Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan, Penyerahan, dan Pelatihan Sistem Informasi untuk Toko Sinar Terang di Kota Tangerang Selatan Widjaja, Andree Emmanuel; Gennady, Erick; Hery; Haryani, Calandra A.; Prasetya, Kusno; Aribowo, Arnold
GIAT : Jurnal Teknologi untuk Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/giat.v3i1.9139

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak positif  bagi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Toko Sinar Terang adalah UMKM yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan yang menjual perabot rumah tangga. Pada sistem saat ini, ditemukan beberapa kendala di antaranya, kesalahan pencatatan keuangan, transaksi jual beli, persediaan produk, dan inkonsistensi data antar kedua cabang Toko. Guna mengatasi permasalahan tersebut, sebuah sistem informasi toko diperlukan. Selain itu, program loyalitas pelanggan juga dibutuhkan untuk menjaga dan meningkatkan relasi yang  baik  dengan pelanggan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini, sistem informasi untuk Toko Sinar Terang dikembangkan dengan metodologi RAD melalui metode prototyping. Pemodelan yang digunakan adalah UML yang mencakup class diagram, use case, dan activity diagram. Pengembangan sistem informasi menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework CodeIgniter 4 dan PostgreSQL sebagai DBMS-nya. Hasil dari kegiatan PkM ini berupa sistem informasi untuk Toko Sinar Terang yang fungsional dan memiliki beragam fitur, seperti: persediaan, penjualan, keuangan, dan program loyalitas pelanggan yang dapat menampilkan informasi statistik untuk memberikan laporan persediaan yang terintegrasi. Sebelum sistem informasi diuji coba dan diserahkan, pelatihan penggunaan sistem informasi juga telah dilakukan kepada karyawan dan pemilik Toko.
Analysis of Apriori and FP-Growth Algorithms for Market Basket Insights: A Case Study of The Bread Basket Bakery Sales Hery; Widjaja, Andree E.
Journal of Digital Market and Digital Currency Vol. 1 No. 1 (2024): Regular Issue June 2024
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jdmdc.v1i1.2

Abstract

Market basket analysis is a crucial technique in retail for uncovering associations between items frequently purchased together. This study aims to compare the effectiveness of the Apriori and FP-Growth algorithms using sales data from "The Bread Basket" bakery, comprising 20,507 transactions. Key variables include TransactionNo, Items, DateTime, Daypart, and DayType. The data underwent preprocessing steps, including cleaning, tokenization, and feature extraction using TF-IDF. The Apriori and FP-Growth algorithms were implemented with hyperparameter tuning and an 80/20 training/testing split. Performance metrics were evaluated, revealing that Apriori had an execution time of 4.08 seconds and memory usage of 45.36 MiB, whereas FP-Growth exhibited an execution time of 4.15 seconds and significantly lower memory usage at 0.08 MiB. The quality of the association rules was assessed by metrics such as support, confidence, and lift. For example, the Apriori algorithm generated the rule {Alfajores} -> {Coffee} with support 0.018885, confidence 0.520000, and lift 1.087090, while FP-Growth produced the rule {Scone} -> {Coffee} with support 0.017829, confidence 0.519231, and lift 1.085482. FP-Growth generally outperformed Apriori, particularly in memory efficiency, due to its use of the FP-tree data structure, which reduces the need for multiple database scans. The practical implications for "The Bread Basket" bakery include optimizing product placement and inventory management based on the identified associations, such as placing Coffee near Cake or Medialuna to encourage complementary purchases. The study concludes that while both algorithms effectively generate meaningful association rules, FP-Growth's superior memory efficiency makes it more suitable for large datasets. Limitations include data quality and the study's scope, confined to a single bakery. Future research should explore hybrid approaches, real-time data analysis, and applications across different retail sectors to enhance market basket analysis techniques further.
Manajemen Manajemen Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan lokal di MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus niluh; Hery
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2026): Volume 12 No 1 March 2026
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v12i1.3427

Abstract

Abstrak Keberadaan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat memiliki urgensi penting untuk dilestarikan melalui proses pendidikan, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial, nilai, dan tradisi masyarakat. Di tengah arus modernisasi, integrasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran menjadi strategi yang relevan untuk memperkuat karakter peserta didik agar tetap berakar pada budaya daerah. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan (field study research) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru IPS, kepala madrasah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan menyesuaikan karakteristik siswa dan lingkungan sosial-budaya setempat, di mana nilai-nilai lokal seperti tahlilan, ziarah wali, rebo wekasan, dan santunan anak yatim diintegrasikan dalam RPP dan materi ajar; (2) Pelaksanaan pembelajaran menerapkan metode ceramah interaktif, diskusi, Contextual Teaching and Learning (CTL), dan Project Based Learning (PBL) yang menumbuhkan partisipasi aktif siswa dan sikap sosial-religius; (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui tes tertulis, pengamatan sikap, dan proyek berbasis kearifan lokal untuk menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran berbasis kearifan lokal terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, empati sosial, serta karakter religius siswa. Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran; Kearifan Lokal; Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS); Contextual Teaching and Learning (CTL); Project Based Learning (PBL) Abstract The preservation of local wisdom as a fundamental element of cultural identity has become increasingly urgent to integrate into the educational process, particularly in Social Studies (IPS), which is closely related to social life, values, and community traditions. Amid rapid modernization, embedding local cultural values into learning serves as a strategic effort to strengthen students’ character while maintaining their cultural roots. Based on this urgency, this study aims to describe the management of Social Studies learning based on local wisdom at MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus, covering the stages of planning, implementation, and evaluation. This research employed a qualitative field study research approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of social studies teachers, the principal, and students. The results showed that (1) Learning planning was carried out systematically by adapting to students’ characteristics and the socio-cultural environment, where local traditions such as tahlilan, pilgrimage to wali graves, Rebo Wekasan, and charity for orphans were integrated into lesson plans and teaching materials; (2) Learning implementation applied interactive lectures, discussions, Contextual Teaching and Learning (CTL), and Project Based Learning (PBL) methods to enhance student participation and foster social-religious attitudes; (3) Learning evaluation used written tests, attitude observations, and local wisdom-based projects to assess cognitive, affective, and psychomotor aspects. The integration of local wisdom in IPS learning effectively improved students’ critical thinking, social empathy, and religious character Keyword: Learning Management; Local Wisdom; Social Studies (IPS); Contextual Teaching and Learning (CTL); Project Based Learning (PBL)