Fithriyah, Sa'idatul
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Intensitas Bermain Media Sosial dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Kedokteran Azzahra, Hanifah Insyiroh; Fauziyah, Nida Faradisa; Fithriyah, Sa'idatul; Romadhon, Yusuf Alam
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i3.2121

Abstract

Prestasi belajar mencerminkan kemampuan mahasiswa  yang telah dikembangkan, kemudian dinilai dan diukur melalui penilaian numerik dan pernyataan. Tingkat keterlibatan dalam media sosial diidentifikasi dari sikap seseorang, yang tercermin dalam banyak waktu yang dihabiskan untuk berinteraksi dengan platform tersebut. Motivasi belajar, sebagai elemen psikologis internal, memiliki dampak signifikan pada prestasi belajar karena mahasiswa yang mempunyai motivasi tinggi cenderung bersemangat menghadapi tantangan akademik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain media sosial dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode penelitian menggunakan analisis observasional dengan desain cross-sectional dan teknik pengambilan sampel dengan metode stratified random sampling menghasilkan 92 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square menunjukkan hasil signifikan, dengan nilai P sebesar 0,003 dan nilai OR 4,155 penurunan sebesar 4,2 kali terhadap prestasi belajar yang baik setiap kali peningkatan intensitas penggunaan media sosial. Analisis data motivasi belajar didapatkan P 0,012 dan OR dengan nilai 2,433 mengindikasikan peningkatan sebesar 2,4 kali dalam mencapai prestasi belajar yang baik setiap kali peningkatan motivasi belajar. Hal ini mengindikasikan adanya korelasi positif antara intensitas bermain media sosial, motivasi belajar, dan prestasi belajar. Terdapat hubungan antara intensitas bermain media sosial dan motivasi belajar dengan prestasi belajar belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran.
PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PELAJAR: The Importance of Maintaining Reproductive Health for Students Fithriyah, Sa'idatul; Balich, Aninta Rahmandari; Prasadja, Yoga; Santi, Tika Melandya; Nugraha, Wanda Mitra; Otiratu, Gefeira; Yukhabilla, Atika Fatwa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.2006

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan bagian terpadu dari program kesehatan dan keluarga berencana di Indonesia. Program terpadu ini secara khusus bertujuan untuk mengatasi masalah terkait pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, konsumsi tembakau dan alkohol, serta HIV-AIDS. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengajarkan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi kepada para pelajar agar mampu mencegah risiko masalah atau penyakit pada organ reproduksi. Penyuluhan dilakukan dengan metode luring di SMP 10 Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan penyuluhan ini meliputi pretest, materi, dan posttest. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengukur kemampuan pengetahuan awal dan akhir peserta penyuluhan “Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pelajar”. Nilai rerata pretest, posttest, dan selisih berturut-turut adalah 71,36±19,99; 95,80±8,19; dan 24,44±15,17. Nilai pretest dan posttest dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon karena data selisih tidak terdistribusi normal dan didapatkan nilai p<0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara statistik, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna antara sebelum dengan sesudah penyuluhan. Nilai median posttest didapatkan lebih tinggi dari median pretest, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini meningkatkan pengetahuan peserta penyuluhan mengenai “Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pelajar”.     ABSTRACT Reproductive health is a state of complete physical, mental and social health, not only free from disease or disability related to the reproductive system, functions and processes. Adolescent Reproductive Health (KRR) is an integrated part of the health and family planning program in Indonesia. The specific aims of this integrated program are to address issues related to early marriage, unwanted pregnancies, tobacco and alcohol consumption, and HIV-AIDS. The aims of this community are to introduce and teach about the importance of maintaining reproductive health to students in order to be able to prevent the risk of problems or diseases in the reproductive organs. Counseling was carried out using the offline method at SMP 10 Muhammadiyah Surakarta. This counseling activity includes pretest, material, and posttest. The pretest and posttest were carried out to measure the initial and final knowledge abilities of the participants in the counseling "The Importance of Maintaining Reproductive Health for Students". The mean value of pretest, posttest, and difference respectively are 71.36 ± 19.99; 95.80±8.19; and 24.44±15.17. The values of pretest and posttest were analyzed using the Wilcoxon test because the difference data was not normally distributed and the value of p<0.05 was obtained. The result indicates that statistically, there is a significant difference in the level of knowledge between before and after counseling. The posttest median value was higher than the pretest median, so it can be concluded that this counseling activity increases the knowledge of the participants regarding "The Importance of Maintaining Reproductive Health for Students".
EDUKASI TERPADU PERSONAL HIGIENE UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MURID SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SAMBON KECAMATAN BANYUDONO, BOYOLALI Aisyah, Riandini; Soekiswati, Siti; Fithriyah, Sa'idatul; Alfajri, Asri; Nursanto, Dodik; Tolibin, Restu Triwulandani; Nugrahani, Nur Ariska; Khofifah, Ardiva Fatimatul; Samantha, Aurora Revi; Nafisa, Balqis Dhiya; Maharani, Devina Maydiona; Pranata, Fawwaz Mahardika; Balqis, Faza Ovita; Bimantoro, Handika Muhammad; Kosala, Rengganis Sungsang; Balqis, Revalina Azlia Bilbina; Zakiyatusholihat, Salma; Astutik, Sri Dewi; Kusmawan, Jauza'naia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rendahnya kebersihan diri dan keterbatasan fasilitas sanitasi di Sekolah Dasar (SD) meningkatkan risiko penyakit menular, termasuk infeksi cacing. Di SD Muhammadiyah Sambon, Boyolali, siswa masih kurang memahami thaharah, penyakit menular, dan infeksi kecacingan. Fasilitas kebersihan di sekolah juga belum sepenuhnya mendukung praktik hidup bersih. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang thaharah sebagai dasar kebersihan diri, mencegah penyakit menular dan infeksi cacing, serta membantu mengoptimalkan fasilitas kebersihan di sekolah. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyampaian materi interaktif dengan media visual, diskusi, simulasi perilaku, dan post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2026 dengan peserta kegiatan adalah siswa-siswi kelas V SD Muhammadiyah Sambon, Boyolali. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa, terutama pada materi infeksi kecacingan. Penyediaan fasilitas kebersihan turut mempermudah praktik langsung di sekolah. Hal ini, menegaskan pentingnya edukasi thaharah dan optimalisasi fasilitas sanitasi untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. ABSTRACT Low personal hygiene and limited sanitation facilities in elementary schools increase the risk of communicable diseases, including helminth infections. Students’ understanding of thaharah, communicable diseases, and helminth infections Muhammadiyah Sambon Elementary School, Boyolali, remains limited. School hygiene facilities also do not yet fully support clean and healthy practices. This community service program aimed to improve students’ knowledge of thaharah as a foundation for personal hygiene, prevent communicable diseases and helminth infections, and optimize school hygiene facilities. The methods included a pre-test, interactive learning using visual media, discussions, behavioral simulations, and a post-test to evaluate changes in knowledge. The activity was conducted on January 2026, with level 5 Muhammadiyah Sambon, Boyolali elementary school students participating. The results demonstrated a significant increase in students’ knowledge, particularly regarding helminth infections. The provision of hygiene facilities also facilitated direct practice at school. These findings highlight the importance of thaharah education and the optimization of sanitation facilities in promoting clean and healthy behaviors.