Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH VEGETASI DAN INTENSITAS CURAH HUJAN TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN TANAH Ma'rupah, Ma'rupah; Indriyanti, Indriyanti; Rahmat, Andi
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i2.6119

Abstract

Vegetasi dan Curah hujan merupakan 2 faktor yang besar perannya terhadap terjadinya runoff dan erosi. Apabila intensitas curah hujan melebihi kapasitas infiltrasi maka akan terjadi runoff (limpasan). Peran vegetasi sangat penting dalam menjaga laju aliran air akibat curah hujan yang cukup deras. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh vegetasi dan intensitas curah hujan terhadap debit limpasan pada permukaan tanah dan menganalisis jenis vegetasi yang efektif mengurangi laju limpasan pada permukaan tanah. Metode yang digunakan adalah metode simulasi (uji laboratorium) dengan menggunakan  rainfall simulator. Penelitian ini menggunakan 2 jenis vegetasi yaitu ketapang kencana dan glodokan, tanah kosong sebagai kontrol. Menggunakan 2 variasi intensitas curah hujan medium ( 392,12 mm/jam) dan high (449,37 mm/jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi ketapang kencana dengan intensitas hujan medium (392,12 mm/jam) laju limpasannya  rata-rata yaitu 237 liter/jam kemudian  vegetasi glodokan nilai rata-rata laju limpasannya yaitu 254 liter/jam dan laju limpasan terbesar yaitu pada tanah tanpa vegetasi dengan nilai rata-rata laju limpasannya 263 liter/jam. Pada  intensitas curah hujan high( 449,37 mm/jam) laju limpasan yang paling kecil juga terdapat pada vegetasi ketapang kencana dengan nilai debit rata-rata yaitu 271 liter/jam, tanah dengan vegetasi glodokan yaitu 288 liter/jam dan tanah tanpa vegetasi 320 liter/jam. Jenis vegetasi yang paling efektif mengurangi laju limpasan pada permukaan tanah adalah vegetasi ketapang kencana.  Semakin besar intensitas curah hujan maka semakin besar pula laju limpasan permukaan tanah.
CHRONIC EFFECTS OF DETERGENT SURFACTANT (LINEAR ALKYLBENZENE SULFONATE I LAS) ON THE GROWTH AND SURVIVAL RATE OF SEA BASS (Lates calcalifor Bloch) LARVAE Sri Rejeki; Desrina .; Andi Rahmat
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 8, No 3 (2005): Volume 8, Number 3, Year 2005
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6278.488 KB)

Abstract

Sea bass (Lates calcal&r Bloch), one of the economically important marine fish, is getting more important for marine-culture. This fish is categorized as a euryhaline species, i.e. with a wide salinity tolerance, range 32 — 35 ppt, and in the river, estuarine and mangrove areas with the salinity between 0 - 25 ppt. The adult of sea bass is spawn in marine waters while the larvae and juvenile are is spawn mostlv found in the estuarine. Estuarine water is known as a good nursery and feeding ground, however it is also knownias a pollutant trap. Therefore, the larvae of seabass and other euryhaline species are very susceptible to this condition.Suryizctant detergent Linear A lkyl—benzene SuU"onate (LAS} is a non—ionic so]? detergent, with a long straight carbon chain, has a powerful cleaning capability; it is toxic to aquatic organisms, and however it is biodegradable. Therefore, it is widelv used for cosmetic and household purposes. This research was done to find out the chronic effect (LCM-96 hours) and acute ejects of detergent LAS on the larvae of sea bass (Lates calcaliver Bloch}. A Bioassay method was applied to jind out the acute toxicity, and Probit Analyses is used to find out the LC 50-96 hours of detergent LAS on sea bass larvae. Randomized design was carried out to observe the chronic ejects on the growth and survival rate ofthe sea bass larvae. There were six treatments applied, i. e, : A (0% of LC ,,,-96 hours); B (5% of LCM-96 hours}; C (10% of LCM-96 hours); D (/5% of LC50-96 hours); E (20% of LCM-96 hours); F (25% ofLCm-96 hours).The results showed that the treatment of LCM-96 hours of detergent LAS on sea bass larvae, I. I8 mg/I, was considered as moderatelv high toxicity. The absolute biomass growth of sea bass larvae was not afected by sub·lethal concentrations of detergent ALS, however, chronic concentrations of detergent LAS tyfected the daily growth rate of sea bass larvae signyicantb¤ (o<0.0l). As a conclusion, the acute toxicity of LAS detergent on sea bass (Lates calcaliver Bloch} larvae was l. I 8 mg/l. The sub—lethal concentrations of detergent LAS on the sea bass larvae did not influence the biomass growth and survival rate but affected the daib¤ growth rate of sea bass larvae significantly. The sea bass larvae exposed to the sub lethal concentrations of LAS detergent hr 30 days resulted in the gill damage, i.e..· hypertrophy, hyperplasia, telengeastases and melanization of the gill. The congestion and vacuolar degeneration ofthe liver were also observed.
PENGARUH BANTALAN KARET TERHADAP MOMEN YANG TERJADI PADA LINK SLAB BETON Andi Rahmat
TEKNISIA Vol. XXIV, No. 2, November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol24.iss2.art3

