Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Prima Sinyal: A Program to Improve Kindergarten Teachers' Abilities In Early Detection Of Deviations in The Growth and Development of Preschool Children: Prima Deteksi: Program Peningkatan Kemampuan Guru TK dalam Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah Roida Simanjuntak, Susi; Nisa, Khairun; Syahputra, Rendy
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1451

Abstract

According to Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 66 of 2014, kindergarten teachers have a role in monitoring and detecting growth and developmental issues in children. However, an interview with the principal of Pembina State Kindergarten in Manado revealed that teachers at Pembina State Kindergarten have never conducted early detection of growth and developmental issues in all students. This results in the growth and developmental status of all students at Pembina State Kindergarten in Manado being unknown. The Community Health Center (Puskesmas) has also never visited the school to screen for growth and developmental issues in children. Another identified issue is that the School Health Unit is not equipped with height and weight measuring devices or SDIDTK Kits for screening. Therefore, this program aims to improve the skills of kindergarten teachers in early detection of growth and developmental issues in preschool-aged children through training, mentoring, and the provision of SDIDTK Kits. The training results showed that the majority of teachers experienced an increase in knowledge of more than 80%. Based on pre-test and post-test results, teachers' knowledge scores showed a significant increase. Observation results also showed an improvement in teachers' skills in early detection of growth and developmental issues. In conclusion, there has been a significant improvement in teachers' knowledge and skills in early detection of growth and developmental issues in preschool-aged children.
Training and Mentoring Of Siaga Teens As An Efforts To Prevent Bullying In Schools: Pelatihan dan Pendampingan Remaja Siaga Sebagai Upaya Pencegahan Tindakan Bullying di Sekolah Roida Simanjuntak, Susi; Buanasari, Andi; MoreenToar, Juwita
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i1.1195

Abstract

Bullying is the act of harming others both physically and psychologically in the form of verbal, social, and physical violence. Bullying among adolescents can lead to serious health issues, both physical and mental. To this day, cases of bullying among teenagers remain very high and even show an increase each year. This poses a serious problem that must be addressed immediately. The implementation method for this activity involved training for adolescents conducted in two different schools in Manado, carried out in person. Before and after the activity, team conducted pre-test and post-test measurements to assess students' knowledge during the training. Based on the results of the pre-test and post-test, the knowledge assessment in the two middle schools showed an increase based on the average scores of the participants. Therefore, we concluded that there was an increase in participants' knowledge about bullying and its health impacts after the training was conducted for the students.
Cegah Kekerasan Seksual Kepada Anak : Pelatihan Metode Story Telling dan Aplikasi Ramah Anak Kepada Orang Tua dengan Anak Prasekolah Renteng, Septriani; Simanjuntak , Susi Roida; Mapaly, Heilbert Armando
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2062

Abstract

Pendidikan seks kepada anak sejak dini dan pemilihan jenis tontonan yang sesuai dengan usia anak perlu menjadi perhatian orang tua sebagai upaya untuk mencegah kekerasan seksual yang terjadi pada anak. Namun faktanya pendidikan seksual kepada anak usia prasekolah belum dilakukan secara optimal oleh orang tua sehingga pemahaman seksual pada anak masih terbatas selain itu juga anak suka menonton video di aplikasi yang beresiko munculnya video tidak sesuai usia anak. Belum optimalnya orang tua dalam melakukan pendidikan seksual juga ditemukan di TK GMIM Alfa Omega dan TK Pembina, dimana orang tua mengungkapkan tidak mengetahui cara untuk melakukan pendidikan seksual dan anak suka menggunakan youtube untuk menonton. Berdasarkan hal tersebut dibentuk kegiatan pemberdayaan orang tua dalam bentuk kegiatan pelatihan metode story telling.dan pemanfaatan youtube kids. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seksua dengan metode story telling dan penggunaan youtube kids. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas 3 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan serta monitoring dan evaluasi yang diikuti oleh orang tua anak usia prasekolah di Tk GMIM Alfa Omega dan TK Pembina. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan orang tua dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seks kepada anak usia prasekolah dan pemanfaatan aplikasi youtube kids. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini membawa dampak positif terhadap kemampuan orang tua melakukan pendidikan seksual dan pengunaan youtube kids sebagai alternatif tontonan bagi anak.
Penerapan Mengunyah Permen Karet Xylitol Dalam Manajemen Hipervolemia Pada Pasien Sindrom Nefrotik Di Ruangan Irina E Atas RSUP. Prof Dr. R. D. Kandou Manado Oktavia, Suryani; Nisa, Khairun; Simanjuntak, Susi Roida
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v3i2.57800

