Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Kristen terhadap Anak yang Berusia 6-8 Tahun dalam Rangka Membekali Tumbuh Kembang Rohani Anak Menurut Matius 19: 13-15 Raulina, Raulina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31613

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi dan implementasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi anak usia 6-8 tahun berdasarkan landasan teologis Matius 19:13-15 dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi literatur dan analisis eksegesis untuk mengeksplorasi pentingnya masa usia dini sebagai periode kritis dalam pembentukan fondasi spiritual anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia 6-8 tahun merupakan golden age untuk penanaman nilai-nilai Kristiani karena karakteristik perkembangan kognitif, emosional, dan spiritual anak pada masa ini sangat reseptif terhadap pengajaran rohani, di mana sikap Yesus dalam Matius 19:13-15 yang menerima dan memberkati anak-anak memberikan model teologis bahwa karakteristik alamiah anak seperti kesederhanaan, kepercayaan, dan kerendahan hati menjadi standar ideal untuk memasuki Kerajaan Allah.
Lansia Yang Diberkati Tuhan (Yosua 23:1-16) Raulina, Raulina; Sitorus, Dwi Shinta Rosaline
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh setiap institusi pendidikan tinggi, termasuk STT HKBP. Dalam kegiatan ini, tim PkM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melakukan pendekatan kualitatif melalui wawancara kepada para lansia sebagai responden utama. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memahami peran, tantangan, dan nilai-nilai kehidupan para lansia, serta bagaimana mereka tetap merasakan penyertaan dan berkat Tuhan dalam masa tua. Hasil wawancara menunjukkan bahwa para lansia yang tetap setia kepada Tuhan, menjalani hidup dengan syukur, dan menjadi panutan bagi keluarga serta masyarakat, merasakan damai sejahtera dan kekuatan iman yang memampukan mereka melewati berbagai fase kehidupan. Melalui pembinaan dan diskusi yang dilakukan, disimpulkan bahwa lansia yang diberkati adalah mereka yang hidup dalam kesetiaan kepada firman Tuhan, sebagaimana diteladankan dalam Yosua 23:1–16. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang pentingnya menghargai, memberdayakan, dan mendampingi para lansia dalam keluarga dan masyarakat. Selain itu, temuan ini juga mendorong pengembangan pendekatan sosial dan rohani yang lebih inklusif dan penuh kasih terhadap kelompok usia lanjut, sebagai bagian dari tanggung jawab gereja dan masyarakat.
Membangun Remaja dan Anak-Anak Tang Ceria di HKBP Pakpahan Sitinjak Resort Onan Runggu Distrik VII Maria Hutahaean, Nelly; Limbong, Sukanto; Deliana Siahaan, Rospita; Raulina, Raulina; Pangaribuan, Yossi
Bulletin of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2023): Bulletin of Community Engagement
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bce.v3i1.1026

Abstract

This research has aimed to identify and analyse various efforts and factors involved in fostering cheerful adolescents and children at HKBP Pakpahan Sitinjak, Resort Onan Runggu, District VII. Through a qualitative approach, data were obtained through interviews with church figures, family members, and adolescents themselves. Findings indicate that the development of cheerful adolescents and children in the church is based on a holistic approach that encompasses spiritual, emotional, social, and educational aspects. Factors such as structured religious education, happiness-oriented educational programs, family support, as well as participation in social and church activities are key in creating an environment conducive to positive growth for adolescents and children. The implications of these findings underscore the importance of the church's role as a social development agent in shaping cheerful adolescents and children, and provide guidance for the development of more effective programs in the future. Keywords: Cheerful, Sunday School, Building Youth and Children
EKSPOSISI KITAB ROMA: PEMBEKALAN PENATUA HKBP IMMANUEL KELAPA GADING Raulina, Raulina; Maria Hutahaean, Nelly; N. B. Pardede, Petrus; Panjaitan, Wira
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2268-2278

