Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DAYA DUKUNG FONDASI TIANG BOR PADA ABUTMEN JEMBATAN WAI RAHWAEN DI PULAU BURU PROVINSI MALUKU Hamkah, Hamkah; Paais, Enjelita; Lewakabessy, Godfried; Huwae, David Daniel Marthin; Latar, Sjafrudin; Kakaly, Sulastri
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/4spd2f69

Abstract

Abstract The foundation is the most crucial element of a bridge structure, as it plays a role in supporting the load and transmitting it to the harder soil layers. The Wai Rahwaen Bridge, located on Buru Island, Maluku Province, was built using bored pile foundations, to provide effective bearing capacity for the structure above it. The analysis of the foundation bearing capacity in this study was conducted using a pre- and post-installation approach. This is very important to ensure that the foundation can support the stability of the appropriate abutment load. Before the foundation was installed, the foundation bearing capacity was estimated based on data from 2 points from the Standard Penetration Test and using 2 empirical methods, namely the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method. After the foundation was installed, the foundation bearing capacity was determined using data from 4 points from the Pile Driving Analyzer test. The Reese and Wright Method produced an ultimate bearing capacity of 272.5 tons, while the Reese and O'Neill Method produced an ultimate bearing capacity of 309.4 tons. After the foundation was installed, the ultimate bearing capacity determined based on Pile Driving Analyzer test data was 316.2 tons. This study shows that the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method produced estimates of the ultimate bearing capacity of a single pile by 13.8% and 2.2%, respectively, when compared to the ultimate bearing capacity obtained using the Pile Driving Analyzer test results. Keywords: foundation; bridge structure; bearing capacity; bored pile foundation; bridge abutment Abstrak Fondasi merupakan elemen paling krusial dari struktur jembatan, karena fondasi berperan menahan beban dan meneruskan beban tersebut ke lapisan tanah yang lebih keras. Jembatan Wai Rahwaen, yang terletak di Pulau Buru, Provinsi Maluku, dibangun dengan menggunakan fondasi tiang bor, untuk memberikan daya dukung yang efektif bagi struktur di atasnya. Analisis daya dukung fondasi pada studi ini dilakukan dengan pendekatan sebelum dan setelah pemasangan fondasi. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, untuk memastikan bahwa fondasi itu dapat menopang stabilitas beban abutmen yang sesuai. Sebelum fondasi dipasang, daya dukung fondasi diestimasi berdasarkan data 2 titik hasil uji Standard Penetration Test serta menggunakan 2 metode empiris, yaitu Metode Reese and Wright dan Metode Reese and O’Neill. Setelah fondasi terpasang, daya dukung fondasi ditentukan dengan menggunakan data 4 titik hasil uji Pile Driving Analyzer. Metode Reese and Wright menghasilkan daya dukung ultimit fondasi sebesar 272,5 ton, sedangkan Metode Reese and O’Neill menghasilkan daya dukung ultimit sebesar 309,4 ton. Setelah fondasi terpasang daya dukung ultimit yang ditentukan berdasarkan data uji Pile Driving Analyzer adalah sebesar 316,2 ton. Studi ini menunjukkan bahwa Metode Reese dan Wright serta Metode Reese dan O’Neill menghasilkan nilai estimasi daya dukung ultimate tiang tunggal yang lebih rendah, masing-masing 13,8% dan 2,2%, bila dibandingkan dengan daya dukung ultimate yang dihasilkan dengan menggunakan hasil uji Pile Driving Analyzer Kata-kata kunci: fondasi; struktur jembatan; daya dukung; fondasi tiang bor; abutmen jembatan
Analisis Struktur Bangunan Atas Jembatan Wai Dua Negeri Urimesing Dusun Seri Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Solissa, Ryan Agustinus; Frans, Pieter Lourens; Huwae, David Daniel Marthin
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 8 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i8.719

Abstract

Jembatan Wai Dua merupakan salah satu jembatan yang dilakukan proyek penggantian jembatan dari struktur baja ke beton dengan tujuan untuk menambah lebar jalur lalu lintas. Dalam pembangunan suatu jembatan perlu adanya komposisi pembebanan struktur yang harus diperhitungkan agar jembatan dapat memikul beban-beban dan memiliki kestabilan struktur, sehingga dapat berdiri kokoh dan menjamin keselamatan serta kenyamanan bagi pengguna jembatan, khususnya pada bangunan atas jembatan. Bangunan atas jembatan sangat berperan penting pada konstruksi jembatan karena akan memikul beban-beban kendaraan secara langsung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghitung besar beban yang bekerja serta dimensi dan penulangan struktur pada bangunan atas dari Jembatan Wai Dua Kota Ambon sesuai dengan SNI 1725-2016.
Design Alih Trase Jalan dan Jembatan Sungai Kawanua Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah Tanan, Yusup; Huwae, David Daniel Marthin; Apalem, Delvia Rimesye
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 9 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i8.767

