Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Exploration of Islamic Religious Education Involves The Independent Learning Curriculum in The Digital Era Hariyadi, Ahmad; Musa, Muhajir; Solehuddin, Moh.; Widyatiningtyas, Reviandari
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4466

Abstract

The educational process aims to change human life in a better direction. In Islam, humans are caliphs on earth, so they are responsible for civilization here. With the continuous development of the times, the government enforces an independent learning curriculum for good achievements. The independent curriculum, coupled with current digital developments, provides students with active, creative, innovative, and critical thinking about learning, especially in Islamic education. The paradigm of modern Islamic religious education in the digital era as a form of novelty to achieve good competence in the digital world. So this research aims to explore Islamic religious education involving the independent learning curriculum in the digital era, with produce findings about the implementation of Islamic education and the preparation of religious education to continue to develop in adjusting the continuity of education in the digital era. The data obtained from this study used library data available in books, articles, online media source documents, and other reliable sources.
STRENGTHENATION OF THE ROLE OF THE FAMILY IN BUILDING THE BASIS OF CHILDREN'S MORAL EDUCATION; AN EMPOWERED FAMILY APPROACH Musa, Muhajir; Rahman, Rahman; Asfahani, Asfahani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28025

Abstract

Keluarga memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan moral anak-anak, namun tantangan modern sering kali melemahkan peran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas Pendekatan Keluarga Berdaya dalam meningkatkan dinamika keluarga dan membina landasan moral anak. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR), yang melibatkan keluarga dalam lokakarya kolaboratif, intervensi, dan praktik reflektif. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan observasi selama periode tertentu. Pendekatan Keluarga yang Diberdayakan memberikan hasil positif, termasuk peningkatan komunikasi keluarga yang ditandai dengan dialog terbuka dan saling pengertian. Orang tua melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam membimbing perkembangan moral anak, yang mengarah pada peningkatan ikatan orang tua-anak. Anak-anak menunjukkan empati, kesadaran etis, dan keterampilan berpikir kritis yang lebih besar, yang mencerminkan dampak program terhadap penalaran moral. Selain itu, nilai-nilai moral inti seperti kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab ditanamkan dalam konteks keluarga. Temuan ini menyoroti efektivitas Pendekatan Keluarga Berdaya dalam memperkuat peran keluarga dalam perkembangan moral anak. Dengan memberdayakan keluarga melalui strategi komunikasi, bimbingan orang tua, dan intervensi berbasis nilai, pendekatan ini menumbuhkan budaya kesadaran moral dan tanggung jawab sosial. Wawasan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang berpusat pada keluarga dalam mendorong pertumbuhan etika dan membentuk generasi yang sadar moral.
KIPRAH PONDOK PESANTREN AL-MUHAJIRIN DALAM MELAHIRKAN SANTRI SEBAGAI SUMBER AUTORITATIF DAN PERSUASIF DI ERA GLOBALISASI Jihada, Ilfiana Iffah; Anton, Anton; Musa, Muhajir
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.788

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam dalam membentuk manusia berpengetahuan agama dan berakhlak karimah, karena itu merupakan bagian dari peran penting pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pondok pesantren Al-Muhajirin. Kegiatan dan metode pembelajaran di pondok pesantren Al-Muhajirin Atambua sangat berpengaruh pada santri. Para santri memiliki tantangan dalam menghadapi era globalisasi di Indonesia. Santri harus bisa survive (bertahan) pada era globalisasi dan menjadi pelopor untuk penggunaan informasi dan teknologi untuk kemanfaatan kehidupan belajar mengajar di dunia pendidikan. Penelitian ini merumuskan bagaimana peran pondok pesantren Al-Muhajirin dalam melahirkan santri sebagai sumber autoritatif dan persuasif. Subjek dari penelitian ini adalah pengajar maupun pengasuh serta santri-santri di pondok pesantren Al-Muhajirin. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah para santri memiliki dua peran dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan di kehidupan masyarakat pada era globalisasi, yakni sumber autoritatif dan sumber persuasif. Peran pesantren Al-Muhajirin dalam penelitian ini telah melahirkan para santri sebagai sumber persuasif dan juga santri sebagai sumber autoritatif.
INTEGRATION OF VALUES EDUCATION IN LEARNING ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION: BUILDING STUDENTS' MORAL DEVELOPMENT Arman Paramansyah; Wulandari; Musa, Muhajir; Adymas Pranajaya, Syatria
International Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 3 (2024): MARCH
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Values ​​education is a process of guidance through role models. Education that is oriented towards instilling life values ​​which include religious, cultural, ethical and aesthetic values ​​towards the formation of students who have religious spiritual intelligence, self-control, complete personality, morals. noble, as well as the skills needed by himself, society and the country. The content of educational values ​​is all vague and too western-flavored. Recently there has been talk about the Islamicization of science. In this sense it can be said that the Islamization of science is an alternative-strategic solution. This effort is encouraging if technical and non-technical factors contribute to fertilizing the climate. However, if it is only euphoric, it would be very regrettable. Instead of looking for a strategic alternative solution, in fact it could be a strategic alternative solution for certain groups who only seek to profit from public opinion, which has great potential because the majority of the population is Muslim. In evaluating the value education integration process, you can use the 5P assessment technique (paper and pencils, portfolio, project, product, and performance). This 5P assessment is directed at the context of value education in the family, school and society.