Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH DIGITAL MARKETING, PROFITABILITY, LITERASI KEUANGAN, DAN PENDAPATAN TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI LAT (LOBSTER AIR TAWAR) DI INDONESIA Siti Muhimatul Khoiroh; Siti Mundari; Roikan Sofianto; Ajeng Septiana
Teknika: Engineering and Sains Journal Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/tesj.v3i2.473.71-76

Abstract

Budidaya Lobster Air Tawar (LAT) merupakan komoditi baru dalam bisnis komoditi perikanan hias maupun konsumsi. Lobster jenis redclaw (Cherax quadricarinatus) merupakan jenis bisnis investasi yang tumbuh semakin pesat di Indonesia sejak munculnya Permen Kelautan dan Perikanan No.56/Permen-KP/2016. Tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan supply lobster air tawar jenis redclaw yang dikenal mudah dan cepat menyebabkan lambatnya perkembangan pegiat loster dibandingkan dengan besarnya pangsa pasar baik dalam maupun luar negri. Oleh karena itu diperlukan strategi, langkah-langkah serta analisis terkait faktor-faktor apa yang menjadikan minat masyarakat dalam pengambilan keputusan investasi bidang budidaya LAT. Pembuatan model analisis faktor melibatkan faktor digital marketing, literasi keuangan, pendapatan, serta profitabilitas, dan keputusan investasi beserta indikator-indikator variabel dalam sebuah model analisis SEM menggunakan CFA (Confirmatory Factor Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor profitabilitas atau tingkat keuntungan yang akan diperoleh dengan nilai loading factor sebesar 0,74 dengan indikator utama yaitu rasio pengembalian modal (P1) sebesar 1,00.
Crashing Project Evaluation by Managing Allocation Resource and Cost using CPM-PERT and MS,Project in Nurul Hayat Mosque’s Renovation Nur Rizka Athira; Dea Ayu Maharani Andris; Siti Muhimatul Khoiroh
Tibuana Vol 4 No 02 (2021): Tibuana
Publisher : UNIPA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/tibuana.4.02.3770.69-82

Abstract

The implementation of project management must be calculated based on time and cost estimation. One of the efficiency measures that can take is to accelerate. Time, cost, and quality are factors that must consider while making project acceleration. Project renovation in Nurul Hayat's room was chosen in this research because this project experienced delays in implementation. Delays occur due to a lack of available manpower. This delay will certainly have an impact on costs. The purpose of this research is to speed up time and get optimum costs while still paying attention to quality standards. By CPM-PERT approach, and the evaluation of project acceleration with Ms. Project, the results obtained are scheduling the initial completion of the mosque renovation which initially has an estimated 42 days with a normal total cost of 17,227,500, can be accelerated for 36 working days with additional processing costs of Rp. 70,000 and overtime costs of Rp. 1,635,000. The total cost is Rp 18,932,500 Keyword: Crashing Project, CPM-PERT, Ms. Project
PKM BUDIDAYA LELE SEBAGAI ALTERNATIF MATA PENCAHARIAN PETANI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA JUKONG Wiwin Widiasih; Siti Muhimatul Khoiroh
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.169 KB) | DOI: 10.36456/abadimas.v3.i2.a2173

Abstract

Kelompok Tani Sawah Tadah Hujan Desa Jukong beranggotakan kurang lebih lima belas orangpetani. Kelompok Tani ini memiliki alamat di Balai Desa Jukong dan dikelola langsung oleh IbuSekretaris Kepala Desa, yaitu Ibu Uswatun. Pada saat musim hujan, petani menanam jagung ataupadi pada sawah yang dimilikinya. Namun pada musim kemarau petani-petani menjadi kulibangunan di Surabaya. Hal tersebut dapat meningkatkan urbanisasi dan dapat menyebabkanmenurunnya perekonomian masyarakat desa Jukong serta dapat meningkatkan pengangguran.Solusi yang ditawarkan adalah membuat/pengadaan kolam untuk budidaya lele dengan diameter3m dan ketinggian 1,2m; pengadaan bibit lele sebanyak 700 ekor; pengadaan 80 kg pakan lelesampai dengan dipanen; pelatihan keterampilan langkah-langkah budidaya lele yang efektif;pelatihan dan pendampingan pengelolaan usaha serta pengelolaan keuangan. Metode yangdigunakan adalah identifikasi permasalahan yang mendesak untuk segera diatasi; metodepartisipatif dalam pelatihan dan pendampingan; monitoring dan evaluasi terhadap hasil PKMdengan indikator budidaya lele dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani sawah tadahhujan; keberlanjutan program dengan tim pelaksana sebagai fasilitator dilakukan dalam bentukkonsultasi, diskusi, dan pendampingan strategis.
CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA KESELAMATAN KERJA DI PERUSAHAAN KONSTRUKSI JAWA TIMUR Handy Febri Satoto, Siti Muhimatul Khoiroh
Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis
Publisher : UPPM Akademi Komunitas Semen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0301/jttb.v1i2.44

