Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Tindak Tutur Ekspresif pada Cerpen Kedukaan Hari Raya Karya Marah Rusli : Suatu Kajian Pragmatik Ramadani, Syafina; Tarigan, Gizka Febrianka; Regar, Sarah Kiristiyani Br; Siahaan, Wulan Dian Sari Br; Simbolon, Ferdinand
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur ekspresif dalam cerpen Kedukaan Hari Raya karya Marah Rusli dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Landasan penelitian ini merujuk pada teori tindak tutur J.L. Austin (1962) yang membedakan tindak tutur menjadi tiga, yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Dari ketiga jenis tersebut, penelitian ini menitikberatkan pada tindak tutur ilokusi, khususnya kategori tindak tutur ekspresif sebagaimana dijelaskan oleh Searle, yang berfungsi menyatakan sikap psikologis penutur terhadap suatu keadaan. Data penelitian berupa tuturan-tuturan dalam cerpen yang mengandung tindak tutur ekspresif, seperti pujian, permintaan maaf, ucapan selamat, keluhan, dan kritik, yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam cerpen ini tidak hanya menjadi sarana pengungkapan emosi, tetapi juga merefleksikan kondisi sosial, relasi antartokoh, serta konteks budaya yang melatarbelakangi interaksi mereka. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tindak tutur ekspresif sebagai bagian dari tindak tutur ilokusi memiliki peran penting dalam memahami dinamika komunikasi sekaligus memperkaya kajian pragmatik dalam karya sastra.
Analisis Kesesuaian Kurikulum Merdeka dengan Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VII “Bahasa Indonesia” Andini, Resti; Regar, Sarah Kiristiyaini Br; Ramadani, Syafina; Prasasti, Tri Indah; Hanum, Inayah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa melalui pembelajaran yang berpusat pada murid. Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran penting di SMP berperan dalam pengembangan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan berpikir kritis siswa. Untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, diperlukan buku teks yang sesuai dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Kurikulum Merdeka dengan Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VII "Bahasa Indonesia" karya Tim Penulis Kemendikbud (2022). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis dokumen dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari dokumen Kurikulum Merdeka dan Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VII “Bahasa Indonesia”. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka dan Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VII “Bahasa Indonesia” memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka dan Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VII “Bahasa Indonesia” memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi. Buku teks ini dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP.
Peranan Cimpa Makanan Khas Karo Dalam Merajut Harmoni Sosial Dalam Kegiatan Adat dan Budaya Masyarakat Karo Panjaitan, Taufik Kusuma; Alicya, Putri; Ramadani, Syafina; Febrianka, Gizka; Regar, Sarah K Br; Anggini, Putri; Amalia, Nadra
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 3, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8202

Abstract

Penelitian ini mengkaji peranan Cimpa sebagai makanan khas masyarakat Karo dalam merajut dan mempertahankan harmoni sosial melalui kegiatan adat dan budaya di Tanah Karo, Sumatera Utara. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai sumber sekunder terkini (2021–2025), termasuk jurnal ilmiah, artikel etnografi, dan laporan pelestarian warisan kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cimpa bukan sekadar hidangan kuliner, melainkan simbol budaya yang sarat makna filosofis dan fungsi sosial. Proses pembuatan Cimpa, yang melibatkan bahan alami lokal (beras ketan, kelapa parut, gula merah/aren, daun singkut/marasi) dan sering dilakukan secara gotong royong, mencerminkan nilai kesabaran, kerjasama, dan penghormatan terhadap alam serta leluhur. Kelima varian utama Cimpa Unung Unung, Tuang, Matah, Labar, dan Gulamei memiliki perbedaan signifikan dalam komposisi bahan, teknik pembuatan, tekstur, rasa, serta konteks penggunaan dalam acara adat. Cimpa Unung Unung mendominasi pesta besar (Merdang Merdem, pernikahan) sebagai simbol syukur formal; Cimpa Tuang berfungsi praktis untuk pergaulan sehari hari; Cimpa Matah mewakili kemurnian dalam ritual intim; Cimpa Labar menggambarkan ketahanan agraris; sedangkan Cimpa Gulamei menyimbolkan kemanisan hidup yang lembut. Secara sosial, Cimpa berperan sebagai “bahasa bersama” yang memperkuat sistem kekerabatan Rakut Si Telu, memfasilitasi pembagian kebahagiaan, mengurangi potensi konflik, dan membangun solidaritas antarindividu, keluarga, serta komunitas di masyarakat Karo yang multireligius. Cimpa merupakan metafor harmoni sosial masyarakat Karo: manis namun berlapis, tradisional namun adaptif, sederhana namun kaya makna. Pelestarian dan pemahaman mendalam terhadap peran Cimpa bukan hanya upaya menjaga kuliner tradisional, melainkan investasi strategis untuk keberlanjutan harmoni sosial, solidaritas komunal, dan identitas budaya etnis Karo di tengah arus modernisasi dan globalisasi.