Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN PUTIH TELUR TERHADAP KUAT TEKAN BETON Tarantein, Debora; Sahusilawane, Tonny; Apalem, Delvia Rimesye
Journal Agregate Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v3i1.2050

Abstract

The use of concrete as a building material has long been known in Indonesia. Basically, concrete is defined as a mixture of other hydraulic cement, fine aggregate, coarse aggregate and water with or without additional ingredients (admixture) which form a solid mass. Historically, egg white itself has been used as a mixture in concrete. Egg white contains calcium carbonate (CaCO3), magnesium oxide (Mg), iron oxide (Fe2O3) and phosphorus pentoxide (P2O5), which are also contained in cement. Egg white will be an added ingredient in the concrete mixture in this test with a percentage of added material used of 0%, 2% and 2.3% of the cement weight. The concrete test object is made in the form of a cube with dimensions of 15×15×15 cm and is made according to the SNI 03-2834-2000 method. The parameters to be tested are the slump test and the compressive strength of the concrete with a standard compressive strength of 200 Kg/cm² at a concrete age of 7 days. The results obtained in this research were that the compressive strength of concrete with 0% egg white added was 223.7 kg/cm2, 2% was 181,8 kg/cm2, and 2.3% was 221,1 kg/cm2. The slump test percentage values ​​are 0% = 9 cm, 2% = 10.8 cm and 2.3% = 8 cm. So it can be concluded that the use of egg white as an added material has an effect on compressive strength, because the more egg white added material in the concrete, the stronger the compressive strength of the concrete and the resulting slump test. It can be seen from the use of 2% added material which produces a compressive strength of 181,8 kg/cm2 and 2.3% yields 221,1 kg/cm2.
Pengaruh Penambahan Cacahan Tempurung Kelapa Terhadap Kuat Tekan Beton Pattisahusiwa, Muhammad Zidar; Sahusilawane, Tonny; Apalem, Delvia Rimesye
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i4.59

Abstract

Pada beberapa daerah tertentu sedikit sulit untuk mendapatkan agregat kasar atau agregat halus dengan kualitas yang baik, yang bertujuan sebagai bahan utama dalam pembuatan beton. Maka untuk mengatasi masalah tersebut penulis melakukan penelitian ini, dengan menggunakan bahan tambah tempurung kelapa pada agregat kasar dalam pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis ketahanan benda uji dan membandingkan kuat tekan beton normal dengan beton berbahan tambah cacahan tempurung kelapa. Berdasarkan hasil analisa uji kuat tekan beton pada sampel 1 umur kuat tekan 7 hari yaitu: Beton normal 15,6 Mpa sedangkan untuk kuat tekan beton bahan tambah tempurung kelapa 5% ukuran tertahan ayakan 4,75 mm yaitu 10,5 Mpa dan beton dengan bahan tambah tempurung kelapa 5% ukuran tertahan ayakan 9,50 mm menghasilkan kuat tekan sebesar 11,6 Mpa, Sampel 2 umur kuat tekan 14 hari yaitu: Beton normal 17,0 Mpa sedangkan untuk kuat tekan beton bahan tambah tempurung kelapa 5% ukuran tertahan ayakan 4,75 mm yaitu 7,1 Mpa dan beton dengan bahan tambah tempurung kelapa 5% ukuran tertahan ayakan 9,50 mm menghasilkan kuat tekan sebesar 11,3 Mpa. Untuk hasil kuat tekan paling rendah yang diperoleh yaitu ada pada beton bahan tambah  5% ukuran ayakan 4,75 mm sebesar 10,5 Mpa dan 7,1 Mpa.
Tinjauan Dinding Penahan Tanah Pada Ruas Jalan Waipia-Saleman Maluku Tengah Menggunakan N-SPT Gaspersz, Jeniffer; Titaley, Henriette Dorothy; Apalem, Delvia Rimesye
JURNAL SIMETRIK Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v14i2.2729

