Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Mengunyah Permen Karet Xylitol Dalam Manajemen Hipervolemia Pada Pasien Sindrom Nefrotik Di Ruangan Irina E Atas RSUP. Prof Dr. R. D. Kandou Manado Oktavia, Suryani; Nisa, Khairun; Simanjuntak, Susi Roida
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v3i2.57800

Abstract

Pendahuluan: Sindrom nefrotik (SN) terjadi ketika glomerulus mengalami kerusakan dan kebocoran protein berlebihan dari darah ke urin. Gejala paling umum ditemui pada anak yaitu edema anasarka. Tatalaksana hipervolemia dapat dilakukan dengan membatasi asupan cairan untuk mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh yang dapat menyebabkan rasa haus akibat penurunan produksi air liur. Intervensi mengunyah permen karet xylitol merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa haus. Tujuan: Menganalisis penerapan mengunyah permen karet xylitol sebagai upaya membantu mengurangi rasa haus pada anak dengan SN. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan pada anak dengan SN diruangan irina E Atas RSUP Prof Dr. R. D. Kandou selama 3 hari dengan memberikan permen karet xylitol Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat haus yaitu Thirst Distress Scale (TDS). Hasil: Intervensi yang dilakukan selama 3 hari didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan rasa haus dari haus berat menjadi haus ringan. Pada hari pertama keseimbangan cairan belum terpenuhi karena pasien masih mengonsumsi cairan yang lebih banyak dari anjuran yang telah ditetapkan. Sementara pada hari kedua dan ketiga intervensi pasien sudah mampu mengontrol rasa haus sehingga pasien sudah mengonsumsi cairan sesuai dengan anjuran medis. Kesimpulan: Intervensi mengunyah permen karet xylitol menunjukan hasil yang baik dimana terjadi penurunan tingkat haus pada pasien selama 3 hari pelaksanaan intervensi.
Penerapan Edukasi Berbasis Discharge Planning untuk Peningkatan Pengetahuan Orang Tua pada Asuhan Keperawatan Bayi dengan Ileus Obstruksi Pasca Pembedahan di Rsup Prof. Dr. R.D Kandou Manado Tambengi, Henny; Gannika, Lenny; Simanjuntak, Susi Roida
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v2i3.58043

Abstract

Background: Obstructive ileus is a condition where the contents of the gastrointestinal lumen cannot be channeled distally due to a blockage or mechanical obstacle caused by abnormalities in the intestinal lumen, intestinal wall, or outside the intestine, which presses on or causes vascularization abnormalities in an intestinal segment, which causes intestinal segment necrosis. the. In children who have been diagnosed with obstructive ileus, surgery must be carried out immediately at any time; otherwise, it can cause various complications. When a child has had surgery, parents have a very big role in being able to care for the child after surgery. Therefore, parental knowledge is one of the factors in the success of child care. Objective: To determine the effectiveness of discharge planning-based education in increasing parental knowledge. Method: This study used a case study method with the implementation of discharge planning-based education regarding post-surgical obstructive ileus infant care at home for 3 days. Results: After conducting education based on discharge planning for 3 days, it was found that parents' knowledge increased regarding caring for babies with post-surgical obstructive ileus at home. Conclusion: Education based on discharge planning for parents has been proven to increase parents' knowledge regarding caring for babies with post-surgical obstructive ileus at home. Keywords: Education, Discharge Planning, Parents, Knowledge
Peran Keluarga dalam Manajemen Diare Anak Usia Prasekolah di Desa Tongkaina Feranisia Lois Lewan; Renteng, Septriani; Simanjuntak, Susi Roida
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background. Diarrhea is still one of the causes of death of children under 5 years of age, therefore families have an important role in carrying out diarrhea management at home. In the managed case, the assessment data showed that the family still did not have optimal knowledge related to diarrhea management in children. Objective. This study aims to analyze the effectiveness of education related to diarrhea management in children on family assistance in carrying out diarrhea management through a demonstration education approach. Methods. This study used a case study design approach in one assisted family. The educational media used was flipchart and also used the demonstration method. Results. There was an increase in knowledge to the family after being given health education about diarrhea management and the family could follow the demonstration of making salt-sugar ORS independently. Conclusion. Educational media using flipcharts and demonstrations have an impact on improving knowledge, attitudes and skills in families in diarrhea management. Abstrak Latar belakang. Diare masih menjadi salah satu penyebab kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun, oleh sebab itu keluarga memiliki peran penting dalam melakukan manajemen diare di rumah. Pada kasus kelolaan didapatkan data pengkajian bahwa keluarga masih belum memiliki pengetahuan yang optimal terkait manajemen diare pada anak. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi terkait manajemen diare pada anak terhadap bantuan keluarga dalam melakukan manajemen diare melalui pendekatan edukasi demonstrasi. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain studi kasus pada satu keluarga binaan. Media edukasi yang digunakan adalah flipchart dan juga menggunakan metode demonstrasi. Hasil. Terjadi peningkatan pengetahuan kepada keluarga setelah diberikan edukasi kesehatan mengenai manajamen diare dan keluarga dapat mengikuti demonstrasi pembuatan oralit gula garam secara mandiri. Kesimpulan. Media edukasi menggunakan flipchart dan juga demonstrasi memiliki dampak terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada keluarga dalam melakukan manajemen diare.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY IMAGE AND ADOLESCENT MENTAL HEALTH IN MANADO, INDONESIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Onibala, Bulan Nada Stevina; Nisa, Khairun; Simanjuntak, Susi Roida
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 8 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v8i2.342

