Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Stop Toxic Parenting : Wujudkan Pola Asuh yang Baik dalam Membangun Fisik dan Mental Anak Alivia Slsabila; Mila Hanifah; Mufid Irsyad; Virza Qurrota A’yun
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2024): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh orang tua akan berdampak besar bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Peran orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak akan menentukan bagaimana tumbuh kembang fisik, mental, emosional, dan karakter anak tersebut di masa yang akan datang. Toxic Parenting merupakan pola asuh yang salah di mana orang tua cenderung mengarah pada hal yang tidak baik dalam mengasuh anaknya. Hal ini biasanya ditandai dengan melakukan kekerasan fisik dan juga kekerasan verbal, yang mana hal ini dapat menjadi racun bagi anak dalam kepribadiannya. Toxic parenting memberikan dampak negatif yang sangat besar bagi seorang anak, selain berpengaruh pada kesehatan mental dan fisiknya pada masa itu, kelak di masa depan hal ini dapat terulang kembai di saat dia sudah menjadi orang tua dan menjadikannya seorang toxic parents.
Peran Generasi Z Muslim dalam Kemajuan Islam di Era Modern: Pandangan Ustadz Hanan Attaki Alfina Meiza Faysa; Mila Hanifah; Muhamad Ariz Hibrizi; Virza Qurrota A’yun; Abdul Fadhil
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v2i4.1860

Abstract

This article examines the role of the Muslim Gen Z in the advancement of Islam in the modern era based on the views of Ustadz Hanan Attaki. Generation Z, known as the tech-savvy and creative generation, has great potential in facing the challenges and opportunities of da'wah in the digital era. Based on the lectures and views of Ustadz Hanan Attaki, this article highlights three main roles of Muslim Gen Z: first, as ambassadors of Islam who can utilize social media to spread moderate and relevant Islamic values; second, as innovators contributing to the development of science, technology, and art in accordance with Islamic values; and third, as guardians of Islamic identity amidst the currents of globalization and secularism. This research uses qualitative methods with data collection techniques such as observation and literature review. This research concludes that Muslim Generation Z, with proper guidance, can become agents of change who significantly contribute to the advancement of Islam in the modern era.
Analisis Manajemen Pendidikan Multi Jenjang Sebagai Inovasi Manajemen Pendidikan Pesantren Di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi Mila Hanifah; Rida Wardatul Saura; Muhammad Hanif Fadillah; Valerina Rusmana Putri; Muhammad Nathan
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/4phpmy17

Abstract

Pendidikan multi jenjang adalah sistem penyelenggaraan pendidikan dimana berbagai tingkatan pendidikan diselenggarakan secara bersamaan dan terorganisir dalam satu lingkungan sebagai inovasi manajemen pendidikan. Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi menjadi contoh nyata keberhasilan pelaksanaan pendidikan multi jenjang dalam satu manajemen yang terpusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait dokumen yang berkaitan dengan topik penelitian. Pendekatan ini dipilih dengan tujuan untuk memahami secara mendalam pelaksanaan pendidikan multi jenjang di pesantren sebagai inovasi dalam manajemen pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multi jenjang di pesantren ini diterapkan secara bertahap sebagai solusi atas kebutuhan pendidikan masyarakat dan alumni. Terdapat berbagai unit pendidikan yang lengkap, mulai dari RA/PAUD, MI, MTs, MA, SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi (S1). Keberhasilan pelaksanaan manajemen ini didukung oleh peran kuat pimpinan pesantren, hubungan baik dengan masyarakat, alumni, dan pemerintah, serta tenaga pendidik yang kompeten. Meskipun demikian, terdapat faktor penghambat terkait keterbatasan sarana dan prasarana akibat meningkatnya jumlah santri setiap tahunnya. Namun, pesantren terus melakukan upaya pembangunan dan pengembangan untuk mengatasi hal tersebut. Pelaksanaan pendidikan multi jenjang di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi merupakan bentuk inovasi manajemen pendidikan Islam yang patut dicontoh dalam mengembangkan pendidikan Islam yang efektif, holistik, dan berkelanjutan
PENGEMBANGAN KOMIK EDUKATIF UNTUK MENGAJARKAN ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DI SDIT AL-FIRDAUS Faza Sabila Firdaus; Mila Hanifah; Nurfaizah Nurfaizah; Yauma Wulida Farhana
JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop educational digital comics that teach Islamic communication ethics to students at SDIT Al-Firdaus. Using a Research and Development approach, this research analyzes how comics that are adapted to students' cognitive levels are able to deepen their understanding of the ethical values ​​of communication and increase motivation and participation in learning compared to conventional methods. This study is based on several theories, such as learning media theory, communication ethics theory, and the social construction of reality, and includes a review of literature related to comic media in character and ethics education. The data analysis method used is validity analysis using scoring criteria and Aiken's V index. Based on the validation test, the results show that the feasibility of the learning materials and media reached a validity value of 0.8, which falls into the "High" category or is deemed suitable for use.