Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISA BEBAN KERJA TERHADAP KEJADIAN NYERI LEHER DAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA FISIOTERAPIS DI RUMAH SAKIT WILAYAH JAWA TIMUR: Analysis of Workload on The Incidence of Neck Pain and Low Back Pain in Physiotherapists in Hospitals in East Java Region Revani, Hilda Dea; Dewi, Prima; Wardani, Ratna; Ellina, Agusta Dian
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1865

Abstract

Pendahuluan: Gangguan sistem muskuloskeletal menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang paling sering terjadi di industri dan di dunia. Sebagian penyakit yang ada bisa jadi merupakan akibat dari kegiatan mekanika atau pergerakan tubuh yang tidak baik. Dalam memberikan tindakan fisioterapi kepada pasien, fisioterapis melakukan kegiatannya dengan menerapkan tindakan manual material handling. Manual material handling (MMH) dalam rentang waktu tertentu yang dapat menimbulkan masalah pada area muskuloskeletal jika tidak dilakukan secara prinsip ergonomis.  Tujuan: menganalisa hubungan antara beban kerja dengan kejadian nyeri pada leher dan punggung bawah pada fisioterapis yang bekerja di rumah sakit di wilayah Jawa Timur. Metode: menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman umum tentang realitas dari sudut pandang partisipan. Penelitian ini bersifat observasional dimana peneliti hanya melakukan pengamatan dengan menggunakan google form tanpa memberikan intervensi terhadap variabel yang akan diteliti, dan bersifat analitik untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat antara variabel yang berfungsi sebagai penyebab (variabel bebas) dan akibat (variabel terikat). Pendekatan menggunakan cross sectional, dimana proses pengumpulan data baik variabel dependen maupun independen dilakukan secara bersamaan pada suatu waktu tertentu. Hasil: ada hubungan antara beban kerja dengan nyeri leher (p value : 0,001) dan nyeri punggung bawah (p value: 0,02) pada fisioterapis di rumah sakit wilayah Jawa Timur. Kesimpulan: perlu melakukan stretching di saat tidak menangani pasien, agar meminimalisir terjadi nyeri punggung bawah dan nyeri leher yang dapat berakibat kurang baik.
EDUKASI TEKNIK FINGER HOLD DALAM PENGELOLAAN NYERI DISMENORE REMAJA PUTRI Erindia, Firnanda; Revani, Hilda Dea; Budiawan, Putri Ayu Madedi
Community Development in Health Journal Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v3i2.632

Abstract

Introduction & Aim: Dysmenorrhea is a reproductive health problem commonly experienced by adolescent girls and may affect daily activities, learning concentration, and overall quality of life. This community service activity aimed to improve adolescent girls’ knowledge about dysmenorrhea and introduce the finger hold technique as one of the non-pharmacological methods to reduce pain. Method of Activity: The activities included lectures, interactive discussions, and demonstrations of the finger hold technique using media such as booklets, videos, and presentations. Evaluation was conducted through pre-test and post-test involving 12 adolescent girls aged 15–19 years with a history of dysmenorrhea. Results: The results showed that before the education was provided, most respondents had poor knowledge (67%). After the intervention, there was a significant improvement, with good knowledge increasing to 50%, fair knowledge to 33%, and poor knowledge decreasing to 17%. Discussion: Education combined with the demonstration of the finger hold technique was effective in improving adolescent girls’ knowledge about dysmenorrhea and its management. It is recommended that adolescent girls apply the finger hold technique in their daily lives, schools actively participate in providing reproductive health education, and healthcare workers expand counseling using interactive methods.
PREVENTION OF STUNTING THROUGH STRENGTHENING PARENTING BEHAVIORS AND FAMILY RESILIENCE: SYSTEMATIC REVIEW Istiana, Dina; Erindia, Firnanda; Firmansyah, Yura Witsqa; Jannah, Fitriatul; Revani, Hilda Dea; Savage, Eileen
SYNTHESIS Global Health Journal Volume 3, Issue 2, 2025
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61543/syn.v3i2.152