Abstract

The use of link slab as a substitute for expansion joints is one of the innovations that can provide benefits for bridge life, user comfort, and maintenance cost efficiency. Link slab is a slab placed on the upper surface of the adjacent girder end which forms a continuous slab system with the slab deck. In the transition zone, link slab and girder are installed in hard rubber and soft rubber pads at some thick variations in each type of rubber. Moment on the link slab is obtained due to the effect of traffic load according to SNI 1725: 2016 with the condition of the link slab without and with rubber pads. The study of the use of link slab in this paper is carried out in a numerical approach on a finite element software-Abaqus. Link slab is modeled as a 3D solid model in compressive concrete variations. In this study, the addition of hard rubber pads on link slab can reduce the magnitude of moments compared to link slab without rubber pads. This is indicated by the percentage reduction moment between 39,20-83,42% on LS-1, LS-2, and LS-3 hard rubber pads with thichness 10 mm, 20 mm and 30 mm. While on link slab with soft rubber pads is found that moments are greater at the very thick pads  This is indicated by the percentage difference in moments between 198,26 – 244,58% on LS-1, LS-2, and LS-3 soft rubber pads with thickness 10 mm, 20 mm and 30 mm. This large difference is due to the effect of moment change from negative moments (initial conditions) to positive moments after the addition of soft rubber pads.
EFEKTIVITAS PENERAPAN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) PADA TANAMAN CABAI MERAH Risaldi, Risaldi; Aslan, Aslan; Ali, Muh. Yunus; Marupah, Marupah; Mahmuddin, Mahmuddin; Rahmat, Andi; Antaria, Sukmasari
TEKNIK HIDRO Vol 17, No 1 (2024): Teknik Hidro Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v17i1.14365

Abstract

Di era globalisasi dan perubahan iklim, kebutuhan akan teknologi irigasi yang hemat air menjadi semakin mendesak oleh karena itu menghindari hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efesiensi penggunaan irigasi tetes dalam memenuhi kebutuhan air tanaman dan menganalisis jumlah air irigasi tetes yang dibutuhkan dalam satu siklus pada musim tanaman. Metode penelitian ini dilakukan dengan menghitung kebutuhan air tanaman cabai perhari pada masing-masing tingkatan umur yaitu 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Kemudian menghitung debit rata-rata emiter sehingga diperoleh waktu operasional irigasi tetes. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air tanaman cabai merah sangat beragam berdasarkan umur tanaman yaitu 0,11 l/hari untuk umur 1 bulan, 0,422 l/hari untuk umur 2 bulan, 1,148 l/hari untuk umur 3 bulan dan 1,323 l/hari untuk umur 4 bulan. Sehingga diperoleh waktu operasional yaitu 0,055 jam/hari untuk tanaman berumur 1 bulan, 0,211 jam/hari untuk umur 2 bulan, 0,574 jam/hari untuk umur 3 bulan dan 0,662 jam/hari untuk tanaman yang berumur 4 bulan dengan debit rata-rata 1,988 l/jam.
ANALISIS GELOMBANG TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN BREAKWATER PADA PELABUHAN BONTO JAI KABUPATEN BANTAENG Habra, Ibnu Khaldun; Ramadhan, M Dika; T Karim, Nenny; Al Imran, Hamzah; Antaria, Sukmasari; Rahmat, Andi
TEKNIK HIDRO Vol 17, No 2 (2024): Teknik Hidro Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v17i2.15839

Abstract

Pelabuhan Bonto Jai Bantaeng terletak di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan yang Seiring berjalannya waktu kondisi bangunan pemecah gelombang pada sisi kiri pelabuhan mengalami kerusakan dikarenakan faktor usia yang sudah cukup lama sehingga bangunan tidak mampu menahan gaya gelombang dan material bangunan terabrasi oleh pukulan gelombang,. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi gelombang dan panjang gelombang terhadap bangunan break water dan mengetahui besar koefisien refraksinya. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang bersifat kuantitatif berupa data kecepatan angin, data gelombang laut, dan data arah angin. Dari hasil analisis data selama 5 tahun terakhir maka diperoleh data bahwa arah angin dominan dari arah timur sebesar 44,5% yang menghasilkan rata-rata tinggi gelombang sebesar 1,36 m dan Panjang gelombang 21,21 m. Dan mempengaruhi kondisi bangunan breakwater pada sisi timur atau sisi kiri Pelabuhan Bonto Jai mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan kategori sedang, dan besar koefisien refraksi yang diperoleh pada pemecah gelombang sebesar 0,974 sampai dengan 0,997.
Syekh Arsyad Albanjari: Islamic Education Concept Rahmat, Andi
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 02 (2024): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v9i02.14235