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dominan dalam strategi pembangunan bangsa. Kegiatan perusahaan konstruksi mempunyai potensi bahaya yang sangat besar seperti terjatuh, kebakaran, hingga kematian. Pada penelitian terdahulu, perilaku keselamatan, manajemen organisasi, kondisi lingkungan kerja fisik dan iklim keselamatan merupakan faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kinerja keselamatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh/hubungan masing-masing indikator pada variabel kondisi lingkungan kerja fisik, manajemen organisasi, perilaku keselamatan, dan iklim keselamatan. Penelitian ini menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) pada masing-masing variabel dan indikatornya. Survei dilakukan dengan menggunakan kuisioner skala likert 1-6 kepada 329 pekerja perusahaan konstruksi. Hasil uji confirmatory factor analysis didapatkan bahwa indikator pada masing-masing variabel valid dan reliabel. Hal ini menunjukkan bahwa indikator yang digunakan pada masing-masing variabel dapat mengukur/mewakili konstruk tersebut
CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA KESELAMATAN KERJA DI PERUSAHAAN KONSTRUKSI JAWA TIMUR Handy Febri Satoto, Siti Muhimatul Khoiroh
Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis
Publisher : UPPM Akademi Komunitas Semen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0301/jttb.v1i2.44

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dominan dalam strategi pembangunan bangsa. Kegiatan perusahaan konstruksi mempunyai potensi bahaya yang sangat besar seperti terjatuh, kebakaran, hingga kematian. Pada penelitian terdahulu, perilaku keselamatan, manajemen organisasi, kondisi lingkungan kerja fisik dan iklim keselamatan merupakan faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kinerja keselamatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh/hubungan masing-masing indikator pada variabel kondisi lingkungan kerja fisik, manajemen organisasi, perilaku keselamatan, dan iklim keselamatan. Penelitian ini menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) pada masing-masing variabel dan indikatornya. Survei dilakukan dengan menggunakan kuisioner skala likert 1-6 kepada 329 pekerja perusahaan konstruksi. Hasil uji confirmatory factor analysis didapatkan bahwa indikator pada masing-masing variabel valid dan reliabel. Hal ini menunjukkan bahwa indikator yang digunakan pada masing-masing variabel dapat mengukur/mewakili konstruk tersebut
CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA KESELAMATAN KERJA DI PERUSAHAAN KONSTRUKSI JAWA TIMUR Handy Febri Satoto, Siti Muhimatul Khoiroh
Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2018): Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis
Publisher : Program Studi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.683 KB) | DOI: 10.0301/jttb.v1i2.44

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dominan dalam strategi pembangunan bangsa. Kegiatan perusahaan konstruksi mempunyai potensi bahaya yang sangat besar seperti terjatuh, kebakaran, hingga kematian. Pada penelitian terdahulu, perilaku keselamatan, manajemen organisasi, kondisi lingkungan kerja fisik dan iklim keselamatan merupakan faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kinerja keselamatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh/hubungan masing-masing indikator pada variabel kondisi lingkungan kerja fisik, manajemen organisasi, perilaku keselamatan, dan iklim keselamatan. Penelitian ini menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) pada masing-masing variabel dan indikatornya. Survei dilakukan dengan menggunakan kuisioner skala likert 1-6 kepada 329 pekerja perusahaan konstruksi. Hasil uji confirmatory factor analysis didapatkan bahwa indikator pada masing-masing variabel valid dan reliabel. Hal ini menunjukkan bahwa indikator yang digunakan pada masing-masing variabel dapat mengukur/mewakili konstruk tersebut
Perilaku Produsen Pelaku Usaha Rias Pengantin Putri Hestiningrum; Dwi Yuli Rakhmawati; Siti Muhimatul Khoiroh
Nomicpedia: Journal of Economics and Business Innovation Vol. 3 No. 1 (2023): March
Publisher : Inspirasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.209 KB)

Abstract

This study discusses how the behavior of bridal makeup entrepreneurs in running their businesses. The bridal makeup business is one type of business that is engaged in services. The bridal makeup business sector relies on the creative abilities, skills, and talents of business actors in creating service selling points. The existence of bridal make-up services functions as a complement to the event of weddings and community cultural events in Malang Regency and is full of customs. To deal with fluctuations in the business climate that are influenced by customs, businessmen have different strategies, resulting in differences in turnover between businessmen. Using a qualitative approach, researchers conducted in-depth interviews with bridal makeup artists in Malang Regency to obtain primary data. The research data were analyzed using the Miles and Huberman model, and to test the validity of the data, the researcher triangulated the data. The results of the study show that there is vertical and horizontal integration behavior between bridal makeup businessmen with photographers, jasmine craftsmen, and other bridal makeup artists in running a business; bridal makeup businessmen discriminate against prices based on consumer groups; and bridal makeup businessmen carry out imitative strategies in developing services.
Analysis of Village Infrastructure Project Success Factors by Considering Implementation Risks Yudha Adi Kusuma; Siti Muhimatul Khoiroh
MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering Vol 5 No 2 (2023): Motivection : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering
Publisher : Indonesian Mechanical Electrical and Industrial Research Society (IMEIRS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.716 KB) | DOI: 10.46574/motivection.v5i2.228