Abstract

Jembatan Way Kawanua merupakan jembatan yang terletak pada ruas jalan Tehoru - Laimu, Kecamatan Tehoru Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah. Dapat dikatakan jembatan Way Kawanua sebagai salah satu akses penghubung Desa Hatuhenu dengan Desa Saunulu. Jembatan ini memiliki panjang 530 m dengan panjang oprit 450 m. Sungai Way Kawanua dengan kondisi DAS yang sudah sangat lebar sudah terjadi beberapa kali bencana alam pada tahun 2023 dan tahun 2024. Terjadi bencana alam di sungai Kawanua itu sudah sangat beresiko dengan panjang oprit 450 meter dengan gorong – gorong yang tidak mampu untuk menyalurkan debit air pada saat banjir dan material kayu yang menyumbat saluran-saluran penghubung akibatnya terjadi penumpukan dan paling sering pada oprit jembatan tersebut bermasalah dan salah satu bentangan jembatan rusak. Melalui penelitian ini akan dilakukan desain alih trase dan menghitung geometri jalan menggunakan metode Bina Marga 2021. Berdasarkan proses analisis data dan perhitungan yang diperoleh Alinyemen Horizontal terdiri dari 6 tikungan jenis S-C-S (Spiral-Circle-Spiral) dan 1 jenis tikungan FC (Full-Circle). Alinyemen Vertikal terdiri dari 16 Vertikal Cembung dan 18 Vertikal Cekung.
Penggunaan Pasir Pantai (Ngur Bloat) Desa Wisata Ngilngof Sebagai Bahan Pengganti Filler Pada Campuran Aspal Beton AC-WC: Sebuah Studi Eksperimental Rahantan, Abdu Rahman; Huwae, David Daniel Marthin; Jakob, Juvrianto Chrissunday
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 9 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i9.772

Abstract

Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan menuntut ketersediaan material konstruksi yang memadai, khususnya agregat halus sebagai penyusun campuran aspal beton. Namun ketersedian material konvensional semakin terbatas sehingga diperlukan alternatif pengganti yang bersifat lokal, ekonomis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan pasir pantai desa wisata ngilngof sebagai bahan pengganti filler pada campuran aspal beton AC-WC di tinjau dari karakteristik marshall. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dilaboratorium dengan variasi kadar pasir misalnya, sebesar 0%, 25%, 75%, 100% sebagai filler pengganti abu batu. Pengujian dilakukan menggunakan metode marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, Marshall Quontient (MQ), kepadatan, VMA, VIM, dan VFB. Berdasarkan hasil pengujian marshall terhadap pemanfaatan pasir ngilngof sebagai bahan pengganti agregat halus pada campuran aspal beton dapat disimpulkan bahwa pengujian yang tertara diatas menggunakan aspal \penetrasi 60/70, dengan nilai karakteristik marshall yang meliputi : nilai stabilitas (Kg) : 1606,2 > 800, flow (mm) : 3,47 > 2, Density (gr/cc) :1,987, VIM (%) : 17,62 > 3, VMA (%) :29,79 > 15, VFB (%) : 40,87 > 65, Marshall Quontient (kg/mm) : 463,04 > 200. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan pemanfaatan pasir desa wisata ngilngof untuk campuran agregat halus belum bisa digunakan karena beberapa parameter pengujian belum memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018 Devisi 6.
Penerapan Aplikasi Building Information Modelling (BIM) Pada Pekerjaan Jalan di Ruas Jalan Abubu – Titawai Pulau Nusalaut Provinsi Maluku Unawekla, Eklovina S; Huwae, David Daniel Marthin; Istia, Penina T
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 10 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i9.790

Abstract

Pada ruas jalan Abubu – Titawai terdapat kondisi jalan dengan medan berbukit dan banyak terjadi kerusakan, yang mengakibatkan sarana transportasi menjadi terhalang bagi masyarakat sebagai pengguna-nya. Salah satu dari ruas jalan di Kabupaten Maluku Tengah yaitu Ruas jalan lingkar pulau nusalaut tepatnya ruas jalan Desa Abubu-Titawai merupakan salah satu segmen ruas jalan yang mengalami kerusakan bukan karena akibat volume kendaraan yang cukup padat melainkan kurang adanya pelaksanaan preservasi jalan dari pihak terkait terhadap ruas jalan lingkar Pulau Nusalaut. Oleh karena itu dibuat Perencanaan dan Pemodelan jalan raya menggunakan teknologi BIM (Building Information Modelling) yang didalamnya terdapat tiga software yang bekerja yaitu Agisoft Methasape, Autodesk Civil 3D, Autodesk Infrawork. Dari pengerjaan 3 Software tersebut didapatkan hasil peta kontur melalui foto udara (Fotogrametri), Perhitungan dan Perencanaan geometric jalan, serta Pemodelan jalan bersifat tiga dimensi dan dibuat video animasi dari hasil tiga software tersebut.