Abstract

The background to this research is that instilling the concept of Sheikh Aryad Albanjari's thoughts into students in schools through the subject of Islamic Religious Education, there is still a personality crisis in its implementation and a lack of material on the history of Banjar ulama which is included in PAI learning in schools. Meanwhile, Islamic religious education as a subject in Indonesia has an important role in raising awareness and increasing the quality and values of the Islamic religion among students, because the subject content contains religious values, morals and ethics.This research has a problem formulation of what are the values of Islamic religious education in the thoughts of Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari, how are Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari's efforts to instill the values of Islamic religious education, and what is the relevance of the values of Islamic religious education in the thoughts of Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari towards Islamic religious education in Indonesia. Answering this formulation by using factual historical research on figures by using the thoughts of figures from several works and the life history of Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari as research objectsThis research uses a philosophical approach which aims to find out, understand and explain the values of Islamic religious education and efforts to instill these values and find their relevance to Islamic religious education in Indonesia. After conducting studies, observations, research and analysis of severalthe works of Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari, namely the treatise Tuḥfaturragibīn, the book SabīlalMuhtadīn, Luqthatal 'Ajlān and Parukunan as well as the life history of Sheikh Muhammad Arsyad alBanjari. That the values of Islamic religious education in Arsyad's thinking are: 1) the goal of Islamic religious education is the goal of education in the world of the hereafter and social improvement, 2) the curriculum for Islamic religious education is the Koran, Hadiṡ, Fiqh, Tauhid, Akhlak, Arabic , Date 3) educators and students in Islamic religious education are educators who have knowledge and master it well and correctly, become role models, improve society both in terms of science and life, master learning methods, and who motivate students is someone who wants to and able to accept lessons within himself, which are in the process of growth and development which require knowledge guidance. The values within the scope of Islamic religious education are: 1) the value of aqidah education which contains the pillars of faith and strengthening faith in good and bad destiny by not doing discarding grievances and fighting, 2) the value of sharia education which contains values in the implementation of the pillars of Islam, 3) the value of moral education which contains Islamic personality values. Furthermore, Arsyad instills the values of Islamic religious education in students and the community using a rational development approach, clarification of values, cognitive, social behavior, instilling values, and using internal strategies and skills development strategies. Meanwhile, the methods for instilling values are example, oral bil (advice) and bil kitab (composing and writing). In Arsyad's view, the relevance of PAI values is both relevant and irrelevant to PAI material which continues to be enriched to answer current problems. The values of Islamic religious education in the thoughts of Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari contributed to education in his time in introducing and teaching the values of Islamic religious education.Key words: Syekh Arsyad Albanjari ; Islamic Education Concept
Analisis Kinerja Ruas Jalan Pada Bundaran Simpang Enam Tugu Merah (Study Kasus : Km.24, Aimas, Sorong, Papua Barat Daya) Saifudin, Ahmad; Rahmat, Andi; Syara, Elfiyusriningsi
BINER : Jurnal Ilmu Komputer, Teknik dan Multimedia Vol. 2 No. 6 (2025): BINER : Jurnal Ilmu Komputer, Teknik dan Multimedia
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorong City as one of The cities in the eastern Indonesian region that is actively implementing the expansion and equalization of economic activity areas. This condition has an impact on the very high need for transportation in Sorong City. According to the BPS of Sorong Regency from 2020-2023 the population in Aimas District was 42,014 people, 43,954 people, 46,195 people and 48,499 people, while the number of vehicles in Sorong City from 2017-2021, amounted to 107,285 units, 115,502 units, 123,723 units, 129,514 units and 135,403 units. (BPS Sorong City). From the BPS data, it can be concluded that the number of vehicles and residents of Sorong City will continue to increase every year, of course the need for transportation will also increase, therefore this research needs to be done to support adequate transportation needs.
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Akuntansi Gen-Z Di Kota Makassar Bakri, Bakri; Diliarsi, Tirta; Fadillah, Fadillah; Yahya, Andi Muhammad Sofian Assuary; Rahmat, Andi; Titus, Meti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1529