Abstract

Longsor terjadi di jalan Waipia Saleman I Kabupaten Maluku Tengah pada STA.36+970 – STA.37+020 sehingga dibangun tembok penahan tanah kantilever untuk melindungi jalan tersebut. Pada data rencana lapangan terdapat dinding penahan tanah yang menggantung, hal ini membuat peneliti ingin mengkaji nilai faktor keamanan dinding penahan tanah terhadap stabilitas dinding penahan tanah dan tekanan lateral tanah yang terjadi dengan menggunakan Uji Penetrasi Standar. . data lapangan. Tujuan penelitian adalah menganalisis besarnya tekanan lateral yang terjadi pada dinding penahan tanah dan menganalisis stabilitas dinding penahan tanah kantilever. Penelitian ini dihitung dengan menggunakan Metode Rankine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinding penahan kantilever yang dipasang dengan dimensi H=4,75, B=3 mempunyai tekanan tanah sebesar 3,094 kN dan hasil penelitian dengan dinding penahan tanah kantilever dimensi H=5,45, B=3 mempunyai tekanan tanah sebesar 3,094 kN. tekanan tanah sebesar 504,75 kN dan kestabilan dinding penahan tanah pada kedua titik aman terhadap geser dan guling karena nilai kestabilan menurut syarat faktor keamanan lebih dari 1,5. Namun daya dukung tanah kurang aman karena faktor keamanannya kurang dari 3 Kata kunci: tekanan lateral, analisis stabilitas, dinding kantilever, dimensi, Metode Rankine
Evaluasi Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Bersih Pada Daerah Air Kuning Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Iskandar, Muhammad Al Fais; Serang, Rudi; Marantika, Meyke; Apalem, Delvia Rimesye; Matitaputty, Apri Adam
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 6 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i6.88

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Ketersediaan air bersih yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti minum, mandi, mencuci dan memasak. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat seperti pertumbuhan industri baik kecil maupun besar maka kebutuhan air bersih bagi penduduk juga semakin meningkat. Berkenaan dengan pertambahnya jumlah penduduk didaerah air kuning (lingkup RW.018 Terdapat 9 RT) membuat kebutuhan air bersih semakin bertambah juga. Hal ini tidak diimbangi dengan pertambahan sumber air. Ketersediaan air yang tidak mengalir sesuai jadwal atau bahkan mengalir hanya beberapa jam menjadi keluhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air bersih pada daerah air kuning (lingkup RW.018 terdapat 9 RT) dilakukan evaluasi ketersediaan air untuk kebutuhan air bersih dan kebutuhan air bersih untuk kenaikan jumlah penduduk proyeksi sampai 10 tahun kedepan dengan menggunakan metode Geometrik dan Aritmatik. Berdasarkan hasil analisis, ketersediaan air bersih tidak dapat mencukupi, kebutuhan air bersih sebesar 15,388 m3/hari dan Kebutuhan air bersih proyeksi 10 tahun ke depan sebesar 153,880  m3/hari daerah air kuning ( Lingkup RW.018 Terdapat 9 RT).
Analisis Tingkat Kerusakan Dan Estimasi Biaya Pemeliharaan Gedung (Studi Kasus: Rehabitasi Stadion Mandala) Wattimena, Aprilia; Metekohy, Selly; Apalem, Delvia Rimesye
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 6 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i6.102

Abstract

Stadium mandala merupakan salah satu bangunan wisma atlet di Kota Ambon yang memerlukan perawatan berkala berdasarkan rekomendasi PERMEN PU NO. 45 2007, karena usia lebih dari 40 tahun,  penentuan tingkat kerusakan gedung menjadi pola utama mengurangi biaya perawatan. Komponen-komponen kerusakan tersebut diperlukan Analisis Harga Satuan Pekerja Cipta Karya Peraturan Menteri NO. 8 2023, metode ini digunakan untuk mengetahui setiap komponen kerusakan dan kesesuaian estimasi biaya perawatan. Dari hasil penelitian ini Berdasarkan perhitungan persentase pemeliharaan dan perawatan gedung Stadium Mandala, Karpan, Kota Ambon. Didapatkan kerusakan yang paling banyak yaitu kerusakan berat, dimana ada 13 Komponen kerusakan dengan rata-rata persentase ≥65% dan dari komponen-komponen kerusakan tersebut hasil perhitungan estimasi biaya perawatan kerusakan bangunan gedung stadium mandala sebesar Rp 2.041.365.313,61 (dua milliard empat puluh lima juta sembilan ratus enam ribu sembilan ratus enam puluh enam Sembilan puluh delapan rupiah).
Evaluasi Penerapan SMK3 pada Proyek Konstruksi Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru Provinsi Maluku Pieter, Kerenhappukh; Sahusilawane, Tonny; Apalem, Delvia Rimesye
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 7 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i7.113

