Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUKASI ASI DALAM PROGRAM GERBANG EMAS: MEMBANGUN PONDASI NUTRISI AWAL UNTUK MENCEGAH STUNTING Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Megasari, Anis Laela; Larasati, Disa; Rahmah, Ulinuha Aufa; Ningrum, Dita Cahaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33464

Abstract

Abstrak: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan salah satu intervensi paling efektif dalam mencegah stunting. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal, antara lain akibat kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui dan penyimpanan ASI yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu bayi usia 0–6 bulan mengenai praktik menyusui yang sesuai standar kesehatan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, demonstrasi menggunakan boneka payudara dan phantom bayi, diskusi kelompok kecil, serta distribusi booklet dan video edukatif pada 35 ibu bayi di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Ngoresan... Evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 10 soal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 7,9 menjadi 9,4. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab dan praktik. Edukasi ini dirasakan sangat bermanfaat, terutama bagi ibu bekerja yang membutuhkan pengetahuan tentang pemerahan dan penyimpanan ASI. Rencana pengabdian selanjutnya akan difokuskan pada edukasi MPASI sehat dan pelatihan pijat bayi sebagai bagian dari penguatan menyeluruh praktik pengasuhan berbasis keluarga.Abstract: Exclusive breastfeeding during the first six months of life is one of the most effective interventions for preventing stunting. However, its coverage in Indonesia remains suboptimal, partly due to limited maternal knowledge of correct breastfeeding techniques and proper breast milk storage. This community service aimed to improve the understanding of mothers with infants aged 0–6 months regarding standard breastfeeding practices. Activities included interactive lectures, demonstrations breast and infant mannequins, small group discussions, and distribution of booklets and educational videos to 35 mothers at the Posyandu within the working area of Ngoresan Public Health Center. The effectiveness of the educational intervention was evaluated using a 10-question pre-test and post-test questionnaire. The results showed an increase in average knowledge scores from 7.9 to 9.4. Participants showed strong enthusiasm during both Q&A and practical sessions. The session was found especially useful by working mothers who require knowledge on milk expression and safe storage. Future community programs will focus on healthy complementary feeding (MPASI) education and infant massage training as a comprehensive approach to strengthening family-based child care practices.
EDUKASI MPASI PADA IBU BAYI USIA 0-1 TAHUN SEBAGAI UPAYA PERSIAPAN DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI SESUAI DENGAN KURVA PERTUMBUHAN Putri, Noviyati Rahardjo; Septiana, Yesika Cahya; Larasati, Disa; Dharmawan, Caroline; Amalia, Riza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20632

Abstract

Abstrak: Pemberian MPASI di Indonesia belum sepenuhnya tepat dilakukan. Banyak para ibu memberikan MPASI terlalu dini yang terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu tentang MPASI yang benar. Dilakukannya pengabdian di RW 18 Ngoresan, Jebres, Surakarta yaitu edukasi MPASI pada ibu bayi usia 0-1 tahun bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI sebagai bentuk upaya persiapan dan peningkatan berat badan bayi. Edukasi melibatkan 5 ibu bayi (0-1 tahun) dan 4 kader kesehatan setempat. Penyampaian materi dilakukan dengan media power point dan buku KIA. Pemahaman tentang materi dinilai dengan memberikan pre-test dan post-test. Hasil dari edukasi diberikan terjadi peningkatan pengetahuan, tentang MPASI pada ibu dan kader yang terlihat dari peningkatan nilai post-test dengan rincian skor rata-rata pre-test 5,7 meningkat menjadi 7,3 saat post-test. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan menjadi upaya pembentukan perilaku sehat dalam rangka peningkatan berat badan bayi yang ideal atau sesuai dengan kurva pertumbuhan.Abstract: The practice of complementary feeding in Indonesia is not completely correct. A lot of mothers give complementary foods too early that occurs due to the lack of maternal knowledge about proper complementary foods. The community service in RW 18 Ngoresan, Jebres, Surakarta, which is education on complementary feeding for mothers of infants aged 0-1 year, aims to increase mothers' knowledge about complementary feeding as a preparation and increase in baby's weight. The program involved 5 mothers of infants (0-1 year old) and 4 local health cadres. The material was delivered using power point media and KIA book. The understanding of the material was evaluated by giving a pre-test and post-test. The result of the education was an increased knowledge of complementary feeding in mothers and cadres as shown by an increase in the post-test score, with the pre-test average score of 5.7 increasing to 7.3 during the post-test. Increasing knowledge is expected to be an effort to form healthy behavior in order to increase the baby's ideal weight or in accordance with the growth curve.
PENGUATAN PERAN KADER POSYANDU MELALUI EDUKASI MPASI SEBAGAI UPAYA DINI PENCEGAHAN STUNTING PADA PROGRAM GERBANG EMAS Ningrum, Dita Cahaya; Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Megasari, Anis Laela; Larasati, Disa; Rahmah, Ulinuha Aufa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37384