Abstract

Penelitian berusaha untuk menganalisa hubungan antara financial literacy, digital technology, overconfidence, risk tolerance, dan return terhadap keputusan investasi di kalangan mahasiswa serta melihat bagaimana keputusan akan investasi di kalangan mahasiswa yang berada di Kota Makassar. Sebanyak 210 responden dari kalangan mahasiswa yang ada di Kota Makassar, mengisi lembar kuesioner online dengan menerapkan teknik purposif sampling dalam mengumpulkan data. Penelitian ini menggunkan pendekatan kausal-konklusif, selain itu Structural Equation Modeling (SEM) digunakan sebagai metode analisis statistik pada perangkat lunak AMOS versi 24. Dari hasil pengujian ditemukan bahwa financial literacy, digital literacy risk tolerance, dan return menunjukan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan investasi mahasiswa, sementara overconfidence menunjukan tidak adanya pengaruh terhadap keputusan investasi dikalangan mahasiswa. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan referensi yang berharga bagi berbagai pihak terkait investasi, terutama investor dari kalangan mahasiswa, dengan menekankan pentingnya keputusan yang terinformasi dan rasional dalam investasi pada pasar modal. Mahasiswa di Kota Makassar perlu memiliki kemampuan untuk menerima risiko dalam berinvestasi agar keputusan investasi mereka semakin baik. Keuntungan yang tinggi menjadi tujuan bagi para investor, sehingga imbal hasil atau return yang besar akan meningkatkan keputusan investasi. Mahasiswa sebagai calon investor harus memahami financial literacy dan menguasai digital technology, karena keduanya memiliki pengaruh besar terhadap keputusan investasi di era globalisasi ini.
Pengendalian Aliran pada Permukaan Lahan Miring dengan Menggunakan Metode Rorak Sulkifli, Sulkifli; Sadikin, Muh Ali; Ma'rufah, Ma'rufah; Mahmuddin, Mahmuddin; Rahmat, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.9359

Abstract

Kegiatan konservasi pada tanah dilakukan untuk mencegah erosi, memperbaiki tanah yang rusak, dan memilih arah produktifitas tanah. Tujuan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar limpasan aliran permukaan dilahan miring dan mengetahui efektivitas metode rorak dalam mengendalikan laju aliran permukaaan. Metode penelitian REENdata yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dilaboratorium hidrologi universitas muhammadiyah makassar. pada intesitas curah hujan 3,67 L/m 3 dengan kemiringan 13 ⁰ dan 20⁰ lahan yang tidak menggunakan rorak masing-masing memperoleh besar limpasan permukaan sebesar 4,14 L/menit dan 9,63 L/menit , sedangkan lahan yang menggunakan rorak masing-masing -masing-masing diperoleh limpasan permukaan sebesar 3,70 L/menit dan 8,41 L/menit. . pada intesitas curah hujan 3,99 L/m 3 dengan kemiringan 13 ⁰ dan 20⁰ lahan yang tidak menggunakan rorak masing-masing memperoleh besar limpasan permukaan sebesar 8,52 L/menit dan 13,17 L/menit , sedangkan lahan yang menggunakan rorak masing-masing -masing-masing diperoleh limpasan permukaan sebesar 7,06 L/menit dan 11,43 L/menit. Pemberian rorak di lahan miring dapat menurunkan kecepatan aliran permuakaan.
Pengendalian Aliran pada Permukaan Lahan Miring dengan Menggunakan Metode Rorak Sadikin, Muh. Ali; Sulkifli, Sulkifli; Ma'rufah, Ma'rufah; Mahmuddin, Mahmuddin; Rahmat, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.10123

Abstract

Kegiatan konservasi pada tanah dilakukan untuk mencegah erosi, memperbaiki tanah yang rusak, dan memiliharah produktifitas tanah. Tujuan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar limpasan aliran permukaan dilahan miring dan mengetahui efektivitas metode rorak dalam mengendalikan laju aliran permukaaan. Metode penelitian REENdata yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dilaboratorium hidrologi universitas muhammadiyah makassar. pada intesitas curah hujan 3,67 L/m3 dengan kemiringan 13 ⁰ dan 20⁰ lahan yang tidak menggunakan rorak masing-masing diperoleh besar limpasan permukaan sebesar 4,14 L/menit dan 9,63 L/menit , sedangkan lahan yang menggunakan rorak masing-masing diperoleh limpasan permukaan sebesar 3,70 L/menit dan 8,41 L/menit. . pada intesitas curah hujan 3,99 L/m3 dengan kemiringan 13 ⁰ dan 20⁰ lahan yang tidak menggunakan rorak masing-masing diperoleh besar limpasan permukaan sebesar 8,52 L/menit dan 13,17 L/menit , sedangkan lahan yang menggunakan rorak masing-masing diperoleh limpasan permukaan sebesar 7,06 L/menit dan 11,43 L/menit. Pemberian rorak pada lahan miring dapat menurunkan kecepatan aliran permuakaan.