Sirodj, Rusdy Abdullah; Afgani, M Win
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian harus dimulai dengan dasar masalahnya, bukan dengan metodenya. Peneliti akan mampu menyusun desain penelitian dan mengidentifikasi metodologi yang akan diterapkan jika paradigma dan latar belakang penelitian terbentuk dengan benar. Dalam situasi ini, metode penelitian kuantitatif, kualitatif, atau kombinasi kedua metode tersebut dapat diterapkan. Dalam makalah ini akan dijabarkan bagaimana penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, prinsip dasar, dan langkah-langkah nya. Dalam menyelesaikan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Bahan pustaka menjadi sumber (data) utama dalam penelitian ini. Fenomenologi berkaitan dengan kemunculan suatu benda, peristiwa, atau keadaan dalam persepsi manusia. Dalam pandangan manusia, pengetahuan diperoleh melalui pengalaman sadar. Dalam konteks ini, fenomenologi menyiratkan membiarkan segala sesuatu memanifestasikan dirinya sebagaimana adanya. Di satu sisi, makna muncul dengan membiarkan realitas/fenomena/pengalaman terungkap. Sebaliknya, makna muncul sebagai akibat hubungan subjek dengan fenomena yang ditemuinya. Penelitian fenomenologis memberikan jawaban atas permasalahan ontologis. Langkah-langkah dalam penelitian fenomenologi yakni Penentuan Lokasi dan Individu, Proses Pendekatan, Strategi Penentuan Pemilihan Informan, Teknik Pengumpulan Data, Prosedur Pencatatan Data, Isu-isu Lapangan, dan Penyimpanan Data Tahap Pelaporan.
Correlational Research Selviana, Lista; Afgani, M Win; Siroj, Rusdy A
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7841

Abstract

Penelitian merupakan proses yang panjang. Ia berawal pada minat untuk mengetahui fenomena tertentu dan selanjutnya berkembang menjadi gagasan, teori, konseptualisasi, pemilihan metode penelitian yang sesuai, dan seterusnya. Hal yang sangat penting bagi peneliti ialah minat untuk mengetahui masalah tertentu, minat tersebut dapat timbul dan berkembang karena ransangan bacaan, diskusi, seminar atau pengamatan.Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam proses penelitian. Untuk itu penggunaan penelitian harus sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam menyelesaikan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Bahan pustaka menjadi sumber (data) utama dalam penelitian iniPenelitian korelasi ialah penelitian nonexperimental dimana pada prinsipnya penelitian korelasional mencari hubungan atau korelasi antar dua variabel atau lebih untuk mengetahui tingkatan hubungannya. Penelitian korelasional dilakukan untuk satu atau dua tujuan yang mendasar. Salah satu tujuan yang mendasar adalah untuk membantu menjelaskan/mendeskripsikan tingkah laku manusia. Sedangkan tujuan lainnya adalah untuk memprediksi hasil-hasil yang mungkin akan terjadi. Macam-Macam penelitian korelasional adalah penelitian hubungan, penelitian prediktif, korelasi multivariat, korelasi kanonik. Rancangan penelitian korelasonal adalah korelasi bivariat, regresi dan prediksi, regresi jamak, analisis faktor, rancangan korelasional yang digunakan untuk menarik kesimpulan kausal, dan analisis sitem. Langkah-langkah dalam penerapan penelitian korelasional penentuan masalah, peninjauan masalah atau studi pustaka, pertanyaan penelitian atau hipotesis, rancangan penelitian dan metodologi penelitian, pengumpulan data, dan analisis data. Kelebihan dari penelitian korelasional adalah Penelitian korelasi memungkinkan untuk menyelidiki beberapa variabel yang diselidiki secara intensif dan penelitian ini bisa melakukan analisis prediksi tanpa membutuhkan sampel yang besar. Sedangkan kekurangannya adalah Penelitian tipe ini kurang tertib apabila dengan tipe penelitian eksperimen untuk menentukan pengaruh. Karena tidak dapat dilakukan kontrol atau manipulasi terhadap peristiwa yang akan diteliti.
Experimental Research Dalam Penelitian Pendidikan Arib, M. Farhan; Rahayu, Meiliza Suci; Sidorj, Rusdy A; Afgani, M Win
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8468

Abstract

Artikel ini membahas pengertian penelitian eksperimen, ciri-ciri eksperimen penelitian, karakteristik eksperimen penelitian, penelitian experimental di bidang pendidikan, langkah-langkah penelitian experimental. Penelitian merupakan usaha sadar manusia untuk memperoleh pengetahuan baru, menciptakan pengetahuan baru pengetahuan, dan memecahkan atau memberikan solusi terhadap permasalahan ilmiah. Riset upaya tersebut harus dilakukan secara logis/rasional dan sistematis sehingga informasi dan pengetahuan baru dapat diperoleh dan bermanfaat. Metode dari penelitian yang digunakan adalah Library Research (penelitian kepustakaan). Penelitian experimental adalah satu-satunya jenis penelitian yang lebih akurat/menyeluruh dibandingkan dengan penelitian lain, dalam menentukan hubungan sebab akibat ini karena dalam penelitian eksperimen peneliti dapat mengawasi (mengendalikan) hal tersebut variabel independen baik sebelum penelitian maupun selama penelitian.
KALKULUS DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA: KAJIAN LITERATUR TENTANG PERAN DAN MANFAATNYA BAGI MAHASISWA Rikfataka, Roby Anta; Utami, Nur Aliza Septi; Fitriani, Tina; Triana, Epa; Aprilia, Cinta; Agustin, Elista; Fradisti, Meisha; Afgani, M Win
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL, 2026
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v10i1.642

Abstract

This study aims to examine the role and benefits of calculus in mathematics education for university students through a literature review approach. The method used is qualitative research with a literature study of relevant scientific articles published between 2020 and 2025. The results show that calculus plays an important role as a foundation for understanding advanced mathematical concepts and in developing students’ critical, analytical, and problem-solving skills. However, calculus learning still faces several challenges, such as difficulties in understanding abstract concepts, weak basic mathematical skills, and the dominance of procedural approaches. In addition, psychological factors such as motivation and self-efficacy, as well as differences in learning styles, also influence student learning success. Therefore, innovative learning strategies, the use of instructional media, and the integration of digital technology are needed. Thus, effective calculus learning is expected to improve students’ understanding and prepare them to become competent individuals in academic and professional fields.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP TINGKAT KESULITAN MATA KULIAH KALKULUS: KAJIAN LITERATUR TENTANG FAKTOR PENYEBAB DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Maharani, Salsabilla; Tussyauni, Annisa; Adrian, Rifki Rio; Putra, Rehan Dwi; Riendaffa, Farhan; Afgani, M Win
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL, 2026
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v10i1.661

Abstract

Calculus is a fundamental subject that plays an important role in various scientific disciplines, yet it is often perceived as difficult by university students. This study aims to examine students’ perceptions of the difficulty of calculus, identify the contributing factors, and explore effective learning strategies to address these challenges. The research employs a library research method by analyzing relevant scientific literature. The results indicate that calculus is still considered difficult by most students due to internal factors such as low prior knowledge, weak conceptual understanding, low motivation, and negative attitudes, as well as external factors including the abstract nature of the material and less varied teaching strategies. Students’ difficulties are reflected in errors in understanding concepts, recalling formulas, and performing calculations. To overcome these issues, student-centered learning strategies are required, including strengthening basic concepts, intensive practice, the use of interactive media, project-based learning, and group discussions. With appropriate strategies and a supportive learning environment, negative perceptions of calculus can be reduced, leading to improved student understanding