Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Bahan Kimia Obat Natrium Diklofenak Dengan Metode KLT Dan Spektrofotometri Uv-Vis Pada Jamu Pegel Linu Di Kota Banjarmasin Jannah, Ghina Raudhatul; Syahran, Dayna Maharani; Husna, Hafizatul; Mutia, Desy; Azzahra, Fifi Alayda; Septianto, Gemilang; Hastika, Febby Yulia
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i2.425

Abstract

Jamu merupakan salah satu obat tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dan telah dikonsumsi sebagai pengobatan sejak dahulu. Masyarakat meyakini bahwa jamu tidak memiliki efek samping yang serius dan berpikir bahwa jamu sangat aman bila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang jika dibandingkan dengan mengonsumsi obat-obatan dari bahan kimia atau sintesis pa Sedangkan, Bahan Kimia Obat (BKO) yang ditambahkan pada jamu biasanya tidak menyertakan informasi yang jelas pada kemasannya sehingga memungkinkan terjadinya efek buruk bagi kesehatan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar BKO natrium diklofenak yang terkandung pada jamu pegel linu yang beredar. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif pada sampel jamu pegel linu memiliki nilai Rf yakni 0,85 sedangkan pada larutan standar natrium diklofenak memiliki nilai Rf 0,84. Pada analisis kuantitatif didapatkan hasil konsentrasi natrium diklofenak 17,363 ppm atau kadar sebanyak 0,0017363%. Hasil tersebut membuktikan bahwa adanya kandungan obat pada sampel jamu tersebut. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa produk jamu pegel linu positif mengandung natrium diklofenak.
Pengetahuan Pelaku UMKM Tentang Kemasan Dan Pendampingan Pemasaran Berbasis Digital Dalam Pengembangan Usaha Tape Gambut Melviani, Melviani; Rohama, Rohama; Tumanggor, Agustina Hotma Uli; Husna, Hafizatul; Nabila, Yasmin; Khuluqia, Munirah; Anggraini, Livani; Caroline, Putricia; Ningtias, Radita Dia Ayu
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024941

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pengembangan produk adalah melalui kemasan. Kemasan diharapkan mampu mempengaruhi konsumen untuk memberikan kesan positif. Kemasan produk perlu diperhatikan dalam persaingan di dunia bisnis. Terutama untuk produk makanan yang mempunyai banyak pesaing di pasaran. Disamping itu, saat ini kemajuan teknologi menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Kemajuan teknologi dimanfaatkan untuk memperluas pengenalan produk kepada konsumen dengan lebih cepat dan mudah. Teknologi digital menawarkan kesempatan untuk semua pelaku usaha. Pemasaran berbasis digital dapat menjangkau seluruh masyarakat dimanapun mereka berada. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan UMKM tape gambut dalam penjualan tape gambut. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif dan demonstrasi praktik. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan mitra UMKM sebelum dan sesudah penyampaian edukasi, pelatihan dan pendampingan dilakukan pre-test dan post-test yang diikuti sebanyak 21 responden. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan terkait konsep kemasan dapat dilihat dari adanya peningkatan nilai sebesar 22,14 dan peningkatan nilai sebesar 41,54 terkait pemasaran berbasis digital.Abstract: One of the efforts that can be made in product development is through packaging. Packaging is expected to be able to influence consumers to give a positive impression. Product packaging needs to be considered in the competition in the business world. Especially for food products that have many competitors in the market. In addition, currently technological advances are inevitable. Technological advances are used to expand product introduction to consumers more quickly and easily. Digital technology offers opportunities for all business actors. Digital-based marketing can reach all people wherever they are. This service activity is expected to solve the problem of limited knowledge and skills of peat tape MSMEs in the sale of peat tape. The methods used are in the form of interactive lectures and practical demonstrations. To find out the level of knowledge of MSME partners before and after the delivery of education, training and mentoring were carried out pre-test and post-test which were attended by 21 respondents This service activity shows an increase in knowledge related to the concept of packaging, which can be seen from an increase in value of 22.14 and an increase in value of 41.54 related to digital-based marketing.
Profil Farmakokinetika: Interaksi Obat Antara Obat Generik Captopril 25 mg Dan Cefixime 200 mg Dengan Metode Disolusi Husna, Hafizatul; Andriani, Dwi Ika; Fitriyadi; Aryzki, Saftia
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.778

Abstract

Pemberian obat secara oral merupakan rute yang paling umum digunakan karena kemudahannya. Namun demikian, keterbatasan bioavailabilitas sering kali menjadi kendala, terutama disebabkan oleh kelarutan dan permeabilitas obat yang rendah. Captopril, suatu obat antihipertensi yang efektif, memiliki bioavailabilitas oral sebesar 60–75%, sedangkan cefixime, antibiotik generasi ketiga, menunjukkan bioavailabilitas yang lebih rendah, yaitu sekitar 30–50%, dengan kelarutan dalam air yang rendah. Interaksi antar obat berpotensi memengaruhi efikasi maupun keamanan terapi, sehingga penting untuk dievaluasi. Profil disolusi in vitro dapat memberikan gambaran awal mengenai potensi bioavailabilitas serta menjadi acuan dalam memprediksi performa farmakokinetik suatu sediaan dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi serta membandingkan profil disolusi sediaan generik captopril 25 mg dan cefixime 200 mg, baik secara terpisah maupun dalam bentuk kombinasi, guna mengidentifikasi potensi interaksi yang dapat memengaruhi bioavailabilitasnya. Penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro di laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa disolusi captopril tunggal memperlihatkan pola yang fluktuatif dengan peningkatan konsentrasi seiring waktu, sedangkan cefixime menunjukkan profil disolusi yang relatif stabil. Kombinasi kedua obat menyebabkan penurunan terhadap laju disolusi captopril, sementara disolusi cefixime tidak mengalami perubahan signifikan. Disimpulkan bahwa kombinasi captopril dan cefixime berpotensi menimbulkan interaksi fisikokimia yang dapat menghambat disolusi captopril. Temuan ini penting untuk dipertimbangkan dalam praktik klinik guna mencegah penurunan efektivitas terapi captopril akibat penggunaan bersamaan dengan cefixime.