Abstract

Artikel ini menjelaskan pembekalan penatua (parhalado) HKBP Immanuel Kelapa Gading Distrik VIII DKI Jakarta mengenai Kitab Roma, khususnya Roma 12:3-8. Penekanannya adalah tentang kerendahan hati dan kesatuan hati dalam pelayanan. Metode pelaksanaannya adalah pendalaman pemahaman terhadap teks, diskusi interaktif, dan aplikasi praktis. Kegiatan ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STT HKBP. Melaluinya, penatua memperoleh keterampilan untuk memimpin PA (Penelaahan Alkitab) dan berkhotbah di kebaktian lingkungan. Diskusi dan interaksi selama pembekalan memberi pemahaman yang baru serta memperkuat persaudaraan penatua. Hasilnya, penatua HKBP Immanuel Kelapa Gading dapan menjadi pelayan yang lebih kompeten dan sensitif terhadap kebutuhan jemaat, memperluas dampak pelayanan gereja di tengah masyarakat. Pembekalan ini meningkatkan pertumbuhan komunitas gereja yang bersemangat dalam melayani Allah dan sesama.
PENGAJARAN SEKOLAH MINGGU BERBASIS KARAKTER: MENELADAN YESUS YANG MENGAJARKAN KARAKTER DALAM MATIUS 11:28-30 Limbong, Sukanto; Deliana Siahaan, Rospita; Raulina, Raulina; Nababan, Yeremia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.402-412

Abstract

Pengajaran sekolah minggu saat ini merupakan isu penting yang patut diperhatikan untuk mendidik dan menjaga anak sekolah minggu ditengah gempuran revolusi industry yang dapat membawa mereka kepada kebebasan. Selain orangtua, guru sekolah minggu merupakan salah satu agen yang dapat membawa arah perkembangan karakter dan spiritual anak. Pengabdian kepada Masyakarat ini difokuskan dalam upaya meningkatkan kesadaran pada kalangan pengajar sekolah minggu di Gereja HKBP Distrik VI Dairi, Sumatera Utara, Indonesia dalam memahami tanggung jawab, dasar mengajar, dan konsep pelayanan yang tepat dan benar. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, pengumpulan data, dokumentasi dan analisis literatur. Hasil dari pengabdian masyakarat ini bahwa para peserta mengalami peningkatan dari aspek spritualitas, kesadaran tanggung jawab, dan juga kesiapan dalam mengajar.
Memberi Sedekah dengan Tersembunyi: Studi Hermeneutis Terhadap Matius 6: 1-4 Raulina, Raulina; Sitinjak, Martongo; Damanik, Erwin Syaputra; Hutahaean, Nelly Maria
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 2 No. 3 (2020): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v2i3.887

Abstract

Giving alms is a religious practice carried out by Jews, especially by rich people. Most of them do alms by showing off their deeds to the crowd. Without ignoring the words “So let your light shine before people, so that the may see your good deeds” (Matt. 5:16), but in the text Matthew 6:1-4, Jesus commands: “Do not carry out your religious duties in front of people. People so that the can see. Alms should be given in secret. This is the focus of this research “What is the background of the problem that occurs in the context of Matthew 6:1-4 so that Jesus teaching giving alms in secret in that text? By using the critical historical interpretation method, the exploration of the meaning of the text is carried out by considering historical points of view within the text and history outside the text. The results of this research show that Jesus was not contradicting His own words. Jesus is confirming His teaching that the basis of every good deed for believers is the right motivation. Giving alms is done to realize God’s truth and justice in the world, and also for the glory of God. The importance of this research is to review the giving of alms that is intentionally published via social media today Keywords: Giving alms, Religion, Book of Matthew
PELATIHAN ALAT MUSIK KEPADA PENATUA DAN JEMAAT DI HKBP BELANG MALUM RESSORT SIDIKALANG Raulina, Raulina; Simajuntak, Pahala Jannen; Tambunan, Jubelando; Pardede, Gabriel Hotmartua
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.28328