Abstract

Background: Adolescence is a crucial period of transition marked by physical, emotional, and social changes that make individuals more vulnerable to developing a negative body image. Dissatisfaction with body image can cause problems, such as mental health. Purpose: This study aimed to analyze the relationship between body image and the mental health of adolescents at SMAN (Senior High School) 1 Manado. Methods: This study was a cross-sectional study involving 315 students selected using the Proportionate Stratified Random Sampling technique on students of SMAN 1 Manado. The measuring instruments used were the Body Shape Questionnaire-34 (BSQ-34) with a validity value of 0.826–0.902 and a reliability of 0.990 and the General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) with a reliability value of 0.841 and proven valid with a LR+ value of 2.12 and LR– of 0.31. The analysis used in this study was the Spearman test. Results: The results showed a positive relationship between body image and mental health among adolescents (p = 0.000; r = 0.241). Conclusion: Body image is positively associated with adolescents’ mental health, indicating that adolescents with a more positive body image tend to have better mental health conditions; Therefore, interventions promoting self-acceptance and a healthy body image are essential for mental health promotion and prevention. Abstrak Latar belakang: Masa remaja adalah masa transisi dan eksplorasi. Pada tahap ini, perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan membuat remaja lebih rentan mengalami body image negatif. Ketidakpuasan terhadap body image tersebut dapat menimbulkan masalah, seperti kesehatan mental. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara body image dengan kesehatan mental remaja di SMAN 1 Manado. Metode: Penelitian ini merupakan Cross Sectional Study pada siswa SMAN 1 Manado. Teknik sampling yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling dengan besar sampel sebanyak 315 siswa. Alat ukur yang digunakan adalah Body Shape Questionnaire-34 (BSQ-34) dengan nilai validitas 0,826–0,902 serta reliabilitas sebesar 0,990 dan General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) dengan nilai reliabilitas 0,841 serta terbukti valid dengan nilai LR+ sebesar 2,12 dan LR– sebesar 0,31. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji spearman. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan positif antara body image dengan kesehatan mental pada remaja (p = 0,000), dengan nilai r = 0,241. Kesimpulan: Body image memiliki hubungan terhadap kesehatan mental remaja dengan arah hubungan positif, di mana remaja yang memiliki body image lebih positif cenderung menunjukkan kondisi kesehatan mental yang lebih baik, sehingga perlu adanya intervensi mengenai penerimaan diri dan citra tubuh yang sehat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental remaja.