Abstract

Background. Stunting remains one of the most serious public health problems in Indonesia. This condition describes linear growth failure in children due to chronic malnutrition, especially during the first 1000 days of life (the first day of birth), which has a long-term impact on children's physical and cognitive development and future productivity. This study aims to identify various implementations of stunting prevention interventions. Research Method. Articles were searched using three databases: Web of Science, Google Scholar, and ProQuest. The inclusion criteria for this study were articles published within one year, from 2024 to 2025, with free access. The research method used in this study was a systematic review based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Findings. it was found that stunting prevention in Indonesia is influenced by various multidimensional factors, including parenting, knowledge, behavior, and the social and economic conditions of the family. Conclusion. Based on the articles reviewed, Stunting prevention needs to be carried out through a holistic and intersectoral approach, including education, family empowerment, improving the nutritional quality of pregnant women, cadre support, and the use of technology and sustainable food policies.
METODE KOMUNIKASI VISUAL DAN PENGGUNAAN LEAFLET PADA FISIOTERAPI DI RSUD AL IHSAN BALE ENDAH BANDUNG Laluyan, Hilda Anggraeni; Peristiowati, Yuly; Latifah, Wing Umi; Hangriani, Fransiska Xaveria; Revani, Hilda Dea
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 3 No 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v3i3.5360

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui upaya-upaya pengorganisasian masyarakat. Masalah kesehatan masyarakat adalah multikausal, maka pemecahnya harus secara multidisiplin, oleh karena itu, kesehatan masyarakat sebagai seni atau prakteknya mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik langsung maupun tidak untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, dan sosial) atau kuratif, maupun pemulihan (rehabilitatif) kesehatan (fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat. Tujuan residensi ini secara umum adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas dalam proses pelayanan, menganalisa faktor-faktor yang menjadi penyebab belum efektifnya pelaksanaan program edukasi di poli fisioterapi RSUD AL IHSAN dan mencari strategi yang tepat dalam upaya pengembangan pelayanan fisioterapi di RSUD AL IHSAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fishbone yang meliputi man, material, method, mother nature, machine, metode Urgency, Seriousness, Growth (USG), dan analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Berdasarkan hasil pengkajian keberhasilan proses fisioterapi dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan.
ANALYSIS OF HEALTH WORKERS' PRACTICE NEGLIGENCE: REVIEW OF ETHICAL CODES AND LEGAL ASPECTS Qomariah, Siti Nur; Revani, Hilda Dea
EQUALEGUM International Law Journal Volume 3, Issue 3, 2025
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61543/equ.v3i3.161

Abstract

Background. Healthcare professionals hold a unique ethical and legal responsibility for patient health, where negligence is considered a failure to maintain professional standards that can result in patient harm, leading to both ethical concerns and legal consequences. This study aimed to analyze health workers’ practice negligence to clarify ethical codes and legal concepts. Research method. This approach emphasizes review articles and normative studies, viewing law as a collection of written norms found in legislation, jurisprudence, and expert opinions. The study aims to conduct a normative analysis of the current, formally applicable legal framework, utilizing a statutory method to examine Law Number 17 of 2023, Law Number 29 of 2004, additional regulations from the Criminal Code, and relevant sectoral laws. Findings. The relationship between ethical norms and legal obligations in medical practice illustrates that ethical standards often precede legal frameworks by establishing professional expectations. Legal rules serve to enforce minimum care standards, protecting patients and practitioners. Negligence constitutes a breach of duty leading to harm, making health professionals liable under civil law for unlawful acts causing injury, thereby allowing patients to seek compensation. In Indonesia, health law defines legal obligations and penalties for negligence, with civil and criminal liabilities relevant in severe injury or death cases. Conclusion. The importance of clarity in legal standards to adjudicate malpractice claims. A key harmonization, when ethical and legal systems diverge, conflicts can arise, for instance, between respecting autonomy and mandated interventions. Ethical guidelines can help resolve these tensions, but cannot substitute for legal accountability.
Analisis Faktor Lingkungan terhadap Kesejahteraan Psikologis Penderita Diabetes Mellitus Erindia, Firnanda; Susanti, Susanti; Jannah, Fitriatul; Revani, Hilda Dea; Istiana, Dina
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.658

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan manajemen jangka panjang dan berisiko menurunkan kesejahteraan psikologis penderita. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor lingkungan, yaitu dukungan keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan, terhadap kesejahteraan psikologis penderita Diabetes Mellittus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan besar sampel 155 penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Simomulyo, dipilih melalui simple random sampling. Variabel penelitian meliputi dukungan keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan sebagai variabel independen serta kesejahteraan psikologis sebagai variabel dependen, instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis penderita Diabetes Mellitus, baik secara parsial maupun bersama-sama. Pengaruh parsial masing-masing variabel adalah dukungan keluarga (β = 0,312; p < 0,001), dukungan teman sebaya (β = 0,285; p < 0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (β = 0,198; p = 0,002). Saran: Tenaga kesehatan disarankan mengembangkan program edukasi dan intervensi psikososial yang melibatkan keluarga dan teman sebaya agar pasien memperoleh dukungan yang lebih komprehensif dan efektif.
Hubungan Kepribadian, Pendidikan, Ekonomi, Nilai Budaya dan Gaya Hidup dengan Kontrol Perilaku yang Dirasakan dalam Upaya Pencegahan Stunting Istiana, Dina; Jannah, Fitriatul; Erindia, Firnanda; Revani, Hilda Dea
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.659