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah untuk melatih alat musik kepada penatua dan jemaat di HKBP Belang Malum Resort Sdikalang. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh dosen bersama mahasiswa STT-HKBP Pematangsiantar adalah Sosialisasi Musik yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya musik dalam ibadah. Musik dan ibadah memiliki hubungan yang tak terpisahkan dan saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman ibadah yang lebih mendalam. Dalam konteks tradisi gereja, keduanya memiliki keterkaitan yang erat; musik tidak hanya berperan sebagai hiburan atau pelengkap, tetapi juga sebagai sarana bagi jemaat untuk menyampaikan perasaan dan kehendak mereka kepada Tuhan. Namun, di beberapa Gereja, perhatian terhadap musik gerejawi belum maksimal karena berbagai faktor, seperti kurangnya pemahaman tentang musik gerejawi atau karena keterbatasan dana untuk memenuhi kebutuhan musik gerejawi. Kegiatan ini memiliki dampak yang signifikan. Pertama, pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sangat berharga bagi jemaat, membantu mereka menyadari betapa pentingnya peran musik dalam memperdalam pengalaman peribadahan. Melalui pemahaman yang diperoleh, jemaat dapat lebih menghargai kekuatan dan keindahan musik dalam memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Tuhan. Kedua, muncul semangat bersama untuk menerapkan penggunaan alat musik, menggantikan "music box." Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas musik dalam ibadah, tetapi juga menghadirkan nuansa yang lebih hidup dan menginspirasi kepada jemaat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membangun semangat kolaboratif dalam menciptakan perubahan positif dalam praktek ibadah. Terakhir, pelaksanaan kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara pihak STT HKBP Pematangsiantar dan Gereja HKBP Belang Malum Ressort Sidikalang.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN PASTORAL TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI REHABILITASI BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (RBM) SIBOLGA Raulina, Raulina; Simajuntak, Joksan; Tambun, Roy Harries Ifraldo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.28428

Abstract

Perlunya mengembangkan kesadaran akan pentinganya memberikan hak-hak yang sama kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus kini telah menjadi perhatian bersama yang harus selalu digalakkan oleh setiap orang, khususnya orang-orang Kristen. Pengabdian kepada Masyarakat oleh perguruan STT HKBP merupakan kontribusi penting dalam menumbuhkembangkan kepribadian masyarakat dan jemaat, sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian. Kegiatan ini memungkinkan dosen dan mahasiswa/i berbagi ilmu dan pengalaman dengan masyarakat, memberikan manfaat nyata serta menumbuhkan kepedulian sosial. Salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan adalah pendampingan pastoral anak berkebutuhan khusus di RBM Sibolga, melalui pendampingan pastoral yang menekankan dukungan spiritual dan rohani, berbeda dari psikoterapi. Implementasi pendampingan pastoral melibatkan hubungan timbal balik dan perawatan jiwa, mencakup dukungan emosional, mental, dan sosial. Tim PkM menggunakan metode pelatihan pendampingan dan pendidikan masyarakat, mengajarkan cinta diri kepada anak-anak berkebutuhan khusus dan mendorong sikap inklusif dalam masyarakat. Gereja yang inklusif menjadi kunci, memastikan hak dan kewajiban setiap individu, termasuk yang memiliki disabilitas, diakui dan dihargai. Melalui pendekatan inklusif, STT HKBP menciptakan komunitas yang suportif, menghargai keberagaman, dan mewujudkan kasih serta keadilan Tuhan bagi semua umat.
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA PERSISTEN (PERSEKUTUAN SISWA/I KRISTEN) SMA NEGRI 4 PEMATANGSIANTAR Raulina, Raulina; Sianipar, Efran Mangatas; Tambun, Roy Haries Ifraldo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35745

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya tanggung jawab pribadi dalam mencapai kesuksesan individu dan kemajuan sosial. Tanggung jawab didefinisikan sebagai kesediaan untuk mengakui konsekuensi dari tindakan dan komitmen untuk melaksanakan kewajiban secara optimal. Penelitian ini mengadopsi pendekatan mixed-method, menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, untuk mengeksplorasi dimensi tanggung jawab serta dampaknya terhadap kesuksesan. Hasil menunjukkan bahwa individu dengan tingkat tanggung jawab yang tinggi cenderung lebih gigih, inovatif, dan memiliki hubungan yang lebih baik di tempat kerja. Selain itu, tanggung jawab sosial berkontribusi pada kohesi komunitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam mengembangkan rasa tanggung jawab, termasuk budaya instan dan pengaruh media sosial. Kesimpulan menekankan bahwa meningkatkan rasa tanggung jawab tidak hanya bermanfaat bagi individu tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan, sehingga mendorong pembentukan lingkungan yang lebih bertanggung jawab dan sukses.