Abstract

Proyek Bendungan Way Apu merupakan proyek konstruksi yang terletak di Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, dengan kapasitas tampung 50,05 juta m3 dan luas genangan 235,10 hektar. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di proyek ini sangat penting bahkan diwajibkan bagi setiap perusahaan konstruksi, untuk memastikan keselamatan pekerja, mengurangi risiko kecelakaan, serta keberhasilan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SMK3 berdasarkan audit checklist Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012. Data penelitian diperoleh dari Balai Wilayah Sungai Maluku berupa dokumentasi, data pemantauan lingkungan kerja, dokumen tanggap darurat, dokumen limbah B3, dan sertifikat atau lisensi untuk pekerjaan-pekerjaan khusus, serta menggunakan metode checklist audit dan perhitungan presentase untuk mengevaluasi tingkat efektivitas penerapan SMK3. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan SMK3 di proyek Bendungan Way Apu telah mencapai tingkat efektivitas sebesar 98%. Terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi, seperti pelatihan, pencatatan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan peralatan, serta prosedur permintaan pemeliharaan. Untuk meningkatkan efektivitas penerapan SMK3, disarankan beberapa tindakan, seperti pelatihan penyegaran bagi petugas penanganan keadaan darurat, penerapan teknologi agar data lebih lengkap dan mudah diakses dan peningkatan dokumentasi prosedur pemeliharaan dan perbaikan.
Analisis Kebutuhan Air Bersih Pada Masyarakat Dusun Weet Desa Tounwawan Kecamatan Moa Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya Johansz, Norita; Serang, Rudi; Apalem, Delvia Rimesye; Hukom, Frando Simon; Salamena, Ganisa Elsina
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 7 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i7.114

Abstract

Desa Tounwawan khususnya dusun Weet terdapat sebuah sumur bor dengan menggunakan pompa submersible dan diameter pipa 4 inchi pada kedalaman sumur 80 - 100 m dan daya hisap pompa 30 meter dengan debit air 1,5 – 2 liter/det dengan jarak 1350 meter ke bak reservoir 5m x 4m x 2,5m untuk melayani 4 dusun yaitu dusun kiera, poliwu, waturiory dan weet dengan masing masing dusun dengan instalasi dari reservoir yang berbeda beda dengan mempergunakan pipa HDPE. Data yang di gunakan dalam penelitiana ini di peroleh melalui data primer di lakukan melalui pengambilan dan pengukuran di lapangan berupa pengamatan dan pencatatan debit air pada sumber yaitu Dusun Weet Desa Tounwawan, dan data sekunder yang dimana di gunakan adalah data penduduk dan debit air. Metode aritmatik di gunakan untuk menghitung rata-rata kebutuhan dan ketersediaan air bersih sendangkan metode geometrik tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ketersediaan air untuk kebutuhan air bersih dan mendapatkan kapasitas reservoir untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada masyarakat dusun weet hingga tahun 2033 Kesimpulan yang didapat dari analisis ini adalah ketersedian air bersih untuk memenuhi kebutuhan air pada masyarakat Dusun Weet untuk proyeksi 10 tahun kedepan adalah 92,04 m3/hari dan kapasitas volume dimensi reservoir untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada masyarakat Dusun Weet hingga tahun 2033 adalah 50 m3.
Analisis Risiko pada Proyek Konstruksi Pembangunan Gedung Kantor Bahasa Provinsi Maluku Unetbu, Lidya Marisol; Leuhery, Lenora; Apalem, Delvia Rimesye
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 10 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i10.376