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang paling krusial karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan linear, perkembangan neurologis, dan kapasitas intelektual anak hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis hubungan antara faktor kepribadian, pendidikan, kondisi ekonomi, nilai budaya, dan gaya hidup dengan kontrol perilaku yang dirasakan oleh individu/ibu dalam upaya pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan besar sampel 114 ibu dengan balita usia 9-23 bulan di Puskesmas Saronggi, dipilih melalui simple random sampling. Variabel penelitian yaitu faktor personal yang terdiri dari kepribadian, pendidikan, ekonomi, nilai budaya & gaya hidup, dan emosi sebagai variabel independen serta kontrol perilaku sebagai variabel dependen, , instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh faktor personal (kepribadian, pendidikan, ekonomi, nilai budaya dan Gaya Hidup, dan emosi) terhadap sikap tingkah laku. Pada hasil pengujian yang tertera pada tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai T statistics sebesar 6,166 dengan nilai p-value sebesar 0,024. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai T statistics 0,05. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan faktor personal terhadap sikap tingkah laku. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan menambah variabel independen lain untuk mengetahui lebih luas faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita.
Analisis Beban Kerja Terhadap Kejadian Nyeri Leher Pada Fisioterapis Di Rumah Sakit Wilayah Jawa Timur Revani, Hilda Dea; Jannah, Fitriatul; Erindia, Firnanda; Istiana, Dina
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.660

Abstract

Latar Belakang: Fisioterapis merupakan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal, terutama pada area leher akibat aktivitas manual therapy, mobilisasi pasien, serta postur kerja yang tidak ergonomis. Gangguan muskuloskeletal pada fisioterapis dilaporkan terjadi pada berbagai negara, dengan prevalensi yang tinggi pada area leher. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dimana proses pengumpulan data baik variabel dependen dan variabel independent dilakukan secara bersamaan pada suatu waktu tertentu. dengan besar sampel 147 penderita Nyeri leher di Rumah Sakit wilayah Jawa Timur, dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian meliputi beban kerja sebagai variabel independen serta nyeri leher sebagai variabel dependen, instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan kolerasi regresi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara beban kerja dengan nyeri leher (p value : 0,001) pada Fisioterapis di rumah sakit wilayah Jawa Timur. Saran: Fisioterapis dianjurkan melakukan peregangan saat tidak sedang menangani pasien untuk membantu mengurangi risiko munculnya nyeri leher yang dapat berdampak negatif.
Prevalence, Risk Factors, and Impact of Bullying in Boarding School Environments: A Systematic Review Erindia, Firnanda; Firmansyah, Yura Witsqa; Orizani, Chindy Maria; Jannah, Fitriatul; Istiana, Dina; Suraya, Andi Safutra; Revani, Hilda Dea
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i1.641

Abstract

Bullying in boarding schools is a serious issue affecting students’ mental health, social relationships, and academic performance. Boarding schools, especially pesantren in Indonesia, present unique social and institutional contexts that may facilitate bullying. This study conducted a systematic review following PRISMA guidelines. Literature searches were performed in Scopus, ScienceDirect, PubMed, ProQuest, Web of Science, and Google Scholar for studies published between 2020 and 2025. Eligible articles focused on bullying in boarding schools and reported data on prevalence, risk factors, or impacts. Data were synthesized narratively. Bullying is common in boarding schools, including physical, verbal, and relational forms. Key risk factors include low self-esteem, limited resilience, negative parenting styles, unsafe school environments, and peer hierarchies. Bullying was associated with psychological distress, anxiety, depression, peer conflicts, reduced school engagement, and lower academic performance. Prevalence and severity varied across cultural and institutional contexts. Bullying in boarding schools is multifactorial, involving individual, familial, and school-level contributors. Unsafe climates and poor supervision intensify risks, while negative consequences extend beyond immediate harm to long-term mental health, social adjustment, and academic outcomes.