Wally, Laura Faradina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motivasi Kerja Berpengaruh pada Dimensi Kepuasan Kerja Prabowo1, Budi; Samsudin, Acep; Ghoniyah, Ila; Elvarreta, Clarissa Diva; Wally, Laura Faradina; Carolina, Aura
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14611

Abstract

Mayoritas karyawan memerlukan dorongan untuk merasa nyaman dalam pekerjaan mereka dan mencapai kinerja maksimal. Beberapa dari mereka terdorong oleh aspek finansial, sementara yang lain menemukan motivasi dalam bentuk pengakuan dan penghargaan pribadi. Tingkat motivasi di lingkungan kerja memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas karyawan. Individu yang merasa termotivasi dan bersemangat dengan tugas mereka akan melaksanakan tanggung jawab mereka dengan sepenuh hatiyang akhirnya dapat meningkatkan penjualan. Motivasi karyawan senantiasa menjadi isu utama bagi pemimpin. Karyawan yang kurang termotivasi cenderung kurang berkontribusi atau bahkan menghindari kewajiban kerja mereka, berpotensi untuk meninggalkan perusahaan jika kesempatan muncul, dan hasil kerja mereka cenderung kurang berkualitas. Banyak penelitian telah dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai motivasi. Oleh karena itu, pemilik usaha perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang karyawan mereka dan menerapkan beragam strategi untuk memotivasi individu berdasarkan preferensi dan kebutuhan mereka. Dalam tulisan ini, kami ingin menekankan betapa pentingnya motivasi di tempat kerja dalam upaya meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan. Kami juga bermaksud untuk merincikan teori dan teknik motivasi yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja.
Transformasi Pola Belanja Konsumen dari Ritel Konvensional Menuju Quick Commerce Melalui Layanan Pengiriman Instan Dissurul, Nailah Shaqiqoh; Wally, Laura Faradina; Zuleika, Rizqia Awalia; Antoni, Sarah Jessica Amelia Putri; Maulidina, Rara Ayu Jihan Farrawansa; Rusdi Hidayat Nugroho
Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jubikin.v2i4.1138

Abstract

The development of the digital era has triggered a significant transformation in consumer shopping patterns, which have now shifted from conventional retail to Quick Commerce (Q-Commerce). This article analyzes the phenomenon of changing consumer behavior driven by preferences for speed, practicality, and time efficiency, with the COVID-19 pandemic as the main catalyst. The study highlights that the success of Q-Commerce is highly dependent on Logistics Service Quality (LSQ), particularly in terms of timeliness, courier interaction quality, and order condition. Despite offering convenience that disrupts physical retail, this business model faces serious sustainability challenges, including high last-mile operational costs, difficulty achieving profitability leading to the closure of several market players, and intense competition from hybrid retail models. In addition, traffic safety issues and increased carbon emissions are highlighted as social and environmental impacts. This study concludes that while Q-Commerce holds great potential, its sustainability requires strategic innovations that balance service speed with cost efficiency and ecological responsibility.vThe development of the digital era has triggered a significant transformation in consumer shopping patterns, which have now shifted from conventional retail to Quick Commerce (Q-Commerce). This article analyzes the phenomenon of changing consumer behavior driven by preferences for speed, practicality, and time efficiency, with the COVID-19 pandemic as the main catalyst. The study highlights that the success of Q-Commerce is highly dependent on Logistics Service Quality (LSQ), particularly in terms of timeliness, courier interaction quality, and order condition. Despite offering convenience that disrupts physical retail, this business model faces serious sustainability challenges, including high last-mile operational costs, difficulty achieving profitability leading to the closure of several market players, and intense competition from hybrid retail models. In addition, traffic safety issues and increased carbon emissions are highlighted as social and environmental impacts. This study concludes that while Q-Commerce holds great potential, its sustainability requires strategic innovations that balance service speed with cost efficiency and ecological responsibility.