Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Islam Moderat pada Kajian Kitab Qul Hâdzihi Sabîlî di Pondok Pesantren Nurul Musthofa Gresik Qolbi, Ayu Fitrotul; Khoiroh, Hani’atul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26539

Abstract

Di tengah meningkatnya tantangan kehidupan beragama dan sosial, nilai-nilai Islam moderat menjadi penting untuk ditanamkan. Kajian kitab bisa menjadi salah satu sarana dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Kajian kitab merupakan salah satu bentuk pendidikan Islam yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren. Kajian yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Musthofa ini tidak hanya ditujukan kepada santri yang menetap di pondok, tetapi juga terbuka dan diikuti oleh masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Islam moderat terjadi melalui kajian kitab Qul Hâdzihi Sabîlî di Pondok Pesantren Nurul Musthofa Gresik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi berlangsung melalui tiga tahap. Pertama transformasi (tahap pengenalan nilai) yang di sampaikan melaui metode ceramah, pemberian contoh, pemilihan diksi yang tepat, serta menggunakan speaker aktif dan di disiarkan secara live streaming untuk memperluas jangkauan. Kedua tahap transaksi (terjadi interaksi aktif antara guru dan peserta kajian) dengan menggunakan metode keteladanan dan pembiasaan. Ketiga tahap transinternalisasi, dimana nilai-nilai telah menjadi bagian dari sikap dan perilaku peserta kajian. Hal ini dibuktikan dengan harmonisnya masyarakat meskipun memiliki tradisi keagamaan yang berbeda. Dengan demikian, kajian kitab Qul Hâdzihi Sabîlî di Pondok Pesantren Nurul Musthofa Gresik terbukti menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai IsIam moderat baik dalam lingkungan pondok maupun di masyarakat secara luas.
The Implementation of Kitab Kuning Learning in Indonesian Islamic Boarding Schools: A Comparison between the Traditional Sorogan Method and Digital-Based Innovations Ichsan, Rozaq Shohibul; Khoiroh, Hani’atul; Makinuddin, Muhammad
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18522668

Abstract

The study of yellow books is a treasure trove of classical Islamic knowledge and has served as the hallmark and primary identity of Islamic boarding schools education in Indonesia for centuries. Amidst the rapid development of technology and the emergence of a "digital native" generation, Islamic boarding schools now face inherent challenges in maintaining the tradition of classical methodology while embracing educational innovation. In this case, the author uses a literature review method with the aim of analyzing and comparing the implementation of yellow books learning using the traditional sorogan method with digital-based innovation methods. By analyzing four primary documents (three theses and one indexed journal article from 2012 – 2024), this study found that the sorogan method implemented at the Al-Munawwaroh Kepahiang and Miftahul Ulum Malang Islamic Boarding Schools has significant advantages in fostering depth of understanding, a sense of responsibility, and direct interaction between students and kyai, although it is constrained by the need for high time and patience. In contrast, the digital approach developed by Islamic Boarding School students at IAIN Bone offers acfcessibility, flexibility, and collaboration across time, but still requires intensive digital literacy mentoring. Student oriented Islamic boarding schools like Ibnu Katsir 2 in Jember demonstrate a hybrid model that integrates both. This study concludes that neither approach is absolutely superior; sorogan remains the lifeblood of character formation and depth of interpretation, while digital technology provides an inclusive solution in the millennial era. The primary recommendation is the development of a blended learning model for the yellow book (kitab kuning) that combines the power of sorogan with an open digital platform.
Integrasi Nilai Islam dalam Pembelajaran Kitab Kuning Ilma, Syaikhotul; Nisa’, Siti Khoirun; Makinuddin, Muhammad; Khoiroh, Hani’atul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36600

Abstract

Pembelajaran Kitab Kuning merupakan ciri khas pendidikan pesantren yang memiliki peran strategis dalam mentransmisikan keilmuan Islam klasik sekaligus nilai-nilai fundamental ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep, bentuk, dan strategi integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Kitab Kuning, serta relevansinya dengan tantangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah dan karya akademik terbitan tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai Islam dalam pembelajaran Kitab Kuning tidak hanya berlangsung pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi afektif dan psikomotorik melalui pembentukan akhlak dan moderasi beragama..Integrasi strategi dilakukan melalui sinkronisasi tujuan pembelajaran, materi, serta kolaborasi metode tradisional seperti sorogan dan bandongan dengan pendekatan kontekstual. Tantangan utama yang dihadapi meliputi dikotomi pendidikan, rendahnya literasi digital, dan resistensi terhadap perubahan tradisi.Namun tantangan tersebut menjadi peluang inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan manajemen pendidikan.Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran Kitab Kuning tetap relevan sebagai media internalisasi nilai Islam yang adaptif terhadap arus modernisasi tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
Pengembangan Budaya Pesantren dalam Mewujudkan Pendidikan Islam Moderat Berbasis Multikultural Fauziyah, Aldina; Makinuddin, Mohammad; Khoiroh, Hani’atul
YASIN Vol 6 No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i1.8815

Abstract

Although moderate Islamic education is often positioned merely as theoretical curriculum content in the classroom, practice in Islamic boarding schools (pesantren) shows that religious moderation is in fact formed through everyday experiences that unfold over a full 24 hours. This study aimed to reveal how pesantren culture is transformed into a multicultural ecosystem that effectively instills the values of moderation in practical terms. The research employed a library study method by reviewing literature related to pesantren, religious moderation, and multicultural education. The findings indicate three main points. First, pesantren build an inclusive ecosystem through the management of student heterogeneity and cultural acculturation processes that enable continuous encounters across diverse social and cultural backgrounds. Second, the internalization of moderation values is carried out through daily traditions such as sorogan and roan, which cultivate discipline, responsibility, and social empathy through consistent habituation. Third, the Filosofi Ikan di Air Asin (Fish in Salty Water Philosophy) serves as an ethical framework that guides students to remain adaptive in a plural society without losing the integrity of their creed. The study concludes that strengthening pesantren culture is an effective preventive strategy to counter radicalism while simultaneously reinforcing social cohesion at the national level through the formation of a moderate habitus within Islamic educational environments.