Abstract

Pendahuluan: Sindrom nefrotik (SN) terjadi ketika glomerulus mengalami kerusakan dan kebocoran protein berlebihan dari darah ke urin. Gejala paling umum ditemui pada anak yaitu edema anasarka. Tatalaksana hipervolemia dapat dilakukan dengan membatasi asupan cairan untuk mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh yang dapat menyebabkan rasa haus akibat penurunan produksi air liur. Intervensi mengunyah permen karet xylitol merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa haus. Tujuan: Menganalisis penerapan mengunyah permen karet xylitol sebagai upaya membantu mengurangi rasa haus pada anak dengan SN. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan pada anak dengan SN diruangan irina E Atas RSUP Prof Dr. R. D. Kandou selama 3 hari dengan memberikan permen karet xylitol Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat haus yaitu Thirst Distress Scale (TDS). Hasil: Intervensi yang dilakukan selama 3 hari didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan rasa haus dari haus berat menjadi haus ringan. Pada hari pertama keseimbangan cairan belum terpenuhi karena pasien masih mengonsumsi cairan yang lebih banyak dari anjuran yang telah ditetapkan. Sementara pada hari kedua dan ketiga intervensi pasien sudah mampu mengontrol rasa haus sehingga pasien sudah mengonsumsi cairan sesuai dengan anjuran medis. Kesimpulan: Intervensi mengunyah permen karet xylitol menunjukan hasil yang baik dimana terjadi penurunan tingkat haus pada pasien selama 3 hari pelaksanaan intervensi.
Penerapan Edukasi Berbasis Discharge Planning untuk Peningkatan Pengetahuan Orang Tua pada Asuhan Keperawatan Bayi dengan Ileus Obstruksi Pasca Pembedahan di Rsup Prof. Dr. R.D Kandou Manado Tambengi, Henny; Gannika, Lenny; Simanjuntak, Susi Roida
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v2i3.58043

Abstract

Background: Obstructive ileus is a condition where the contents of the gastrointestinal lumen cannot be channeled distally due to a blockage or mechanical obstacle caused by abnormalities in the intestinal lumen, intestinal wall, or outside the intestine, which presses on or causes vascularization abnormalities in an intestinal segment, which causes intestinal segment necrosis. the. In children who have been diagnosed with obstructive ileus, surgery must be carried out immediately at any time; otherwise, it can cause various complications. When a child has had surgery, parents have a very big role in being able to care for the child after surgery. Therefore, parental knowledge is one of the factors in the success of child care. Objective: To determine the effectiveness of discharge planning-based education in increasing parental knowledge. Method: This study used a case study method with the implementation of discharge planning-based education regarding post-surgical obstructive ileus infant care at home for 3 days. Results: After conducting education based on discharge planning for 3 days, it was found that parents' knowledge increased regarding caring for babies with post-surgical obstructive ileus at home. Conclusion: Education based on discharge planning for parents has been proven to increase parents' knowledge regarding caring for babies with post-surgical obstructive ileus at home. Keywords: Education, Discharge Planning, Parents, Knowledge
Peran Keluarga dalam Manajemen Diare Anak Usia Prasekolah di Desa Tongkaina Feranisia Lois Lewan; Renteng, Septriani; Simanjuntak, Susi Roida
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background. Diarrhea is still one of the causes of death of children under 5 years of age, therefore families have an important role in carrying out diarrhea management at home. In the managed case, the assessment data showed that the family still did not have optimal knowledge related to diarrhea management in children. Objective. This study aims to analyze the effectiveness of education related to diarrhea management in children on family assistance in carrying out diarrhea management through a demonstration education approach. Methods. This study used a case study design approach in one assisted family. The educational media used was flipchart and also used the demonstration method. Results. There was an increase in knowledge to the family after being given health education about diarrhea management and the family could follow the demonstration of making salt-sugar ORS independently. Conclusion. Educational media using flipcharts and demonstrations have an impact on improving knowledge, attitudes and skills in families in diarrhea management. Abstrak Latar belakang. Diare masih menjadi salah satu penyebab kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun, oleh sebab itu keluarga memiliki peran penting dalam melakukan manajemen diare di rumah. Pada kasus kelolaan didapatkan data pengkajian bahwa keluarga masih belum memiliki pengetahuan yang optimal terkait manajemen diare pada anak. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi terkait manajemen diare pada anak terhadap bantuan keluarga dalam melakukan manajemen diare melalui pendekatan edukasi demonstrasi. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain studi kasus pada satu keluarga binaan. Media edukasi yang digunakan adalah flipchart dan juga menggunakan metode demonstrasi. Hasil. Terjadi peningkatan pengetahuan kepada keluarga setelah diberikan edukasi kesehatan mengenai manajamen diare dan keluarga dapat mengikuti demonstrasi pembuatan oralit gula garam secara mandiri. Kesimpulan. Media edukasi menggunakan flipchart dan juga demonstrasi memiliki dampak terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada keluarga dalam melakukan manajemen diare.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY IMAGE AND ADOLESCENT MENTAL HEALTH IN MANADO, INDONESIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Onibala, Bulan Nada Stevina; Nisa, Khairun; Simanjuntak, Susi Roida
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 8 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v8i2.342

