Bannepadang, Catherina
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG MENYEDIAKAN MAKANAN BERGIZI BAGI BALITA DI LEMBANG TANDUNG NANGGALA K, Hardi; Algarini Allo, Olgrid; Bannepadang, Catherina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promosi kesehatan merupakan kegiatan memperoleh pengetahuan baru, perubahan sikap, adopsi perilaku baru atau pelaksanaan keterampilan baru dan lebih menekankan pada peningkatan kemampuan hidup sehat bukan sekedar berperilaku sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang menyediakan makanan bergizi bagi balita di Lembang Tandung Nanggala tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah desaign pre eksperimen atau eksperimen yang tidak sesunggunya dengan rancangan the one group pretest dan posttes design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak balita sebanyak 60 ibu di Lembang Tandung Nanggala tahun 2020. Besarnya sampel 39 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisa data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 20 menggunakan uji T dengan derajat kemaknaan p<0,005. Hasil penelitian, uji statistik antara promosi kesehatan dengan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan promosi kesehatan didapatkan nilai signifikansi p=0,000 ( . Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang menyediakan makanan bergizi bagi balita di Lembang Tandung Nanggala tahun 2020. Diharapkan ibu dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi bagi balita. Serta bagi peneliti selanjutnya menggunakan kelompok pembanding (kontrol) dan intervensi untuk memperluas area penelitian dengan sampel yang lebih banyak sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG ANTORIUM RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO K, Hardi; Algarini Allo, Olgrid; Bannepadang, Catherina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapannya. Kepuasan keluarga pasien merupakan konsep yang penting dalam konteks pelayanan kesehatan, yang mengacu pada tingkat kepuasan keluarga terhadap kualitas perawatan yang diberikan kepada pasien mereka di lingkungan rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Komunikasi terapeutik adalah pengalaman berkomunikasi bersama antara perawat dengan klien yang bertujuan untuk memecahkan masalah klien. Komunikasi terapeutik dapat menjadi salah satu indikator dalam mengukur kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya Hubungan Komunikasi Teraputik Perawat Dengan Kepuasan Keluarga Pasien di Rumah Sakit Elim Rantepao. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien di RS Elim Rantepao dengan jumlah 32 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 25 dengan analisa uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengatakan komunikasi perawat perawat yang baik sebanyak 18 responden (56,3%) dan komunikasi teraputik perawat kurang baik sebanyak 14 responden (43,8%). Mayoritas responden yang memilih puas sebanyak 12 responden (37,5%). Responden yang memilih Kepuasan keluarga pasien yang tidak puas sebanyak 20 responden (62,5%). Dengan nilai p=0.006(p<0,005). Berdasarkan Analisa Chi-Square didapatkan Ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan Kepuasan keluarga pasien di ruang Antorium Rumah Sakit Elim Rantepao dengan nilai P=0,006 < α=0,05. Penelitian ini merekomendasikan perlunya komunikasi terapeutik perawat di Rumah Sakit Elim Rantepao. Perawat diharapkan agar dapat mempertahankan komunikasi terapeutik perawat. Penelitian juga menyarankan sebaiknya perawat mengikuti seminar.
HUBUNGAN PENGETAHUN PERAWAT TENTANG PEMBERIAN OBAT DENGAN PENERAPAN PRINSIP 7 (TUJUH) BENAR PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN DI RUANG PERAWATAN INTERNA RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO Handayani Mangapi, Yahya; Bannepadang, Catherina; Patiung Tappa, Nardy
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian obat pada pasien adalah salah satu prosedur keperawatan yang paling sering dilakukan, oleh sebab itu ketelitian sangatlah penting dalam memberikan obat untuk mendapatkan efek pengaruh obat yang maksimal. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya hubungan antara pengetahuan perawat tentang pemberian obat dengan penerapan prinsip 7 (tujuh) benar pemberian obat di ruang perawatan interna Rumah Sakit Elim Rantepao. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik yang bersifat retrospectif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang perawatan interna (antorium dan lavender) RS Elim Rantepao dengan jumlah 32 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 25 dengan analisa uji Man-Whitney Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan perawat yaitu pengetahuan baik sebanyak 27 responden (96.9%) dan pengetahuan kurang sebanyak 5 responden (3.1%). Rata-rata penerapan prinsip 7 benar pemberian obat adalah 27,94 (SD = ±0,246). Skor nilai tertinggi 28 dan skor nilai rendah 27. Berdasarkan analisa Man-Whitney didapatkan tidak ada Hubungan Pengetahuan Perawat tentang pemberian obat dengan penerapan prinsip 7 benar pemberian obat pada pasien di ruang perawatan interna (antorium dan lavender) di Rumah Sakit Elim Rantepao dengan nilai p= 0.536 (p>0,05). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lanjut tentang pengetahuan mahasiswa mengenai pemberian obat pada pasien sebelum turun ke lahan dan diharapkan peneliti selanjutnya meneliti tentang penetapan standar 10 benar pemberian obat pada pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA DI LEMBANG TONDON KECAMATAN TONDON KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2024 Almar, Junelty; Bannepadang, Catherina; Sumule, Aldayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka sistolik atau bagian atas dan angka diastolik atau bagian bawah pada pemeriksaan tekanan darah yang menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa ataupun digital lainnya. Salah satu faktor resiko yang paling sering berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. hipertensi adalah kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah di atas nilai normal atau tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Lembang Tondon Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2024. Desain penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Lansia berjumlah 54 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji dengan statistik fisher’s exact test. Distribusi karakteristik lansia menunjukan mayoritas lansia berpengetahuan rendah sebanyak 50 orang (92,6%), pengetahuan tinggi sebanyak 0 orang (0,0%), kepatuhan diet hipertensi tidak patuh sebanyak 50 responden (92,6%), sikap dengan kepatuhan diet hipertensi (Fisher’s Exact Test) p=0,000 (p<α) dan pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi (Fisher Exact Test) p=1, 000 (p>α). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Lembang Tondon Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2024 dan ada hubungan sikap dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Lembang Tondon Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2024. Diharapkan kepada seluruh lansia untuk lebih memperhatikan kepatuhan diet hipertensi atau mencegah hipertensi dengan mengatur aktivitas dan selalu melakukan kontrol diet hipertensi setiap awal bulan sekali di puskesmas.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER VI INSTITUT TORAJA RAYA INDONESIA TAHUN 2024 Bannepadang, Catherina; Marna, Agustina; Dewi Pranita, Fenny
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup merupakan pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia dalam masyarakat. Prestasi belajar merupakan hasil dari proses belajar mahasiswa yang diperoleh selama masa perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan di Institut Toraja Raya Indonesia pada bulan April sampai bulan Juni 2024. Desain penelitian ini yaitu deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 Keperawatan semester VI berjumlah 64 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Distribusi frekuensi menunjukan mayoritas responden dengan gaya hidup baik sebanyak 54 orang (84.4%), mayoritas responden dengan prestasi belajar meningkat sebanyak 44 orang (68.8%). Hasil penelitian ini berdasarkan uji fisher Exact Test diperoleh bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara hubungan gaya hidup dengan prestasi belajar pada mahasiswa, dengan nilai (p=0, 263). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara gaya hidup dengan prestasi belajar. Berdasarkan penelitian ini diharapkan untuk lebih mendukung mahasiswa dalam mengelolah gaya hidup yang lebih baik.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN JAHE MERAH TERHADA PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI LEMBANG SA’DAN ULUSALU KECAMATAN SA’DAN KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2022 Banne Allo, Ludia; Bannepadang, Catherina; Palamba, Yulianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi banyak ditemukan dimasyarakat yang disebabkan salah satunya stress, penanganan farmakologi hipertensi memerlukan obat lebih dari satu. Atas dasar itu banyak terapi non farmakologi salah satunya dengan terapi pemberian rebusan jahe merah. Tujuan : Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Lembang Sa’dan Ulusalu Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara tahun 2022. Metode : Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dengan two group sebelum diberikan rebusan jahe merah 1 minggu setelah diberikan rebusan jahe merah dan 2 minggu setelah diberikan rebusan jahe merah design. Populasi semua pasien hipertensi di lembang sa’dan ulusalu yang berjumlah 52 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel dalam penelitian ini yaitu 20 responden dan dibagi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi 10 responden dan kelompok kontrol 10 responden. Berdasarkan jenis kelamin pada kelompok intervensi terdapat mayoritas perempuan sebanyak 8 (80%) responden, pada kelompok kontrol terdapat mayoritas perempuan sebanyak 6 (60%) responden, berdasarkan usia pada kelompok intervensi mayoritas lansia akhir sebanyak 5 (50%) responden, pada kelompok kontrol terdapat mayoritas lansia akhir sebanyak 5 (50%) responden dan berdasarkan pekerjaan pada kelompok intervensi mayoritas petani sebanyak 8 (80%) responden, pada kelompok kontrol terdapat mayoritas petani sebanyak 10 (100%) responden dengan purposive sampling. Variabel independen rebusan jahe merah dan variabel dependen penurunan tekanan darah, instrument penelitian menggunakan SOP dan observasi tekanan darah, analisa data menggunakan uji kruskal wallis. Hasil: Hasil penelitian ada perbedaan tekanan darah sebelum diberikan rebusan jahe merah dan 2 minggu setelah diberikan rebusan jahe merah dengan nilai p value = 0,001, nilai ɑ = 0,05 karena p value 0,001 < 0,05 maka Ho di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi pemberian rebusan jahe merah terhapan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Lembang Sa’dan Ulusalu Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara Kabupaten Toraja Utara Tahun 2022. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi atau gambaran bagi peneliti selanjutnya sehingga nantinya didapatkan hasil yang lebih maksimal.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP MAWAR, CEMPAKA DAN ANTORIUM RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO TAHUN 2025 Bannepadang, Catherina; Irda; Reni Ranteallo, Regina Reni Ranteallo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengaplikasikan perilaku caring perawat sering kali menghadapi tantangan yang menyebabkan menurunnya perilaku caring salah satunya adalah stres kerja. Semakin tinggi stres kerja yang dialami perawat maka perilaku caring yang ditunjukkan cenderung semakin kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap Mawar, Cempaka dan Antorium Rumah Sakit Elim Rantepao Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas dan pasien yang dirawat diruang rawat inap Mawar, Cempaka dan Antorium Rumah Sakit Elim Rantepao dengan jumlah 133 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji statistik fisher dengan tingkat ketelitian 5% (0,05). Distribusi karakteristik menunjukkan stres kerja perawat mayoritas ringan sebanyak 32 responden (74,4%), perilaku caring perawat mayoritas menerapkan perilaku caring sebanyak 40 (93%). Hasil uji SPSS stres kerja dengan perilaku caring perawat (fisher exact) p-value = 0,156 (p>α). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan stres kerja dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap Mawar, Cempaka dan Antorium Rumah Sakit Elim Rantepao Tahun 2025. Diharapkan perawat mampu mengelola stres kerja dengan lebih baik agar dapat menerapkan perilaku caring secara optimal.