Abstract

Proyek konstruksi merupakan suatu bidang yang dinamis dan mengandung risiko. Risiko dapat memberikan pengaruh terhadap produktivitas, kinerja, kualitas dan batasan biaya dari proyek konstruksi sendiri mencankup rangkaian kegiatan yang memiliki kaitan atas upaya pembangunan suatu infrastruktur untuk menunjang kegiatan tersebut Risiko adalah kejadian yang berpeluang mempengaruhi proyek secara negatif sebagai akibat dari adanya ketidakpastian.Resiko memiliki dua komponen utama untuk satu peristiwa, yaitu likelihood terjadinya peristiwa dan dampak dari peristiwa yang terjadi. Sehingga metode yang di gunakan yaitu metode HIRARC, Definisi HIRARC Mencegah atau meminimalisir kecelakaan kerja setelah mendapatkan hasil kemudian mengkatagorikan risiko didapat hasil identifikasi risiko yang dominan termasuk dalam kategori high risk yang berada pada level (10-16) sebanyak 7 risiko.diantaranya salah satunya yatu : Pekerja terpapar kebisingan dari mesin pemotong besi dan .Berdasarkan risiko yang telah diketahui, maka strategi yang perlu dilakukan untuk pengendalian terhadap kecelakaan kerja yang dapat dilakukan diantaranya:Memakai alat pelindung diri lengkap untuk mengurangi terjadinya risiko.
Studi Pemanfaatan Abu Sekam Padi sebagai Bahan Pengisi dalam Pembuatan Beton: Study on the Utilization of Rice Husk Ash as a Filler Material in Concrete Production Yoel, Jerry Andre Cluiver; Sahusilawane, Tonny; Apalem, Delvia Rimesye
LITERA: Jurnal Ilmiah Mutidisiplin Vol. 2 No. 2 (2025): LITERA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste accumulation is an environmental issue that is still commonly found in society. The accumulation that occurs in the waste is caused by suboptimal waste processing. One of the most commonly found types of waste is agricultural waste, especially in rural areas, such as rice husk ash waste. From the collection site, it can be found in areas with rice fields. From the results of this research, it was found that for the normal quality mix, the compressive strength was 14.81 MPa, while the 5% mix had a strength of 14.64 MPa, and the 10% and 15% mixes experienced a decrease to 13.49 MPa and 13.67 MPa, respectively. For this research, cylindrical test specimens with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm were used, with testing ages of 7 and 14 days.
Identifikasi Kebutuhan Ruang Dalam di Politeknik Negeri Ambon Siahay, Margie Civitaria; Apalem, Delvia Rimesye; Peilouw, Marios
Jurnal Latar Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v3i1.97

Abstract

Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Provinsi Maluku, Politeknik Negeri Ambon menjadi salah satu perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa hingga tenaga kependidikan yang signifikan. Sivitas akademika yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan hingga pegawai melakukan aktivitas secara produktif dan dinamis dari waktu ke waktu, sehingga dibutuhkan ruang-ruang yang mampu menjawab kebutuhan saat ini. Ruang dipandang sebagai sebuah cerminan dari aktivitas manusia, ruang yang memiliki fungsi yang tepat akan dapat meningkatkan kualitas ruang. Penataan ruang dalam di Politeknik Negeri Ambon saat ini belum mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan saat ini, sehingga dipandang perlu melakukan identifikasi kembali kebutuhan ruang. Penelitian ini menggunakan metode campuran atau mixed method, dimana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam mengenai permasalahan yang ditemui dengan pengumpulan dan analisis data dilakukan secara kualitatif maupun kuantiatif dalam satu studi secara simultan berdasarkan pada standar yang digunakan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa Politeknik Negeri Ambon membutuhkan ruang kuliah dan ruang kerja yang dapat mengakomodir kegiatan sivitas akademika di dalam kawasan kampus secara komprehensif.