Abstract

Abstrak:Stunting merupakan kondisi anak dengan tinggi atau panjang badan berada di bawah -2 standar deviasi (SD) menurut umur dari median standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh World Health Organization. Stunting masih menjadi masalah yang masih menjadi perhatian negara, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan mengenai cara pemberian MPASI yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang praktik pemberian MPASI yang tepat dengan metode edukasi ceramah edukatif. Mitra dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat kader posyandu sejumlah 20 kader di wilayah kerja puskesmas Ngoresan, Surakarta. Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu menjadi tombak awal pemutus rantai stunting di Indonesia melalui kader posyandu. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan nilai pretest dengan rata-rata 8,7 menjadi nilai posttest rata-rata 9,2 yang diukur menggunakan kuesioner berisi 10 pertanyaan pilihan ganda terkait materi edukasi. Peningkatan pengetahuan kader ini dirasa sangat bermanfaat dan diharapkan dapat menjadi dampak jangka panjang yang dapat disalurkan kepada ibu balita di wilayah kerjanya.Abstract: Stunting is a condition in which a child's height or length falls below -2 standard deviations (SD) for age from the median child growth standards issued by the World Health Organization. Stunting remains a problem of national concern, especially in low- and middle-income countries like Indonesia. One cause is a lack of knowledge about the proper provision of complementary foods. This community service activity aims to improve the knowledge of integrated health post (Posyandu) cadres about the proper practice of providing complementary foods through educational lectures. The community service partners for this Posyandu cadre are 20 cadres in the Ngoresan Community Health Center, Surakarta. This educational activity is expected to be the first spearhead in breaking the chain of stunting in Indonesia through Posyandu cadres. The activity evaluation is assessed from the increase in pretest scores from an average of 8.7 to an average posttest score of 9.2. This increase in cadre knowledge is considered very beneficial and is expected to have a long-term impact that can be channeled to mothers of toddlers in the work area.
Edukasi Asi Eksklusif pada Kader Posyandu melalui Program Gerbang Emas sebagai Upaya Pencegahan Stunting Rahmah, Ulinuha Aufa; Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Megasari, Anis Laela; Larasati, Disa; Ningrum, Dita Cahaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24287

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang belum mencapai target nasional. Salah satu faktor risiko utama stunting adalah asupan gizi yang tidak seimbang, termasuk rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Kurangnya pengetahuan ibu, dukungan sosial, serta keterbatasan peran kader kesehatan menjadi hambatan dalam keberhasilan ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader posyandu dalam memahami serta menyampaikan edukasi mengenai ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan dengan desain edukasi partisipatif melalui kelas kader menggunakan metode penyampaian materi, demonstrasi teknik menyusui menggunakan phantom bayi, diskusi interaktif, serta pembagian booklet edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk menilai perubahan pengetahuan kader. Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,8 pada pretest menjadi 9,3 pada posttest. Kader menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta perannya dalam mendampingi ibu menyusui di masyarakat. Kelas kader edukasi ASI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader posyandu. Penguatan peran kader melalui edukasi berbasis partisipatif berpotensi mendukung peningkatan praktik ASI eksklusif dan menjadi strategi penting dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Kader Posyandu, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat. ABSTRACT Stunting remained a public health problem in Indonesia, with prevalence rates that had not yet achieved national targets. One of the primary risk factors for stunting was inadequate nutritional intake, including low adherence to exclusive breastfeeding practices. Limited maternal knowledge, insufficient social support, and constrained involvement of community health cadres constituted major barriers to the successful implementation of exclusive breastfeeding. This community service activity aimed to improve the knowledge and capacity of posyandu cadres in understanding and delivering education on exclusive breastfeeding as a strategy for stunting prevention. The activity was conducted using a participatory educational design through a cadre education class. The methods included structured lectures, demonstrations of proper breastfeeding techniques using an infant mannequin, interactive discussions, and the distribution of educational booklets. Evaluation was performed using pretest and posttest questionnaires to assess changes in cadres’ knowledge. The evaluation results indicated an increase in the mean knowledge score from 8.8 in the pretest to 9.3 in the posttest. The cadres demonstrated improved understanding of the benefits of exclusive breastfeeding, correct breastfeeding techniques, and their roles in supporting breastfeeding mothers within the community. The exclusive breastfeeding cadre education class was effective in enhancing the knowledge and capacity of posyandu cadres. Strengthening the role of cadres through participatory-based educational interventions had the potential to support improved exclusive breastfeeding practices and represented an important strategy for sustainable stunting prevention at the community level. Keywords: Stunting, Exclusive Breastfeeding, Posyandu Cadres, Health Education, Community Service.