Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK ARTIKULASI DALAM ANSAMBEL VOKAL DENGAN MODEL LAGU “ CHIQUITITA” MELALUI METODE IMITASI DAN DRILL PADA SISWAI KELAS VIII SMPN 6 KUPANG TENGAH Maria Gratia Wawin; Kian, Melkior; Langgu, Paskalis Romanus
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v4i4.4506

Abstract

SMP Negeri 6 Kupang mempunyai banyak kegiatan yang dilakukan oleh siswa siswi untuk mengembangkan bakat dan minatnya diantaranya adalah kegiatan ekstrakulikuler. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sering dilakukan untuk pengembangan bakat dan minat siswa siswi adalah paduan suara. Oleh karena itu peneliti melakukan kegiatan penelitian dilembaga tersebut yaitu menerapkan teknik vokal artikulasi dalam bernyanyi lagu “Chiquitita” melalui motode drill dan imitaasi.Ada kendala yang dihadapi saat menyanyikan lagu Chiquitita yaitu siswi belum menerapkan cara menyanyikan lagu dengan pengucapan yang baik dan benar. Adapun rumusan masalah yang dibuat oleh peneliti adalah bagaimana penerapan teknik vocal artikulasi lagu “Chiquitita” melalui metode drill dan imitasi. Adapun tujuan dari peneliti adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran cara bernyanyi lagu “Chiquitita” dengan menggunakan artikulasi yang tepat melalui metode drill dan imitasi kepada siswi SMP Negeri 6 Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode drill dan imitasi yang dilaksanakan selama 8 kali pertemuan dapat memberikan hasil belajar yang cukup efektif. Dalam proses penelitian ini subyek penelitian berlatih secara berulang-ulang dan meniru dengan memperhatikan contoh yang diberikan oleh peneliti saat proses penelitian berlangsung, sehingga pada akhirnya subyek penelitian mampu memahami setiap materi yang diberikan oleh peneliti. Proses penelitian ini berlangsung dalam tiga tahap yakni tahap awal, tahap inti dan tahap akhir. Pada tahap awal peneliti merekrut siswa siswi minat paduan suara sejenis. Selanjutnya pada tahap inti, peneliti memberikan materi yakni cara bernyanyi teknik artikulasi dalam hal ini pengucapan Bahasa Ingris pada lagu ‘Chiquitita”, latihan-latihan etude dan penerapan artikulasi lagu “Chiquitita”. Lalu untuk tahap akhir peneliti menampilkan video hasil penelitian saat peneliti melakukan ujian skripsi.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode drill dan imitasi merupakan metode yang tepat dalam pembelajaran cara menyanyikan lagu “Chiquitita” menggunakan teknik arikulasi dengan baik dan benar.
PEMBELAJARAN GONG GENDANG SEBAGAI ALAT MUSIK PENGIRING TARIAN CACI DENGAN IRAMA TAKITU BAGI ANAK-ANAK KELAS V SDI WAE NUNUNG DESA COLOL KECAMATAN LAMBALEDA TIMUR KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Delpyero, Yohanes; Langgu, Paskalis Romanus; Kian, Melkior
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v4i4.4515

Abstract

Gong dan gendang merupakan warisan budaya dan symbol adat istiadat masyarakat desa colol. Oleh karena itu, warga desa colol harus memperhatikan dan menjaga dengan baik asset – asset penting yang dimiliki desa tersebut dan perlu di pertahankan, ditingkatkan hingga menjadi warisan unruk generasi – generasi mendatang. Gong dan gendang adalaha beberapa contoh alat musik tradisional yang digunakan diberbagai daerah di Indonesia, termasuk di desa colol.alat musik gendang sering dianggap sebagai alat musik yang suci bagi masyarakat manggarai. Dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan, SD Inpres Wae Nunung membekali siswa-siswi dengan mata Pelajaran Seni Budaya. Dengan adanya mata pelajaran Seni Budaya ini, siswa-siswi dilatih untuk memperaktekkan berbagai macam seni dan budaya yang terdapat di daerah Manggarai. Salah satu seni yang sering dipraktekkan adalah seni tarian caci. Dalam tarian caci sendiri terdapat beberapa komponen yang menyempurnakan tarian caci tersebut, salah satunya adalah para penabu Gong dan Gendang. Para penabu Gong dan Gendang memiliki peranan yang sangat penting. Tugas mereka adalah mengiring para penari caci dengan memainkan alat musik Gong dan Gendang, sehingga para penari caci dapat menari mengikuti iringan musik yang dimainkan oleh para penabu Gong dan Gendang tersebut.
Musikal Nusantara: Membangun Imajinasi Anak Melalui Cerita dan Musik Daerah Molo, Benediktus; Purnamalon, Maria P.; Kian, Melkior; Estervania, Jessica
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6940

Abstract

Komunitas taman baca Post Buku di Naimata, Kupang, menghadapi tantangan dalam mengemas kegiatan literasi agar lebih menarik, karena metode yang digunakan masih bersifat konvensional. Program Musikal Nusantara hadir sebagai solusi dengan memadukan cerita rakyat, musik tradisional, dan seni interaktif untuk meningkatkan apresiasi budaya anak-anak sekaligus memperkuat kapasitas pengelola taman baca. Metode pengabdian dilakukan melalui tiga pendekatan: (1) literasi budaya berbasis multimedia dengan animasi cerita rakyat, (2) pembelajaran kreatif melalui permainan mewarnai alat musik tradisional, dan (3) interaksi musikal lewat nyanyian bersama lagu daerah. Sebanyak 25 anak dilibatkan, bersama pengelola taman baca dan fasilitator mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak terhadap nilai moral cerita rakyat, tumbuhnya kebanggaan terhadap musik daerah, serta meningkatnya kreativitas, motivasi, dan rasa percaya diri mereka. Selain itu, pengelola taman baca memperoleh keterampilan awal dalam storytelling dan seni pertunjukan berbasis budaya lokal. Simpulan menunjukkan bahwa pendekatan multisensorik dan interaktif lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Program ini penting karena tidak hanya menumbuhkan kecintaan anak pada warisan budaya Nusantara, tetapi juga memperkuat keberlanjutan literasi berbasis budaya lokal melalui model pembelajaran kreatif yang relevan dengan generasi masa kini.