Abstract

Rural areas play an important role in supporting the circulation of a people-based economy through equitable development. One form of development that villages need is infrastructure. Difficult access to infrastructure causes villagers to urbanize in the city. This condition was also experienced by ABC Village before the Nawa Cita program, which made the flow of infrastructure development run massively. The infrastructure development process requires support and cooperation between the village government and the village community. This research examines the impact of infrastructure development and its risks. The results of the study of village government policies and the role of the community have a positive effect on the success of infrastructure projects. Model measurement with the SEM method is fit. The results of the risk analysis showed that there were 5 high-category risks, 12 medium-category risks, and 14 low-category risks. Kawasan desa memegang peranan penting dalam mendukung perputaran ekonomi berbasis kerakyatan melalui pemerataan pembangunan. Salah satu bentuk pembangunan yang dibutuhkan desa adalah aspek infrastruktur. Sulitnya akses infrastruktur menyebabkan warga desa melakukan urbanisasi ke kota. Kondisi ini juga dialami oleh Desa ABC sebelum adanya program Nawa Cita yang membuat arus pembangunan infrastruktur berjalan masif. Proses pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan dan kerja sama antara pemerintah desa dengan masyarakat desa. Penelitian ini mengkaji terhadap dampak pembangunan infrastruktur dan risikonya. Hasil kajian terhadap kebijakan pemerintah desa dan peran masyarakat berpengaruh positif terhadap keberhasilan proyek infrastruktur. Pengukuran model dengan metode SEM bernilai fit. Hasil analisis risiko diketahui bahwa terdapat 5 risiko kategori tinggi, 12 risiko kategori sedang dan 14 risiko kategori rendah.
Penerapan Metode Material Requirement Planning (MRP) guna Merencanakan Kebutuhan Bahan Baku (Studi Kasus: CV. AM Nanda Putra Sidoarjo) Aldito Hermawan; Siti Muhimatul Khoiroh
Jurnal Kendali Teknik dan Sains Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Kendali Teknik dan Sains
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jkts-widyakarya.v1i3.642

Abstract

Company CV. AM Nanda Putra is located in Sidoarjo and operates in the scaffolding industry. Currently the company is experiencing losses due to a lack of optimization in planning the amount and time of ordering raw materials, which results in shortages and excess material inventory. To overcome this problem, the company uses the MRP (Material Requirement Planning) method in optimizing raw material planning. In terms of the lot sizing approach, the company applies the LFL and EOQ methods. The forecasting methods used are Moving Average (MA), Weight Moving Average (WMA), and Exponential Smoothing (ES). The smallest MAD results were obtained using the Exponential Smoothing (ES) method for all scaffolding products. The forecasting results are obtained to determine the MPS (Master Production Schedule) for the next 10 months. After the determination of MPS, the results of Material Requirement Planning (MRP) were obtained, namely the supply of raw materials for MF 170 AM scaffolding of 35402 units or 17700 sets, MF 170 K1 scaffolding of 28906 units or 14453 sets, MF 190 AM scaffolding of 16250 units or 8125 sets, and MF 190 K1 scaffolding of 7656 units or 3828 sets. From the results of calculating the cost of raw material requirements using the Lot for Lot (LFL) method and the Economic Order Quantity (EOQ) method, it can be seen that the total cost of planning the smallest raw material inventory with an amount of Rp. 12,975,818,022.
Implementasi Metode Material Requirment Planning (MRP) Dalam Melakukan Perencanaan Persediaan Bahan Baku Kursi Susun Pada CV XYZ Arifa Yuriyadi; Siti Muhimatul Khoiroh
Jurnal Kendali Teknik dan Sains Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Kendali Teknik dan Sains
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jkts-widyakarya.v1i3.656

Abstract

CV XYZ is a company engaged in manufacturing with production in the form of stacking chairs. This company has a production capacity of 200 units of stacking chairs every day. The company has 3 types of bunk chairs, namely CH-100 KR, CH-200 KR, and CH-200 PC. Customer demand at this company tends to be fluctuating (up and down) which results in the company experiencing difficulties in determining the optimal raw material inventory to meet customer needs. The Material Requirement Planning (MRP) method is an appropriate method for scheduling inventory. The result of this scheduling model is in the form of a master production schedule (JIP) which is used to determine the demand for chair products for the next 6 months. The results of data processing obtained requests for stacking chairs in the next 6 months for the type CH-100 KR 10.724 unit, CH-200 KR of 10.998 unit, and CH-200 PC of 9.687 unit. The demand is then calculated using the MRP approach with LFL and EOQ. An effective material requirements planning method with the lowest cost is to use the Lot For Lot (LFL) method which gives the lowest cost results IDR 7,475,617,611.