Abstract

Background: Adolescence is a crucial period of transition marked by physical, emotional, and social changes that make individuals more vulnerable to developing a negative body image. Dissatisfaction with body image can cause problems, such as mental health. Purpose: This study aimed to analyze the relationship between body image and the mental health of adolescents at SMAN (Senior High School) 1 Manado. Methods: This study was a cross-sectional study involving 315 students selected using the Proportionate Stratified Random Sampling technique on students of SMAN 1 Manado. The measuring instruments used were the Body Shape Questionnaire-34 (BSQ-34) with a validity value of 0.826–0.902 and a reliability of 0.990 and the General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) with a reliability value of 0.841 and proven valid with a LR+ value of 2.12 and LR– of 0.31. The analysis used in this study was the Spearman test. Results: The results showed a positive relationship between body image and mental health among adolescents (p = 0.000; r = 0.241). Conclusion: Body image is positively associated with adolescents’ mental health, indicating that adolescents with a more positive body image tend to have better mental health conditions; Therefore, interventions promoting self-acceptance and a healthy body image are essential for mental health promotion and prevention. Abstrak Latar belakang: Masa remaja adalah masa transisi dan eksplorasi. Pada tahap ini, perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan membuat remaja lebih rentan mengalami body image negatif. Ketidakpuasan terhadap body image tersebut dapat menimbulkan masalah, seperti kesehatan mental. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara body image dengan kesehatan mental remaja di SMAN 1 Manado. Metode: Penelitian ini merupakan Cross Sectional Study pada siswa SMAN 1 Manado. Teknik sampling yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling dengan besar sampel sebanyak 315 siswa. Alat ukur yang digunakan adalah Body Shape Questionnaire-34 (BSQ-34) dengan nilai validitas 0,826–0,902 serta reliabilitas sebesar 0,990 dan General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) dengan nilai reliabilitas 0,841 serta terbukti valid dengan nilai LR+ sebesar 2,12 dan LR– sebesar 0,31. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji spearman. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan positif antara body image dengan kesehatan mental pada remaja (p = 0,000), dengan nilai r = 0,241. Kesimpulan: Body image memiliki hubungan terhadap kesehatan mental remaja dengan arah hubungan positif, di mana remaja yang memiliki body image lebih positif cenderung menunjukkan kondisi kesehatan mental yang lebih baik, sehingga perlu adanya intervensi mengenai penerimaan diri dan citra tubuh yang sehat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental remaja.