Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Korelasi Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Ceramah Dengan Keterampilan Menulis Teks Ceramah Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Padang Permata Hati, Suci; Olva Zuve, Farel
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertama, mendeskripsikan keterampilan membaca pemahaman teks ceramah siswa kelas XI SMK Negeri 3 Padang. Kedua, mendeskripsikan keterampilan menulis teks ceramah siswa kelas XI SMK Negeri 3 Padang. Ketiga, mendeskripsikan korelasi keterampilan membaca pemahaman teks ceramah dengan keterampilan menulis teks ceramah siswa kelas XI SMK Negeri 3 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah hubungan korelasional dua variabel. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 3 Padang yang terdaftar pada tahun ajaran 2023/2024 dengan jumlah 528. Sampel dalam penelitian berjulah 50 orang. Sampel penelitian diambil sebesar 10% menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian ini adalah tes, yaitu tes objektif keterampilan membaca pemahaman teks ceramah dan tes unjuk kerja keterampilan menulis teks ceramah.
Korelasi Keterampilan Membaca Apresiatif Dengan Keterampilan Menulis Teks Puisi Rakyat Siswa Kelas VII MTsN I Padang Nasution, Febriyani; Olva Zuve, Farel
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga hal utama: pertama, keterampilan membaca apresiatif siswa kelas VII MTsN 1 Padang; kedua, keterampilan menulis teks puisi rakyat siswa kelas VII MTsN 1 Padang; dan ketiga, korelasi antara keterampilan membaca apresiatif dengan keterampilan menulis teks puisi rakyat pada siswa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTsN 1 Padang tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 271 orang, dan sampel ditentukan sebanyak 50 siswa dengan teknik proportional random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keterampilan membaca apresiatif, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan menulis teks puisi rakyat. Instrumen pengumpulan data berupa dua jenis tes, yaitu tes objektif untuk mengukur keterampilan membaca apresiatif dan tes unjuk kerja untuk menilai keterampilan menulis teks puisi rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan menulis teks puisi rakyat siswa berada pada kategori “lebih dari cukup”, (2) keterampilan membaca apresiatif siswa juga tergolong pada kategori “lebih dari cukup”, dan (3) terdapat korelasi positif antara keterampilan membaca apresiatif dengan keterampilan menulis teks puisi rakyat pada taraf signifikansi 95%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan membaca apresiatif berkontribusi secara signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis puisi rakyat. Dengan demikian, pembelajaran membaca apresiatif perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pengembangan keterampilan menulis kreatif siswa.
Korelasi Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Fabel Dengan Keterampilan Menulis Teks Fabel Siswa Kelas VII MTsN I Padang Ningsih, Dwi; Olva Zuve, Farel
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dua aspek keterampilan berbahasa siswa kelas VII MTsN 1 Padang, yaitu keterampilan membaca pemahaman teks fabel dan keterampilan menulis teks fabel, serta menjelaskan hubungan antara kedua keterampilan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTsN 1 Padang tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 271 orang. Sampel diambil sebanyak 50 orang siswa melalui teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan terdiri atas dua jenis tes, yaitu tes objektif untuk mengukur keterampilan membaca pemahaman dan tes unjuk kerja untuk mengukur keterampilan menulis teks fabel. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca pemahaman siswa berada pada kategori “lebih dari cukup”, sedangkan keterampilan menulis teks fabel berada pada kategori “hampir cukup”. Uji hipotesis menghasilkan nilai thitung sebesar 3,831, yang lebih besar dari ttabel 1,68 pada taraf signifikansi 95%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan membaca pemahaman dengan keterampilan menulis teks fabel. Artinya, semakin baik kemampuan membaca pemahaman siswa, maka semakin baik pula kemampuan menulis teks fabel mereka.
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS CERPEN DI KELAS XI FASE F SMAN 5 PADANG Salsabila, Kisra; Aprisa Fitri, Laura; Dwi Azzahra, Nadhisya; Zulfahrita Putri, Nadia; Olva Zuve, Farel
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38844

Abstract

The Indonesian education system has undergone significant transformation since the implementation of the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka) in the 2022/2023 academic year. This curriculum replaces the old, rigid approach with a more flexible, participatory, and student-potential-focused system. In the context of Indonesian language learning, the Independent Curriculum provides space for students to develop creativity, critical thinking, and express ideas through various texts, including short stories. This study aims to describe the initial planning of the Independent Curriculum's application in short story teaching at SMAN 5 Padang, specifically in designing strategies to address common writing difficulties faced by students. The research utilized a descriptive qualitative method, leveraging observation, interviews, and documentation techniques. The focus of the study is directed at the planning of learning methods Problem-Based Learning (PBL), media differentiation, assessment strategies, and the planned use of appreciative communication between teachers and students. The results of this planning study indicate that the implementation strategy emphasizes student-centered learning using the Problem-Based Learning (PBL) model, incorporating media differentiation between video and text, alongside the use of positive communication to motivate students. Providing freedom to choose story themes is planned as an effective strategy for improving motivation and writing quality. Teachers are designed to act as facilitators, not sole directors, using an approach that values students' learning processes. Overall, this planning demonstrates that the Independent Curriculum holds the potential not only to develop better writing skills but also to create an inclusive, creative, and humane learning space for students in the digital age.
CAMPUR KODE SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Em Fathir, Reval; Tryvia, Zeira; Syalsa Ramadani, Putri; Deswina, Dea; Refany, Regita; Olva Zuve, Farel
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40963

Abstract

Code-mixing is a linguistic phenomenon that frequently occurs in Indonesian language learning, particularly in multilingual classroom contexts influenced by technological development and popular culture. This article aims to examine code-mixing as a communication strategy used by teachers and students in Indonesian language instruction. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through classroom observations, recordings of instructional interactions, and analysis of spoken utterances. The findings indicate that code-mixing is consciously used to clarify meaning, enhance comprehension of learning materials, build emotional closeness, and create a more communicative and interactive learning atmosphere. In addition, code-mixing functions as a linguistic bridge for students who come from diverse first-language backgrounds. However, the use of code-mixing needs to be carefully managed so that it does not hinder the mastery of Indonesian as the target language of instruction. Therefore, code-mixing can be regarded as an effective communication strategy when applied proportionally and in accordance with instructional objectives. This article is expected to contribute both theoretically and practically to the development of Indonesian language teaching strategies that are adaptive to students’ linguistic realities.
STRATEGI PEMBELAJARAN METODE EKSPLORASI UNTUK PEMBELAJARAN TEKS PROSEDUR SISWA KELAS VII MTsN 2 PADANG Mardhiyyah, Zulfa Salsabila; Azzahra Qalbi Firma, Fadia; Navaro, Zaki; Navita, Muthia; Zalianti Fitri, Tiffani; Olva Zuve, Farel
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41191

Abstract

This study aims to describe the implementation of the exploration method as a learning strategy to develop the creativity of seventh-grade students at MTsN 2 Padang in learning procedural texts. The research employed a qualitative approach using a Classroom Action Research design conducted in two cycles. Data were collected through classroom observations, teacher interviews, and analysis of students’ work. The findings indicate that the exploration method significantly improves students’ activeness, confidence in expressing ideas, and the quality of their work. Students became more independent in generating ideas and showed notable development in creativity aspects, including originality, flexibility, and elaboration of ideas. The majority of students achieved high creativity scores, ranging from 92 to 100. These results confirm that the exploration method is an effective learning strategy in promoting meaningful learning experiences and fostering students’ creativity in Indonesian language instruction.