Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JAKPI

KUALITAS LAYANAN PAJAK DAN PAJAK DIGITAL TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI UMKM Kamil, Islamiah; Yolifiandri, Yolifiandri; Prihanto, Hendi; Estiarto, Lintang Putri; Azkiah, Neza
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI) Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Unversitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jakpi.v5i1.5799

Abstract

The urgency of this study stems from the growing significance of tax digitalization in Indonesia, particularly for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The quality of tax services, including the application of Digital Service Tax (DST), plays a crucial role in enhancing taxpayer compliance. Digitalizing the taxation system fosters greater transparency and efficiency in tax administration. However, challenges remain, particularly regarding taxpayers' understanding of digital services. Consequently, it is essential to examine the impact of tax service quality and digital tax implementation on individual taxpayer compliance within MSMEs in the context of digitalization. The objective of this research is to evaluate how tax service quality and the application of DST influence the compliance levels of individual MSME taxpayers. Employing a quantitative approach, the study collects data through surveys distributed to MSME taxpayers across the Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi (Jabodetabek) areas. The data will be analyzed using multiple linear regression to determine the relationship between tax service quality, digital tax, and tax compliance variables. The anticipated outcomes of this research include the publication of findings in accredited scientific journals and the formulation of policy recommendations for the Directorate General of Taxes to enhance digital tax service quality, thereby improving compliance among MSME taxpayers.
TATA KELOLA PERUSAHAAN, PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DAN NILAI PERUSAHAAN, DENGAN KINERJA KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Yolifiandri, Yolifiandri; Kamil, Islamiah
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Unversitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jakpi.v5i2.6514

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran tata kelola perusahaan dan pengungkapan emisi karbon dalam memengaruhi nilai perusahaan, dengan kinerja keuangan sebagai variabel intervening. Tata kelola perusahaan dalam penelitian ini dilihat melalui komite audit, komisaris independen, dan kepemilikan institusional, sedangkan kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Objek penelitian adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Sebelum pengujian hipotesis dilakukan, data terlebih dahulu diuji melalui uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, dan hasilnya menunjukkan bahwa model penelitian memenuhi seluruh asumsi yang disyaratkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama tata kelola perusahaan, pengungkapan emisi karbon, dan kinerja keuangan belum mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, jika dilihat secara individual, hanya komite audit yang terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, komisaris independen, kepemilikan institusional, pengungkapan emisi karbon, serta kinerja keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai koefisien determinasi yang relatif rendah mengindikasikan bahwa nilai perusahaan pertambangan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian, seperti kondisi ekonomi makro, fluktuasi harga komoditas, dan sentimen pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam sektor pertambangan, pasar belum sepenuhnya merespons mekanisme tata kelola perusahaan dan pengungkapan emisi karbon dalam membentuk nilai perusahaan.